Tuesday, June 23, 2026

191dur. Iman bisa bertambah dan berkurang

 Iman bisa bertambah dan berkurang.

Diriwayatkan dari Nabi saw. sabdanya :

Artinya : “Seandainya iman Abubakar ditimbang dengan iman umatku, niscaya iman Abubakarlah yang lebih berat”.

Demikian pula diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah ra. Anas bin Malik, dan Abu Said Alkhudri ra., mereka berkata : “Nabi saw. bersabda :

Artinya : “Akan keluar dari neraka, orang yang di dalam hatinya terdapat iman seberat dzarrah”,

Ini menunjukkan bahwa iman itu bertambah dan berkurang. Sedang argumentasi kami adalah bahwa, iman itu merupakan ungkapan dari tasdig (pembenaran) sesuai dengan dalil-dalil yang telah kami sebutkan di muka, padahal tasdig itu tidak menerima penambahan atau pengurangan.

Adapun firman Allah Taala di dalam surah Al Fath :

Artinya : “Supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada)”. (QS. Al Fath: 4)

Maka kami katakan : “Itu adalah mengenai sahabat-sahabat Nabi saw. Karena dahulu, Alquran turun setiap waktu, lalu mereka beriman. Maka pembenaran mereka dalam hati bertambah melebihi yang semula. Adapun mengenai kita, maka tidaklah demikian, sebab wahyu telah terputus.

Adapun firman Allah :

Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu jalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetariah hati mereka”. (QS. Al Anfal : 2)

No comments: