JANGAN SIBUK NGAYAL, NANTI LUPA PULANG
..................
Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.
...................
Bismillahirahmanirrahim.
Ahad, 04 Okt. 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh shubuh'an, dari masjid Al Abror nyantri bareng ust. A. Zubaidi kupas tipis tipis kitab Tanbihul Ghafilin (Abul Laits as-Samarqandi) :
.............
BAB 24 Tentang Rakus dan Berkhayal
Dua perkara yang sangat dikhawatirkan pada kalian, yaitu :
Berkhayal (panjang angan-angan) yang mengakibatkan lupa akhirat,
Menuruti nafsu, yang mengakibatkan terhalangnya kebenaran”. (S. Ali AbiThalib ).
..........
1. Rahasia Hikmah
Sayyidina Ali pernah bilang, ada dua hal yang paling bikin beliau khawatir sama kita semua: panjang angan-angan dan menuruti hawa nafsu.
Yang pertama bikin kita lupa kalau hidup ini sementara. Yang kedua bikin kita buta sama kebenaran, karena yang kita dengar cuma suara ego sendiri.
Intinya? Jangan kebanyakan ngayal soal masa depan dunia sampai lupa bekal pulang. Jangan juga nurutin kemauan diri yang pengennya enak terus.
2. Nasehat
Ayat Qur’an:
اِعْلَمُوْٓا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِۗ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰىهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًاۗ
“Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan, kelengahan, perhiasan, dan saling bermegah-megahan di antara kamu serta berlomba-lomba dalam banyaknya harta dan anak keturunan. (Perumpamaannya adalah) seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, lalu mengering dan kamu lihat menguning, kemudian hancur.” (QS. Al-Hadid: 20)
Hadis:
Dari Buraidah, Nabi ﷺ membuat sebuah garis lalu bersabda: “Ini adalah angan-angan dan ini adalah ajalnya, pada saat dia tenggelam dalam angan-angannya, akhirnya ajalnya menjemputnya.” (HR. Bukhari)
Hadis Qudsi:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَهُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
“Semua amal ibadah manusia adalah untuknya kecuali puasa, karena puasa hanya untuk-Ku (Allah), dan Aku-lah yang akan langsung membalasnya.” (HR. Bukhari dan Ahmad)
3. Makrifatnya, Hakekatnya, Tarekahnya
Zaman sekarang, “panjang angan-angan” itu wujudnya kayak overthinking soal masa depan yang belum terjadi, sibuk scroll timeline sampe lupa waktu, atau nunda taubat karena merasa “masih muda”. Kita sibuk banget mikirin besok mau kaya gimana, padahal ajal bisa datang hari ini.
Hakekatnya? Dunia ini cuma tempat mampir. Kita semua cuma musafir yang lagi nyari bekal buat pulang. Kalau kita anggap dunia ini rumah permanen, ya wajar kita kalap.
Tarekahnya simpel tapi berat: pendekkan angan, panjangin syukur. Mulai dari hal kecil—kalau lagi pengen something, tanya diri dulu: “Ini buat bekal pulang, atau cuma buat numpuk debu?”
4. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya
Muhasabah itu bahasa kerennya audit diri. Kata Imam Ghazali, ibarat dagang: modalnya amal fardhu, untungnya amal sunnah, ruginya maksiat. Kalau rugi, ya jangan diulang. Kalau untung, syukuri dan tambah.
Caranya buat kita yang hidup di zaman viral:
1. Sebelum tidur, tanya: hari ini aku lebih dekat Allah atau lebih dekat layar?
2. Kalau ada niat baik, langsung kerjain. Jangan tunggu “siap”.
3. Kalau lagi pengen sesuatu, cek: ini kebutuhan atau cuma FOMO?
5. Doa
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemungkaran akhlak, perbuatan, dan hawa nafsu yang menyesatkan.”
“Ya Allah, jadikanlah dunia ini di tanganku, bukan di hatiku. Jadikan akhirat sebagai tujuan, bukan sekadar wacana.”
6. Ucapan Terima Kasih
Terima kasih buat njenengan yang udah mau baca sampai sini. Maaf kalau ada kata yang kurang berkenan. Ini semua murni buat saling ingat, bukan buat ngajarin.
---
Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.
#TazkiyatunNufus #Muhasabah #JanganPanjangAngan #JanganIkutNafsu #MenataHati #DekatKeAllah
.............
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga bermanfa'at selalu.
—M. Djoko ekasanU—
Tidak ada komentar:
Posting Komentar