KETIKA RAKUS MENJADI “PENYAKIT” ZAMAN NOW
..................
Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.
...................
Bismillahirahmanirrahim.
Ahad, 04 Okt. 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh shubuh'an, dari masjid Al Abror nyantri bareng ust. A. Zubaidi kupas tipis tipis kitab Tanbihul Ghafilin (Abul Laits as-Samarqandi) :
.............
BAB 24 Tentang Rakus dan Berkhayal
Tiga perkara mengakibatkan (mengundang) tiga malapetaka, yaitu:
1. Sibuk dengan urusan duniawi, pasti tertimpa derita kesibukan yang tiada henti-hentinya,
2. Rakus harta, pasti tertimpa derita kekurangan (kemiskinan),
3. Kikir harta, pasti tertimpa kekacauan yang tiada senangnya”. (AlHadis).
.........
1. Rahasia Hikmah (Intisari, Maksud, Tujuan)
Sahabat, hadis di atas bukan sekadar nasihat zaman old. Ini semacam “diagnosis” spiritual buat kita yang hidup di era scroll tanpa henti dan hustle culture. Tiga hal yang disebutkan—sibuk dunia, rakus harta, kikir—itu bukan tentang seberapa banyak yang kita punya, tapi tentang ** kondisi hati yang nggak pernah merasa cukup**. Dalam tasawuf, ini disebut ghaflah (kelalaian) yang bikin hati keras dan jauh dari Allah .
Tujuannya sederhana: bukan untuk jadi sempurna, tapi supaya hati kita nggak keropos oleh “racun” dunia yang tak ada habisnya .
---
2. Nasehat
Ayat Qur’an:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Al-Munafiqun: 9)
Hadis Shahih:
“Sesungguhnya pada setiap umat ada fitnah, dan fitnah umatku adalah harta.” (HR. Tirmidzi)
Hadis Qudsi (makna): Allah berfirman, “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Az-Zariyat: 56).
---
3. Makrifatnya, Hakekatnya, Tarekahnya di Zaman Viral
Makrifat: Harta itu bukan tujuan, cuma alat. Kalau hati udah “nyaman” sama alat, kita bakal lupa siapa yang kasih alat itu .
Hakekat: Rakus dan kikir itu sebenarnya kikir terhadap diri sendiri. Kita menahan kebaikan yang seharusnya mengalir .
Tarekah: Di zaman viral, unfollow akun yang bikin kamu insecure sama gaya hidup orang. Follow akun yang bikin hati inget akhirat. Ini bukan toxic positivity, tapi manajemen konsumsi hati.
---
4. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya
Dalam tasawuf, ada Takhalli (bersihin hati dari sifat tercela), Tahalli (hiasi dengan sifat terpuji), Tajalli (pancaran kedekatan dengan Allah) .
Muhasabah praktis malam ini:
· Pertanyaan 1: “Sibuk ini, buat siapa?”
· Pertanyaan 2: “Apa yang aku rakusin hari ini? Rezeki atau validasi?”
· Pertanyaan 3: “Kapan terakhir aku sedekah tanpa mikir ‘nanti dulu’?”
Jawab sendiri, jangan di-share. Cukup antara kamu sama Allah.
---
5. Doa
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat bakhil, pemalas, usia yang menghinakan, dan fitnah kehidupan serta kematian .
Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal, jangan biarkan aku sibuk mengejar yang haram. Jernihkan hati ini dari kerak rakus dan kikir. Aamiin.
---
6. Ucapan Terimakasih dan Ma’af
Terima kasih buat yang udah baca sampai habis. Ma’af kalau ada kata yang kurang berkenan, khilaf dan salah itu murni dari kelemahan aku sebagai hamba.
---
Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.
#RenunganHati #TazkiyatunNufus #Rakus #Berkhayat #Muhasabah #Tasawuf #MenataHati #JanganKikir #CukupkanHati
............
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga bermanfa'at selalu.
—M. Djoko ekasanU—
Tidak ada komentar:
Posting Komentar