Tuesday, June 23, 2026

05Nas. Hati yang Terang karena Memikirkan Akhirat

 Bismillahirahmanirrahim.

Senin,     Apr. 2025

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terkirim dari Peantren Darul Falah oleh oleh maghriban nyantri bareng Ust. Maskuri kupas tipis tipis kitab Mashaihul Ibad (Karya Nawawi bin Umar al-Bantani Al-Jawi Al-Indunisi) Edisi 02:

..............

BAB I: NASIHAT YANG BERISI DUA PERKARA

..............


5. Gelisah Duniawi dan Ukhrawi

Dari Utsman r.a.:


“Bingung memikirkan dunia akan menjadikan hati gelap, sedangkan bingung memikirkan akhirat akan menjadikan hati terang.”

...........

Hati yang Terang karena Memikirkan Akhirat

Muhasabah Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs

Dari r.a.:

"Bingung memikirkan dunia akan menjadikan hati gelap, sedangkan bingung memikirkan akhirat akan menjadikan hati terang."

Perkataan yang mulia ini mengajarkan bahwa arah kesibukan hati sangat menentukan keadaan ruhani seseorang. Dalam perspektif Tazkiyatun Nufūs, hati adalah pusat keimanan. Jika hati dipenuhi kegelisahan karena harta, jabatan, pujian manusia, dan kenikmatan dunia, maka cahaya ma'rifat kepada Allah akan semakin redup. Sebaliknya, apabila hati disibukkan dengan mengingat kematian, hisab, surga, neraka, dan keridaan Allah, maka hati akan dipenuhi cahaya iman, ketenangan, dan harapan.

Allah Ta'ala berfirman:

"Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
(QS. Ar-Ra'd: 28).

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

"Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau seorang musafir."
(HR. Bukhari).

Seorang salik (penempuh jalan menuju Allah) tidak meninggalkan dunia, tetapi menempatkan dunia di tangan, bukan di dalam hati. Dunia dijadikan sarana menuju akhirat, bukan tujuan kehidupan.

Muhasabah Diri

Renungkanlah pertanyaan berikut:

  • Apakah pikiranku lebih banyak dipenuhi urusan dunia daripada mengingat Allah?
  • Apakah aku lebih cemas kehilangan harta daripada kehilangan pahala?
  • Apakah aku telah mempersiapkan bekal untuk kubur dan hari akhir?
  • Jika malam ini adalah malam terakhir hidupku, sudahkah aku siap bertemu Allah?

Cara Menumbuhkan Hati yang Terang

  1. Perbanyak membaca dan mentadabburi Al-Qur'an.
  2. Perbanyak zikir kepada Allah setiap hari.
  3. Sering mengingat kematian dan kehidupan akhirat.
  4. Menjaga salat tepat waktu dengan penuh kekhusyukan.
  5. Memperbanyak sedekah, istighfar, dan amal saleh yang ikhlas.
  6. Berkumpul bersama orang-orang saleh yang mengingatkan kepada Allah.

Doa

Allahumma lā taj'alid-dunyā akbara hamminā wa lā mablagha 'ilminā, waj'alil-ākhirata akbara hamminā, wa nawwir qulūbanā bi nūri ma'rifatika wa ṭā'atika. Āmīn.

Artinya:

"Ya Allah, janganlah Engkau jadikan dunia sebagai perhatian terbesar kami dan batas ilmu kami. Jadikanlah akhirat sebagai perhatian terbesar kami. Terangilah hati kami dengan cahaya ma'rifat dan ketaatan kepada-Mu. Amin."

Ucapan Terima Kasih

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca tauziah ini. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan hati kita selalu hidup dengan zikir, bersih dengan taubat, bercahaya dengan iman, dan istiqamah menempuh jalan Tazkiyatun Nufūs hingga memperoleh husnul khatimah. Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.

.........


No comments: