Bismillahirahmanirrahim.
Selasa, Apr. 2025
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Buat njenengan penikmat ilmu, terkirim dari Peantren Darul Falah oleh oleh maghriban nyantri bareng Ust. Maskuri kupas tipis tipis kitab Mashaihul Ibad (Karya Nawawi bin Umar al-Bantani Al-Jawi Al-Indunisi) Edisi 02:
..............
BAB I: NASIHAT YANG BERISI DUA PERKARA
2. Dekat dengan Ulama dan Memperhatikan Nasihat Hukama
Nabi saw. bersabda:
“Hendaklah kalian bergaul dengan ulama dan mendengarkan ucapan hukama, karena Allah Ta’ala menghidupkan kembali hati yang mati dengan cahaya hikmah, sebagaimana Dia menghijaukan tanah gersang dengan air hujan.”
Hikmah adalah ilmu yang bermanfaat, sedang hukama adalah orangorang ahli hikmah. Dalam hadis ini hukama ialah ahli hikmah yang. mengetahui Dzat Allah Ta’ala, selalu tepat ucapan dan perbuatannya. Sedangkan ulama, adalah orang alim yang mengamalkan ilmunya.
Dalam riwayat Ath-Thabrani dari Abi Hanifah disebutkan:
“Hendaklah kalian bergaul dengan para pemimpin, bertanyalah kalian kepada para ulama dan bergaullah kalian dengan hukama.”
Menurut riwayat lain:
“Bergaullah dengan ulama, bersahabatlah dengan hukama dan bercampurlah dengan kubara.”
Ulama itu terbagi tiga, yaitu:
Ulama, yaitu orang yang alim tentang hukum-hukum Allah swt., mereka berhak memberikan fatwa. .
Hukama, yaitu orang-orang yang mengetahui Zat Allah saja. Bergaul dengan mereka ini membuat perangai menjadi terdidik, karena dari hati mereka bersinar cahaya makrifat (mengenali Allah dan rahasiarahasia) dan dari jiwa mereka membias sinar keagungan Allah.
Kubara, yaitu orang yang diberi anugerah keduanya.
Bergaul akrab dengan ahli Allah akan mendatangkan tingkah laku yang baik. Hal ini karena mengambil manfaat dengan pengawasan itu lebih baik daripada dengan lisan. Jadi, seseorang yang pengawasannya bermanfaat kepadamu, niscaya bermanfaat pula ucapannya bagimu. Sebaliknya, jika pengawasannya tidak bermanfaat, maka tidak bermanfaat pula ucapannya.
As-Sahrawardi meliput ke sebagian mesjid AlKhaif di Mina sambil memandang wajah orang-orang yang ada di sana. Beliau ditanya oleh seseorang: Mengapa tuan memandang wajah-wajah orang lain!
Beliau menjawab: Sesungguhnya Allah memiliki beberapa orang yang jika memandang orang lain maka mendatangkan kebahagiaan bagi yang dipandang dan aku mencari orang yang demikian itu.
Nabi saw. bersabda:
“Akan datang suatu zaman kepada umatku, “mereka lari dari para ulama dan fukaha, maka Allah akan menurunkan tiga macam bencana kepada mereka: Pertama, dicabut kembali berkah dari usahanya, kedua, dia kuasakan penguasa zalim atas mereka, ketiga, mereka meninggal dunia tanpa membawa iman.”
........
BERGAUL DENGAN ULAMA DAN HUKAMA: JALAN MENGHIDUPKAN HATI
(Telaah Tasawuf dan Tazkiyatun Nufūs)
Mukadimah
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Hendaklah kalian bergaul dengan ulama dan mendengarkan ucapan hukama, karena Allah Ta'ala menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah sebagaimana Dia menghidupkan bumi yang mati dengan air hujan."
Hadis ini mengandung petunjuk agung tentang pentingnya memilih lingkungan yang saleh. Dalam perspektif tasawuf, hati manusia tidak hanya hidup dengan makanan jasmani, tetapi juga hidup dengan cahaya ilmu, hikmah, dzikir, dan pergaulan dengan orang-orang yang dekat kepada Allah.
1. MAKNA (TAFSIR) ISI REDAKSI
A. "Bergaullah dengan ulama"
Yang dimaksud ulama adalah orang yang mengetahui syariat Allah dan mengamalkan ilmunya.
Allah berfirman:
"Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama." (QS. Fathir: 28)
Ilmu yang tidak diamalkan tidak akan memberi cahaya kepada hati.
B. "Dengarkan ucapan hukama"
Hukama adalah ahli hikmah dan ahli makrifat.
Mereka mengenal Allah bukan hanya melalui dalil, tetapi juga melalui penyaksian hati (musyahadah), muraqabah, dan kedekatan spiritual.
Ucapan mereka keluar dari hati yang hidup sehingga mudah menyentuh hati orang lain.
C. "Allah menghidupkan hati yang mati"
Dalam tasawuf, hati mati bukan berarti berhenti berdetak.
Hati mati adalah:
- Tidak tersentuh nasihat.
- Tidak takut kepada Allah.
- Tidak rindu beribadah.
- Tidak menyesal ketika berbuat dosa.
Sebaliknya hati hidup adalah hati yang selalu ingat Allah.
D. "Seperti hujan menghidupkan bumi"
Sebagaimana tanah tandus berubah hijau karena hujan, demikian pula hati yang keras akan lembut oleh ilmu dan hikmah.
2. HIKMAH DAN PELAJARAN (IBRAH)
Ibrah Pertama
Lingkungan lebih kuat daripada teori.
Banyak orang mengetahui ilmu tetapi tidak berubah karena tidak bergaul dengan orang saleh.
Ibrah Kedua
Pandangan orang saleh membawa keberkahan.
Para ulama tasawuf berkata:
"Melihat wajah orang saleh adalah ibadah."
Karena wajah mereka mengingatkan kepada Allah.
Ibrah Ketiga
Keberkahan ilmu diperoleh melalui adab dan kebersamaan.
Bukan sekadar membaca buku, tetapi juga mengambil cahaya dari ahlinya.
Ibrah Keempat
Lari dari ulama merupakan tanda kerusakan zaman.
Ketika manusia lebih percaya kepada influencer daripada ulama rabbani, maka keberkahan ilmu mulai hilang.
3. DALIL AL-QURAN, HADIS DAN HADIS QUDSI
Dalil Al-Qur'an
Allah berfirman:
"Bersabarlah engkau bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan petang hari." (QS. Al-Kahfi: 28)
Allah berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan jadilah bersama orang-orang yang benar." (QS. At-Taubah: 119)
Allah berfirman:
"Tanyakanlah kepada ahli ilmu jika kalian tidak mengetahui." (QS. An-Nahl: 43)
Hadis Nabi ﷺ
"Seseorang mengikuti agama sahabat dekatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat dengan siapa ia bersahabat." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
"Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk seperti penjual minyak wangi dan pandai besi." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis Qudsi
Allah Ta'ala berfirman:
"Wajiblah cinta-Ku bagi orang-orang yang saling mencintai karena Aku, saling duduk karena Aku, saling berkunjung karena Aku dan saling memberi karena Aku." (HR. Ahmad)
4. ANALISIS DAN ARGUMENTASI TASAWUF
Menurut para ulama tasawuf:
Ilmu mempunyai dua dimensi:
Ilmu Aqliyah
Ilmu yang diperoleh melalui belajar.
Ilmu Dzauqiyah
Ilmu yang diperoleh melalui penyucian hati.
Karena itu para sufi menekankan:
"Keadaan seorang wali lebih berpengaruh daripada seribu nasihat."
Mengapa?
Karena hati memiliki kemampuan menerima pengaruh batin.
Bila seseorang sering duduk bersama pecinta dunia, ia akan cinta dunia.
Bila ia sering duduk bersama ahli akhirat, ia akan cinta akhirat.
Inilah rahasia sohbah (persahabatan spiritual) dalam tasawuf.
5. HUKUM (AHKAM)
Wajib
- Belajar agama yang menjadi fardhu 'ain.
- Bertanya kepada ulama dalam perkara agama.
Sunnah Muakkadah
- Duduk dalam majelis ilmu.
- Mengunjungi ulama dan orang saleh.
Haram
- Mengikuti ahli bid'ah yang menyesatkan.
- Mengikuti orang yang mengajak kepada kemaksiatan.
Makruh
- Bergaul dengan orang yang merusak agama tanpa kebutuhan syar'i.
6. AMALAN (IMPLEMENTASI)
Harian
- Membaca Al-Qur'an.
- Berdzikir pagi dan petang.
- Membaca kitab para ulama.
Mingguan
- Menghadiri majelis ilmu.
- Bersilaturahim kepada guru dan ulama.
Bulanan
- Muhasabah perkembangan ruhani.
- Membaca biografi para wali dan ulama.
Seumur Hidup
- Mencari guru yang saleh.
- Menjaga adab terhadap ulama.
7. RELEVANSI DI ZAMAN SEKARANG
Teknologi
Hari ini seseorang dapat mendengar ribuan ceramah dalam satu hari.
Namun tidak semua yang viral membawa hikmah.
Maka diperlukan kemampuan memilah sumber ilmu.
Media Sosial
Banyak orang terkenal tetapi tidak semua layak diteladani.
Jumlah pengikut bukan ukuran kebenaran.
Komunikasi
Fitnah dan hoaks menyebar lebih cepat daripada ilmu.
Karena itu wajib tabayyun kepada ulama terpercaya.
Transportasi
Mudahnya perjalanan seharusnya mendorong umat menghadiri majelis ilmu, bukan hanya tempat hiburan.
Kedokteran
Kemajuan medis mampu mengobati tubuh, tetapi penyakit hati tetap memerlukan terapi ruhani.
Kehidupan Sosial
Kesepian, stres, depresi, dan krisis makna semakin meningkat.
Majelis ilmu dan dzikir menjadi salah satu sarana penyembuhan jiwa.
8. MOTIVASI
Wahai saudaraku,
Jika ingin hati hidup, dekatilah orang yang hatinya hidup.
Jika ingin mengenal Allah, duduklah bersama orang yang mengenal Allah.
Jika ingin istiqamah, carilah sahabat yang mengingatkan kepada akhirat.
Jangan hanya mencari orang yang membuatmu tertawa.
Carilah orang yang membuatmu semakin dekat kepada Allah.
9. MUHASABAH DAN CARANYA
Tanyakan kepada diri sendiri:
- Siapa sahabat terdekatku?
- Apakah pergaulanku mendekatkan kepada Allah?
- Apakah aku lebih banyak mengikuti selebriti daripada ulama?
- Apakah aku senang menghadiri majelis ilmu?
- Apakah nasihat masih menyentuh hatiku?
Cara Muhasabah
- Luangkan waktu 10 menit setiap malam.
- Ingat dosa-dosa hari itu.
- Istighfar minimal 100 kali.
- Catat kekurangan diri.
- Buat target perbaikan esok hari.
10. KEMULIAAN DAN KEHINAAN
Kemuliaan di Dunia
- Mendapat keberkahan ilmu.
- Hati tenang.
- Akhlak mulia.
- Dicintai orang saleh.
Kemuliaan di Alam Kubur
- Ditemani amal saleh.
- Kubur dilapangkan.
- Mendapat cahaya.
Kemuliaan di Hari Kiamat
- Berada bersama orang-orang saleh.
- Mendapat syafaat.
- Selamat dari kehinaan mahsyar.
Kemuliaan di Akhirat
- Dekat dengan para nabi, shiddiqin, syuhada dan salihin.
Allah berfirman:
"Mereka itulah sebaik-baik teman." (QS. An-Nisa': 69)
Kehinaan Orang yang Menjauhi Ulama
Di dunia:
- Hilang keberkahan.
- Mudah tertipu hawa nafsu.
Di kubur:
- Menyesali kelalaian.
Di mahsyar:
- Kebingungan dan penyesalan.
Di akhirat:
- Terhalang dari kemuliaan orang-orang saleh jika tidak bertaubat.
11. DOA
Allahumma ya Hayyu ya Qayyum, hidupkanlah hati kami dengan cahaya ilmu, hikmah, makrifat dan dzikir kepada-Mu.
Ya Allah, pertemukan kami dengan ulama yang mengamalkan ilmunya, dengan hukama yang mengenal-Mu, dan dengan hamba-hamba-Mu yang saleh.
Jauhkan kami dari pergaulan yang merusak agama dan akhlak kami.
Jadikan hati kami lembut, mata kami mudah menangis karena takut kepada-Mu, dan lisan kami senantiasa berdzikir kepada-Mu.
Wafatkan kami dalam iman, Islam, ihsan, serta kumpulkan kami bersama Rasulullah ﷺ, para nabi, para shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh.
Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.
UCAPAN TERIMA KASIH
Terima kasih kepada seluruh pembaca yang telah meluangkan waktu membaca buletin tauziah ini. Semoga Allah Ta'ala menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mencintai ulama, menghormati hukama, mengambil manfaat dari orang-orang saleh, serta senantiasa menempuh jalan Tazkiyatun Nufūs hingga memperoleh hati yang hidup, bersih, dan dekat dengan-Nya.
Wallāhu A'lam bish-Shawāb.
Semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah. Aamiin.
DEKAT SAMA ULAMA & HUKAMA: RESEP HIDUPIN HATI
(Versi Kekinian – Santuy Tapi Tetep Sopan)
---
Halo, teman-teman!
Kali ini aku mau ajak njenengan ngobrol santai tentang nasihat kece dari Rasulullah ﷺ. Isinya dua perkara penting: deket sama ulama dan dengerin ucapan hukama. Simak yuk, biar hati nggak kering kayak tanah tandus!
---
🔥 Hadis Pembuka
Nabi saw. bersabda:
“Hendaklah kalian bergaul dengan ulama dan mendengarkan ucapan hukama, karena Allah Ta’ala menghidupkan kembali hati yang mati dengan cahaya hikmah, sebagaimana Dia menghijaukan tanah gersang dengan air hujan.”
Keren banget kan? Bayangin, hati yang mati bisa hidup lagi pakai cahaya hikmah, persis kayak tanah gersang yang subur setelah diguyur hujan.
---
📖 Siapa Itu Ulama dan Hukama?
· Ulama = orang alim yang paham syariat Allah dan ngamalin ilmunya.
· Hukama = ahli hikmah yang kenal Allah bukan cuma dari dalil, tapi lewat hati dan pengalaman batin (musyahadah). Ucapan mereka tuh keluar dari hati yang hidup, jadi gampang nyentuh hati kita.
Dalam riwayat Ath-Thabrani disebutkan:
“Hendaklah kalian bergaul dengan para pemimpin, bertanyalah kalian kepada para ulama dan bergaullah kalian dengan hukama.”
Versi lain bilang:
“Bergaullah dengan ulama, bersahabatlah dengan hukama dan bercampurlah dengan kubara.”
Nah, ulama terbagi tiga:
1. Ulama – ahli fatwa, tahu hukum-hukum Allah.
2. Hukama – tahu Zat Allah, pergaulannya bikin akhlak kita terdidik.
3. Kubara – orang yang dikasih anugerah keduanya (ilmu dan hikmah).
---
👀 Pengaruh Lebih Kuat dari Omongan
Pernah dengar kata-kata ini?
“Manfaat dari pengawasan itu lebih baik daripada dari lisan.”
Artinya: kalau kita sering lihat langsung perilaku orang saleh, itu pengaruhnya lebih dalem daripada sekadar dengar ceramah. Jadi kalau orang yang kita temani pengawasannya aja udah bikin kita baik, otomatis omongannya juga bakal ngena.
---
📌 Kisah Inspiratif As-Sahrawardi
Suatu hari As-Sahrawardi meliput ke Masjid Al-Khaif sambil memperhatikan wajah-wajah jamaah. Ada yang nanya, “Kenapa tuan lihatin orang-orang?”
Beliau jawab:
“Sesungguhnya Allah punya hamba-hamba khusus. Kalau mereka memandang seseorang, orang yang dipandang jadi bahagia. Aku lagi cari orang kayak gitu.”
Wah, jadi pengen ketemu orang-orang berkah kayak gitu, kan?
---
⚠️ Peringatan Zaman
Nabi saw. juga bersabda:
“Akan datang suatu zaman kepada umatku, mereka lari dari para ulama dan fukaha, maka Allah akan menurunkan tiga macam bencana kepada mereka: Pertama, dicabut kembali berkah dari usahanya, kedua, dia kuasakan penguasa zalim atas mereka, ketiga, mereka meninggal dunia tanpa membawa iman.”
Ngeri! Makanya, jangan sampai kita jadi generasi yang justru kabur dari ulama.
---
🧠 Telaah Lebih Dalem: Tasawuf & Tazkiyatun Nufus
1. Makna di Balik Redaksi
A. “Bergaullah dengan ulama”
Yang dimaksud ulama adalah orang yang tahu dan amal.
Allah berfirman (tetap terjemahannya):
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama.” (QS. Fathir: 28)
Ilmu tanpa amal nggak bakal nerangin hati.
B. “Dengarkan ucapan hukama”
Hukama adalah ahli makrifat. Mereka kenal Allah lewat musyahadah (penyaksian hati), bukan sekadar teori. Ucapan mereka keluar dari hati yang hidup.
C. “Allah menghidupkan hati yang mati”
Dalam tasawuf, hati mati bukan berhenti berdetak, tapi:
· Nggak tersentuh nasihat
· Nggak takut sama Allah
· Nggak rindu ibadah
· Nggak nyesal kalau dosa
Hati hidup adalah hati yang selalu ingat Allah.
D. “Seperti hujan menghidupkan bumi”
Tanah tandus berubah hijau karena hujan. Hati yang keras juga bisa lembut karena ilmu dan hikmah.
---
2. Hikmah Kekinian
· Lingkungan > teori. Banyak orang pinter ngaji tapi nggak berubah, soalnya lingkungannya kurang saleh.
· Melihat orang saleh itu berkah. Kata sufi, “Melihat wajah orang saleh adalah ibadah” – karena otomatis ngingetin kita ke Allah.
· Ilmu berkah itu lewat adab dan kebersamaan, bukan cuma baca buku doang.
· Lari dari ulama = tanda zaman kacau. Kalau kita lebih percaya influencer daripada ulama rabbani, berkah ilmu mulai menguap.
---
3. Dalil Al-Qur’an, Hadis & Hadis Qudsi (Terjemahan Tetap)
Al-Qur’an:
· “Bersabarlah engkau bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan petang hari.” (QS. Al-Kahfi: 28)
· “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan jadilah bersama orang-orang yang benar.” (QS. At-Taubah: 119)
· “Tanyakanlah kepada ahli ilmu jika kalian tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl: 43)
Hadis Nabi:
· “Seseorang mengikuti agama sahabat dekatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat dengan siapa ia bersahabat.” (HR. Abu Dawud & Tirmidzi)
· “Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk seperti penjual minyak wangi dan pandai besi.” (HR. Bukhari & Muslim)
Hadis Qudsi:
· Allah Ta’ala berfirman: “Wajiblah cinta-Ku bagi orang-orang yang saling mencintai karena Aku, saling duduk karena Aku, saling berkunjung karena Aku dan saling memberi karena Aku.” (HR. Ahmad)
---
4. Analisis Tasawuf: Dua Jenis Ilmu
Menurut para sufi, ilmu itu ada dua:
· Ilmu Aqliyah – hasil belajar.
· Ilmu Dzauqiyah – hasil penyucian hati.
Makanya, keadaan seorang wali lebih berpengaruh daripada seribu nasihat. Hati kita tuh gampang keisi sama pengaruh lingkungan. Kalau sering nongkrong sama pecinta dunia, kita jadi cinta dunia. Kalau sering duduk sama ahli akhirat, kita jadi cinta akhirat. Inilah rahasia sohbah (persahabatan spiritual).
---
5. Hukum-Hukum (Ahkam) – Secara Garis Besar
· Wajib: belajar agama yang fardhu ‘ain, bertanya ke ulama soal agama.
· Sunnah Muakkadah: duduk di majelis ilmu, mengunjungi ulama/orang saleh.
· Haram: ikut ahli bid’ah yang menyesatkan, atau orang yang ngajak maksiat.
· Makruh: bergaul sama perusak agama tanpa kebutuhan syar’i.
---
6. Amalan Praktis Biar Hati Hidup
Harian:
· Baca Al-Qur’an
· Dzikir pagi-petang
· Baca kitab para ulama
Mingguan:
· Hadiri majelis ilmu
· Silaturahim ke guru/ulama
Bulanan:
· Muhasabah perkembangan ruhani
· Baca biografi wali dan ulama
Seumur hidup:
· Cari guru yang saleh
· Jaga adab terhadap ulama
---
7. Relevansi di Zaman Medsos & Teknologi
· Ceramah bertebaran, tapi nggak semua yang viral bawa hikmah. Kita wajib pinter milih sumber.
· Followership bukan ukuran kebenaran. Jumlah pengikut nggak menjamin keilmuan.
· Hoaks dan fitnah lebih cepet nyebar daripada ilmu – makanya harus tabayyun ke ulama terpercaya.
· Transportasi makin mudah – manfaatkan buat hadiri majelis ilmu, bukan cuma jalan-jalan.
· Kemajuan medis bisa obati badan, tapi penyakit hati butuh terapi ruhani.
· Stres & kesepian makin umum – majelis ilmu dan dzikir bisa jadi healing jiwa.
---
8. Motivasi Buat Njenengan
Wahai sobat,
· Kalau njenengan ingin hati hidup, deketin orang yang hatinya hidup.
· Kalau ingin kenal Allah, duduklah sama orang yang kenal Allah.
· Kalau ingin istiqamah, cari sahabat yang ingetin akhirat.
Jangan cari teman yang cuma bikin ketawa doang. Cari yang bikin njenengan makin dekat ke Allah!
---
9. Muhasabah Diri (Self Reminder)
Tanyakan ke diri sendiri:
· Siapa sahabat terdekatku?
· Apakah pergaulanku mendekatkan ke Allah?
· Apakah aku lebih banyak ikut selebriti daripada ulama?
· Apakah aku seneng hadiri majelis ilmu?
· Apakah nasihat masih nyentuh hatiku?
Cara muhasabah:
· Luangkan 10 menit tiap malam
· Ingat dosa hari itu
· Istighfar minimal 100x
· Catat kekurangan
· Buat target perbaikan esok hari
---
10. Kemuliaan vs Kehinaan
Kemuliaan:
· Di dunia: hati tenang, akhlak mulia, dicintai orang saleh.
· Di kubur: dilapangkan, dapat cahaya.
· Di hari kiamat: bersama orang saleh, dapet syafaat.
· Di akhirat: dekat dengan para nabi, shiddiqin, syuhada, dan salehin.
Allah berfirman: “Mereka itulah sebaik-baik teman.” (QS. An-Nisa’: 69)
Kehinaan bagi yang menjauhi ulama:
· Dunia: hilang berkah, gampang tertipu hawa nafsu.
· Kubur: penyesalan.
· Mahsyar: bingung dan nyesel.
· Akhirat: terhalang dari kemuliaan orang saleh (kalau nggak bertaubat).
---
11. Doa Penutup
Allahumma ya Hayyu ya Qayyum, hidupkanlah hati kami dengan cahaya ilmu, hikmah, makrifat dan dzikir kepada-Mu.
Ya Allah, pertemukan kami dengan ulama yang mengamalkan ilmunya, dengan hukama yang mengenal-Mu, dan dengan hamba-hamba-Mu yang saleh.
Jauhkan kami dari pergaulan yang merusak agama dan akhlak kami.
Jadikan hati kami lembut, mata kami mudah menangis karena takut kepada-Mu, dan lisan kami senantiasa berdzikir kepada-Mu.
Wafatkan kami dalam iman, Islam, ihsan, serta kumpulkan kami bersama Rasulullah ﷺ, para nabi, para shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh.
Āmīn Yā Rabbal ‘Ālamīn.
---
🙏 Ucapan Terima Kasih
Makasih banyak buat njenengan semua yang udah meluangkan waktu baca obrolan ini. Semoga Allah jadikan kita hamba-hamba yang cinta ulama, hormat sama hukama, dan selalu mengambil berkah dari orang-orang saleh. Hati kita jadi hidup, bersih, dan dekat sama-Nya.
Wallāhu A’lam bish-Shawāb.
Semoga bermanfaat dan jadi amal jariyah. Aamiin!
..........

No comments:
Post a Comment