Tuesday, June 23, 2026

04Nas. Meneladani Abu Bakar Ash-Shiddiq

Bismillahirahmanirrahim.

Senin,     Apr. 2025

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terkirim dari Peantren Darul Falah oleh oleh maghriban nyantri bareng Ust. Maskuri kupas tipis tipis kitab Mashaihul Ibad (Karya Nawawi bin Umar al-Bantani Al-Jawi Al-Indunisi) Edisi 02:

..............

BAB I: NASIHAT YANG BERISI DUA PERKARA

 4. Umar dan Abu Bakar r.a.

Mengutip dari Syekh Abdul Mur’thi As Samlawi, diriwayatkan dari Umar r.a., sesungguhnya Nabi saw. bertanya kepada Malaikat Jibril a.s.:

“Kemukakan kepadaku tentang kebaikan Umar, lalu Jibril menjawab: Andaikata lautan menjadi tintanya dan pohon-pohon menjadi penanya, niscaya aku tidak akan mampu menghitungnya. Lalu Nabi bertanya lagi kepadanya: Sekarang, kemukakanlah kebaikan Abu Bakar! Berkata Jibril: Umar adalah salah satu kebaikan dari beberapa kebaikan “Abu Bakar.”

Dalam hal ini dinyatakan sebagai berikut:

“Keluhuran dunia dicapai dengan harta, sedang keluhuran akhirat dicapai dengan amal saleh.”

Urusan dunia tidak akan menjadi kuat dan maslahat melainkan dengan harta, seperti halnya urusan akhirat akan menjadi kuat dan maslahat hanya jika dicapai dengan amal saleh.

.............

Kemuliaan Sejati: Meneladani Abu Bakar Ash-Shiddiq dalam Tazkiyatun Nufūs

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Segala puji bagi Allah Swt. yang memuliakan hamba-hamba-Nya dengan iman, keikhlasan, dan amal saleh. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad saw., keluarga, para sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.

Dalam riwayat yang dinukil oleh Syekh Abdul Mur'thi As-Samlawi disebutkan bahwa Rasulullah saw. bertanya kepada Malaikat Jibril tentang keutamaan Umar bin Khattab r.a. Jibril menjawab bahwa seandainya lautan menjadi tinta dan pepohonan menjadi pena, maka keutamaannya tidak akan mampu dituliskan seluruhnya. Namun ketika Rasulullah saw. bertanya tentang keutamaan Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a., Jibril menjawab:

"Umar hanyalah salah satu kebaikan di antara sekian banyak kebaikan Abu Bakar."

Walaupun riwayat ini tidak termasuk hadis yang masyhur dalam kitab-kitab hadis utama dan status sanadnya perlu diteliti, maknanya sejalan dengan banyak riwayat sahih yang menunjukkan keutamaan besar Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. sebagai sahabat paling utama setelah para nabi.

Hikmah Tasawuf (Tazkiyatun Nufūs)

Dalam pandangan tasawuf, kemuliaan seseorang tidak diukur oleh banyaknya harta, kedudukan, ataupun pujian manusia, tetapi oleh kebersihan hati, keikhlasan, ketakwaan, dan kedekatannya kepada Allah.

Abu Bakar Ash-Shiddiq mencapai derajat yang sangat tinggi bukan semata karena banyak amal lahiriah, tetapi karena:

  • keikhlasan yang sempurna;
  • keyakinan yang tidak tergoyahkan;
  • kecintaan yang mendalam kepada Allah dan Rasul-Nya;
  • pengorbanan total dalam membela agama.

Para ulama tasawuf menjelaskan bahwa amal yang sedikit namun ikhlas lebih berat di sisi Allah daripada amal yang banyak tetapi tercampur riya' dan cinta dunia.

Perkataan:

"Keluhuran dunia dicapai dengan harta, sedangkan keluhuran akhirat dicapai dengan amal saleh."

mengajarkan keseimbangan. Harta memang dibutuhkan untuk menegakkan kehidupan dunia, tetapi ia hanyalah sarana. Adapun bekal menuju kehidupan abadi adalah amal saleh yang lahir dari hati yang suci.

Orang yang sibuk memperbaiki hatinya akan menjadikan dunia berada di tangannya, bukan di dalam hatinya. Ia bekerja, mencari nafkah, bersedekah, dan berusaha, tetapi seluruhnya diniatkan sebagai ibadah kepada Allah.

Nasihat

Wahai saudaraku...

Jangan bersedih bila engkau tidak memiliki harta yang melimpah. Bersedihlah apabila hari-harimu berlalu tanpa bertambahnya iman, zikir, taubat, dan amal saleh.

Jangan berlomba menjadi orang yang paling kaya, tetapi berlombalah menjadi orang yang paling ikhlas.

Jangan mengejar pujian manusia, tetapi kejarlah keridhaan Allah.

Ingatlah, ketika jasad telah masuk ke liang kubur, tidak ada lagi yang menemani selain iman dan amal saleh.

Semoga Allah menghiasi hati kita dengan sifat-sifat Abu Bakar Ash-Shiddiq: kejujuran, keikhlasan, tawakal, dan pengorbanan.

Doa

اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الرِّيَاءِ وَالْكِبْرِ وَحُبِّ الدُّنْيَا، وَزَيِّنْهَا بِالْإِخْلَاصِ وَالتَّقْوَى وَالْيَقِينِ، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ، وَارْزُقْنَا حُسْنَ الْخَاتِمَةِ.

"Ya Allah, sucikanlah hati kami dari riya, kesombongan, dan kecintaan yang berlebihan kepada dunia. Hiasilah hati kami dengan keikhlasan, ketakwaan, dan keyakinan. Jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh, serta anugerahkan kepada kami husnul khatimah." Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.

Ucapan Terima Kasih

Terima kasih atas kesempatan untuk berbagi renungan Tazkiyatun Nufūs ini. Semoga Allah Swt. menjadikan setiap ilmu yang dipelajari sebagai cahaya yang menerangi hati, menambah keimanan, memperbaiki akhlak, dan menjadi bekal terbaik menuju perjumpaan dengan-Nya. Semoga kita semua termasuk golongan hamba yang memperoleh syafaat Rasulullah saw. dan dikumpulkan bersama para shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh. Āmīn.

.........

No comments: