SOK SUCI, TAPI NYINYIR: RACUN GHIBAH HALUS
...................
Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah
...................
Bismillahirahmanirrahim.
Kamis, 08 Okt. 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh shubuh'an, dari masjid Al Ittichaad nyantri bareng ust. Maslam kupas tipis tipis kitab Tanbihul Ghafilin (Abul Laits as-Samarqandi) :
.............
Bab : Ghibah
Ada tiga efek negatif, akibat ghibah, salah satunya yaitu :
Munafik, mengungkap kejelekan seseorang dengan tidak menyebutkan namanya di muka umum, tapi masyarakat telah mengerti siapa yang dituju oleh pembicara itu, bahkan dia menganggap dirinya wira’i (menjauhi larangan Allah).
.............
1. Rahasia Hikmah
Ada satu jenis ghibah yang paling halus dan berbahaya: ketika seseorang membicarakan aib orang lain tanpa menyebut namanya, tapi semua orang udah tahu siapa yang dimaksud. Pelakunya merasa aman, bahkan merasa dirinya wira’i—merasa paling menjaga diri dari dosa. Padahal? Itu justru munafik. Hatinya busuk tapi tampilannya suci. Inilah yang perlu kita sadari: kadang kita bukan menjaga lisan, tapi hanya menyembunyikan kejahatan dengan gaya yang lebih elegan.
2. Nasehat
Al-Qur’an (QS. Al-Hujurat: 12):
“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat, Maha Penyayang.”
Hadis Shahih (HR. Muslim):
Rasulullah ﷺ bertanya: “Tahukah kalian apa itu ghibah?” Para sahabat menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Beliau bersabda: “Yaitu engkau menyebutkan tentang saudaramu sesuatu yang ia tidak sukai.” Seseorang bertanya: “Bagaimana jika yang aku katakan itu benar?” Beliau menjawab: “Jika benar, maka engkau telah mengghibahinya. Jika tidak benar, maka engkau telah memfitnahnya.”
Hadis Qudsi (makna):
Allah Ta’ala berfirman: “Aku adalah Dzat yang paling tidak suka dimintai ampunan oleh seseorang yang menggunjing saudaranya, padahal ia belum meminta maaf kepadanya.”
3. Makrifat, Hakekat, Tarekah
Hakekat ghibah gaya baru: bukan fitnah, tapi “fakta” yang di-umbar. Njenengan merasa benar karena yang dibicarakan memang realita. Tapi Rasulullah ﷺ tegas: kalau yang dibicarakan itu benar dan orangnya nggak suka, itu tetap ghibah. Di era viral, ini jadi makin parah. Story, tweet, komentar, meme—semua jadi jalan ghibah yang jejaknya nggak bisa dihapus. Dosa lisan bisa hilang ditelan waktu. Dosa digital? Abadi. Makanya para ulama bilang: al-kitabah ka al-khitab—tulisan itu sama hukumnya dengan ucapan .
4. Tasawuf, Muhasabah, dan Caranya
Dalam tasawuf, tazkiyatun nufūs dimulai dari muhasabah: menghisab diri sebelum dihisab. Al-Ghazali mengingatkan, hati itu cermin. Kalau kotor, cahaya Allah nggak bisa masuk . Ghibah—termasuk yang halus—adalah kotoran yang menutup cermin itu.
Caranya:
· Sebelum bicara, tanya: “Kalau orang ini dengar, dia suka nggak?” Kalau nggak, diam.
· Kalau dengar ghibah, jangan ikut-ikutan. Diam atau tinggalkan .
· Tutup pintu hati dari rasa “aku lebih baik dari dia.” Itu pintu masuknya munafik.
5. Doa
Allāhumma thahhir qalbī minan nifāq, wa ‘amalī minar riyā’, wa lisānī minal kadhib, wa ‘ainī minal khiyānah. Innaka ta‘lamu khā’inatal a‘yun wa mā tukhfish shudūr.
Artinya: “Ya Allah, sucikanlah hatiku dari kemunafikan, amal perbuatanku dari pamer, lidahku dari kebohongan, dan mataku dari khianat. Sesungguhnya Engkau mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang tersembunyi dalam hati.”
6. Ucapan Terima Kasih dan Maaf
Terima kasih buat njenengan yang mau membaca sampai selesai. Maaf kalau ada kata yang kurang berkenan. Tulisan ini bukan buat menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.
#RenunganHati #TazkiyatunNufus #JagaLisan #GhibahDigital #Muhasabah #Tasawuf #DekatKepadaAllah
.............
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga bermanfa'at selalu.
—M. Djoko ekasanU—
.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar