Bismillahirahmanirrahim.
Senin, Apr. 2025
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Buat njenengan penikmat ilmu, terkirim dari Peantren Darul Falah oleh oleh maghriban nyantri bareng Ust. Maskuri kupas tipis tipis kitab Mashaihul Ibad (Karya Nawawi bin Umar al-Bantani Al-Jawi Al-Indunisi) Edisi 02:
..............
BAB I: NASIHAT YANG BERISI DUA PERKARA.
6. Ilmu dan Maksiat
Dari Ali r.a.: ,
“Barangsiapa mencari ilmu, maka surgalah yang dicari dan barangsiapa mencari maksiat, maka nerakalah yang dicarinya.”
Maksudnya, barangsiapa yang sibuk mencari ilmu yang bermanfaat, yaitu pengetahuan-pengetahuan yang harus diketahui orang dewasa, maka pada hakikatnya dia tengah mencari surga dan rida Allah. Sebaliknya, siapa yang ingin melakukan maksiat, pada hakikatnya dia ingin menuju neraka dan murka Allah.
................Meniti Jalan Surga dengan Ilmu, Menjauhi Neraka dengan Tazkiyatun Nufūs
Bismillāhirraḥmānirraḥīm.
Dari Ali r.a. berkata:
"Barangsiapa mencari ilmu, maka surgalah yang dicari. Dan barangsiapa mencari maksiat, maka nerakalah yang dicarinya."
Perkataan yang agung ini mengajarkan bahwa setiap langkah manusia adalah sebuah perjalanan menuju tujuan akhirnya. Tidak ada langkah yang sia-sia. Orang yang melangkahkan kaki untuk menuntut ilmu yang bermanfaat sesungguhnya sedang berjalan menuju ridha Allah dan surga-Nya. Sebaliknya, orang yang sengaja mencari jalan maksiat, hakikatnya sedang mendekat kepada kemurkaan Allah dan azab neraka.
Nasihat dan Motivasi dalam Perspektif Tasawuf (Tazkiyatun Nufūs)
Dalam tasawuf, ilmu bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi merupakan cahaya (nūr) yang Allah tanamkan ke dalam hati yang bersih. Ilmu yang sejati melahirkan rasa takut kepada Allah, memperbaiki akhlak, menumbuhkan keikhlasan, serta mendekatkan seorang hamba kepada Rabb-nya.
Sebaliknya, maksiat adalah kegelapan yang menutupi hati. Semakin sering seseorang bermaksiat tanpa taubat, semakin keras hatinya sehingga sulit menerima nasihat dan cahaya ilmu.
Para ulama salaf mengatakan:
"Ilmu adalah cahaya, sedangkan cahaya Allah tidak diberikan kepada hati yang dipenuhi maksiat."
Karena itu, tujuan utama menuntut ilmu bukanlah kemasyhuran, jabatan, atau pujian manusia, melainkan agar hati menjadi bersih, amal menjadi benar, dan hidup dipenuhi keberkahan.
Marilah kita menjadikan setiap majelis ilmu sebagai langkah menuju surga. Jadikan setiap ilmu yang dipelajari sebagai jalan memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, dan mengajak manusia kepada kebaikan.
Muhasabah Diri
Renungkanlah beberapa pertanyaan berikut:
- Apakah aku mencari ilmu karena Allah atau karena ingin dipuji manusia?
- Apakah ilmu yang telah kupelajari telah mengubah akhlakku menjadi lebih baik?
- Apakah aku lebih bersemangat menghadiri majelis ilmu daripada menghadiri tempat-tempat maksiat?
- Apakah setiap hari aku menambah ilmu sekaligus mengurangi dosa?
Jika ilmu belum melahirkan ketakwaan dan kerendahan hati, berarti masih ada yang perlu dibenahi dalam niat dan pengamalannya.
Cara Bermuhasabah dan Membersihkan Jiwa
- Luruskan niat sebelum belajar, hanya mengharap ridha Allah.
- Istiqamah menghadiri majelis ilmu dan membaca kitab-kitab yang bermanfaat.
- Amalkan setiap ilmu yang telah dipelajari walaupun sedikit.
- Tinggalkan maksiat yang menghalangi masuknya cahaya ilmu.
- Perbanyak istighfar, dzikir, dan doa agar Allah menambahkan ilmu yang bermanfaat.
- Berkumpullah dengan orang-orang saleh yang mencintai ilmu dan mengamalkannya.
Doa
Allāhumma innā nas'aluka 'ilman nāfi'an, wa qalban khāsyi'an, wa 'amalan mutaqabbalan, wa rizqan ṭayyiban wāsi'an. Allāhumma ṭahhir qulūbanā minan-nifāq, wa a'mālanā minal-riyā', wa alsinatanā minal-kadzib, waj'alnā min 'ibādikaṣ-ṣāliḥīn. Āmīn.
Artinya: Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat, hati yang khusyuk, amal yang Engkau terima, dan rezeki yang baik lagi luas. Ya Allah, sucikan hati kami dari kemunafikan, amal kami dari riya, lisan kami dari dusta, dan jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh. Āmīn.
Ucapan Terima Kasih
Jazakumullāhu khairan katsīrā kepada seluruh pembaca yang telah meluangkan waktu untuk merenungkan nasihat ini. Semoga Allah menjadikan kita semua sebagai hamba yang senantiasa mencintai ilmu, mengamalkannya dengan ikhlas, menjaga diri dari maksiat, serta mengumpulkan kita kelak di dalam surga bersama para nabi, para shiddiqin, para syuhada, dan orang-orang saleh.
Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.
............
No comments:
Post a Comment