NIAT AWAL, AKHIR YANG BAIK: JALAN BERSIH MENUJU ALLAH
..........
Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.
...........
Hubungan antara hadis : (Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907])
dengan hadis :
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ
"Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada penutupnya."
(HR. Bukhari).
.............
1. Rahasia Hikmah (Intisari Makrifat)
Dua hadis ini kalau kita telaah pakai kacamata tasawuf, sebenarnya saling melengkapi banget. Hadis pertama (innamal a'malu binniyat) ngajarin kita soal titik berangkat. Setiap amal, sekecil apa pun, nilainya ditentukan oleh niat di hati. Kalau niatnya bersih karena Allah, amal receh bisa jadi berat timbangannya. Sebaliknya, amal besar tapi niatnya buat pamer atau cari dunia, ya jadi kosong .
Tapi, punya niat baik di awal aja nggak cukup. Di sinilah hadis kedua (innamal a'malu bil khawatim) masuk. Ini ngasih pelajaran soal titik akhir. Penutup hidup seseorang itu ibarat segel rahasia Allah. Para ulama bilang, husnul khotimah (akhir yang baik) itu adalah warisan dari istiqamahnya niat dan amal baik sebelumnya . Jadi, tarekatnya bukan cuma soal pasang niat bagus di depan, tapi gimana njaga api niat itu tetap nyala sampai Allah manggil kita.
2. Nasehat
Ayat Qur'an:
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya..." (QS. Al-Bayyinah: 5) .
Hadis Shahih:
"Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada penutupnya." (HR. Bukhari) .
Hadis Qudsi (makna):
Allah tidak menerima amalan orang yang menyekutukan-Nya. Maka murnikanlah niat hanya untuk-Ku.
3. Tasawuf, Muhasabah, dan Caranya
Dalam tazkiyatun nufus, niat itu letaknya di hati. Kalau hati bersih, anggota tubuh ikut baik . Cara ngebersihinnya pakai muhasabah (introspeksi). Caranya gimana?
Pertama, hitung modal. Sebelum tidur, tanya diri sendiri: "Tadi pagi niat kerja/belajar apa? Udah bener belum karena Allah, atau cuma biar dipuji njenengan?" Kedua, sesali yang kurang. Kalau nemu niat yang tercampur riya, langsung istighfar dan perbaiki besok. Ketiga, jangan minder. Kita bukan malaikat yang bebas dosa. Tujuan tasawuf bukan jadi sempurna, tapi sadar kalau kita lagi jalan pulang dan terus ngeberesin bekal.
---
Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.
#TazkiyatunNufus #Muhasabah #NiatBaik #HusnulKhotimah #TasawufKekinian #MenataHati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar