Selasa, 27 Oktober 2026

1717 sul. KEWAJIBAN ITU BUKAN BEBAN, TAPI JALAN PULANG



KEWAJIBAN ITU BUKAN BEBAN, TAPI JALAN PULANG

..............

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

..................

Bismillahirahmanirrahim.

Selasa, 27 Okt. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh shubuh'an, dari masjid Nurul Jannah nyantri bareng ust. A. Zubaidi kupas tipis tipis Kitab Sullamut Taufiq (karya Abdullah bin Husain bin Tohir bin Hasyim al-Alawi al-Hasani Al-Hadhromi  Al-Syafi'i):

.............

4. Pasal Yang Wajib bagi Setiap Muslim Mukallaf

Setiap orang yang mukallaf (baligh dan berakal) wajib masuk kedalam agama  islam dan menetap selama-lamanya serta menjalankan semua hukum-hukumnya.

..........

1. Rahasia Hikmah

Makrifatnya: jadi mukallaf itu artinya aku sudah "akil baligh" secara ruhani—sudah bisa membedakan mana yang bikin hati terang, mana yang bikin hati keruh. Hakekatnya bukan sekadar menjalankan hukum, tapi menyadari bahwa setiap perintah itu adalah undangan Allah buat aku supaya nggak tersesat. Tujuan tarekatnya sederhana: bukan jadi orang suci yang sempurna, tapi jadi hamba yang sadar diri dan terus balik ke jalan-Nya.

2. Nasehat

Ayat Qur'an:

"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu." (QS. Al-Baqarah: 208) 

Hadis Shahih:

Dari Talhah bin Ubaidillah, ada seorang bertanya tentang Islam, lalu Nabi ﷺ menyebutkan shalat, puasa, dan zakat. Orang itu berkata, "Demi Allah, aku tidak akan menambah dan tidak akan mengurangi." Maka Nabi ﷺ bersabda: "Aflaha in shadaqa" — "Beruntunglah dia jika benar." (HR. Bukhari & Muslim) 

Hadis Qudsi:

"Tidaklah seorang hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang Aku wajibkan kepadanya." (HR. Bukhari) 

3. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya

Dalam tasawuf, menjalankan kewajiban itu adalah pintu utama sebelum masuk ke ruang sunnah. Jangan kebalik: sibuk amalan tambahan tapi shalat lima waktu masih bolong-bolong. Muhasabahnya gini: tiap malam, duduk sebentar, tanya ke diri sendiri—"Hari ini, kewajiban yang Allah kasih, sudah aku tunaikan dengan hati yang hadir, atau cuma asal gugur?" Kalau ada yang bolong, jangan dihakimi dengan kebencian. Cukup akui, minta ampun, dan besok perbaiki. Caranya: Musyarathah (bikin janji sama diri sendiri), Muraqabah (ingat Allah selalu lihat), Muhasabah (hitung-hitung amal), lalu Mujahadah (usaha sungguh-sungguh). Pelan-pelan aja. Yang penting konsisten, bukan langsung sempurna.

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #Muhasabah #Mukallaf #IslamKaffah #MenataHati

........

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—

Tidak ada komentar: