BAB: IMAN
FASAL : MURTAD (KELUAR DARI ISLAM)
Dalam riwayat Asysyafi'i dan Albaihaqi : Man ghayyara dinahu fadh ribu unuqahu (Siapa yang merubah agamanya Dalam riwayat Asysyafi'i dan Albaihaqi : Man ghayyara (murtad, keluar dari islam) maka penggallah lehernya. Semoga Allah melindungi kami dengan karunia dan ke semua yang dimurkai oleh Allah murahanNya, dari ta'ala. Ketahuilah, bahwa diantara macam murtad itu :
niat akan kafir dalam waktu yang dekat maupun yang jauh, atau ragu dalam islam, atau menggantungkan ke-kafiran itu pada sesuatu dengan lidah atau dihati, maka langsung menjadi kafir, atau mempercayai apa yang me nyebabkan kekafiran, atau mengucapkan dengan keyakinan, atau sebagai tantangan atau ejekan, seperti bahwa alam ını dahulu, atau run, atau mempercayai bahwa Allah itu baru, atau meniadakan sifat yang wajib bagi Allah seperti sifat ilmu dan qudrat, atau menetapkan apa yang tidak ada pada Allah seperti warna, atau mewajibkan suatu yang tidak wajib seperti menambah sembahyang sehingga menjadi enam waktu, atau puasa selain ramadhan, atau ragu terhadap kesesatan orang yahudi dan Keristen, atau bersujud kepada makhluk atau masuk kegereja ber-sama orang-orang keristen, dan memakai pakaian mereka,
..........
Judul:
JAGA IMAN, JANGAN SAMPAI GOYAH! YUK BERSIHIN HATI
---
1. Intisari, Maksud, Tujuan
Intinya, teks di atas mengingatkan bahwa keluar dari Islam (murtad) itu bukan cuma soal ucapan, tapi juga niat, keraguan, bahkan ejekan atau sekadar ikut-ikutan tren. Maksudnya bukan buat nakut-nakuti, tapi buat kita sadar: iman itu aset paling berharga, jangan sampai main-main. Tujuannya: mengajak kita memperkuat keyakinan, menjaga lisan dan hati, serta bersyukur atas nikmat Islam, agar hidup tenang dan diridhai Allah.
---
2. Komentar Ayat Qur’an, Hadis Shahih, Hadis Qudsi
· Qur’an (QS. An-Nahl: 106):
“Barang siapa yang kafir kepada Allah setelah beriman, kecuali orang yang dipaksa (kafir) sedangkan hatinya tetap tenang dalam iman, maka mereka mendapat kemurkaan Allah…”
Nah, ini jelas: Allah Maha Tahu isi hati. Kalau kita terpaksa, beda. Tapi kalau main-main atau ragu, itu zona bahaya.
· Hadis Shahih (Riwayat Bukhari-Muslim):
“Innamal a’malu binniyat” – Segala amal tergantung niat. Murtad itu bisa berawal dari niat sesat, keraguan, atau ucapan iseng. Maka jangan pernah remehkan niat dan ucapan.
· Hadis Qudsi (dari Abu Hurairah):
Allah berfirman: “Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku…”
Kalau kita ragu sama Allah, berarti kita udah berprasangka buruk. Padahal Allah itu Maha Baik. Jagalah prasangka baik, karena itu benteng iman.
---
3. Analisis Makrifat, Hakekat, dan Tarekah yang Relevan
Secara makrifat, murtad itu bukan cuma fisik, tapi penyakit hati – hati yang mati rasa, tidak lagi merasakan kehadiran Allah. Hakekatnya, iman itu cahaya; kalau dibiarkan redup oleh keraguan, maksiat, atau ghibah, lama-lama padam.
Tarekah (jalan spiritual) zaman now:
· Jaga niat setiap kali buka medsos, jangan asal like atau komen yang meremehkan agama.
· Kalau bingung soal agama, tanya ahlinya, jangan dibiarkan menggantung.
· Perbanyak dzikir dan istigfar, karena hati yang sering mengingat Allah akan kuat.
· Hindari lingkungan toxic yang sering mengejek atau meragukan agama.
Relevan banget: di era viral, kadang kita ikut-ikutan konten “edgy” tanpa sadar itu bisa menggores iman. Maka, filter dulu sebelum share, dan jangan gampang terpengaruh.
---
4. Yuk Muhasabah
Coba tanya ke diri sendiri:
· Pernahkah aku bergurau soal agama dengan nada merendahkan?
· Pernahkah aku ragu akan kekuasaan Allah saat ujian datang?
· Apakah aku masih merasa “nyaman” dengan dosa-dosa kecil yang terus kulakukan?
· Seberapa sering aku bersyukur atas nikmat Islam?
Kalau ada celah, segera taubat. Jangan tunda. Karena pintu taubat selalu terbuka, tapi kita nggak tahu kapan ajal menjemput.
---
5. Doa
Allahumma inni a’udzu bika minal kufri wal faqr, wa a’udzu bika min ‘adzabil qabr. Laa ilaha illa anta.
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran dan kefakiran, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Tiada Tuhan selain Engkau.”
Tambahkan: “Ya Rabb, tetapkanlah hati kami di atas iman-Mu, jangan biarkan kami tersesat walau sekejap, dan matikanlah kami dalam keadaan muslim. Aamiin.”
---
6. Ucapan Terima Kasih dan Permohonan Maaf
Terima kasih banyak buat njenengan yang sudah menyimak nasihat sederhana ini. Semoga bermanfaat dan mengingatkan kita semua.
Aku juga mohon maaf lahir dan batin jika ada kata-kata yang kurang berkenan. Semoga Allah memaafkan kita dan menjaga iman kita sampai akhir hayat.
Stay istiqomah, stay bersih hati! 💚
..........

Tidak ada komentar:
Posting Komentar