tanbihul ghofilin. 17 BAB 56 Tentang Keutamaan Menimba Ilmu.
Perdebatan sengit dikalangan Ulama Bashrah (ketika itu) tentang harta dan ilmu, mana yang lebih utama, mereka belum juga dapat memutuskan, akhirnya ditanyakan kepada Ibnu Abbas, Jawabnya: ”Ilmu lebih utama daripada harta”. Lalu apa alasannya? Jawabnya: “Sebab ilmu adalah warisan para Nabi, sedangkan harta warisan Fir’aun, Ilmu sanggup memelihara pemiliknya, tetapi harta merepotkan kamu, ilmu diberikan hanya kepada orang yang dikasihi Allah, tetapi harta kepada siapa saja tanpa pandang bulu (yang disayang Allah atau tidak), bahkan yang tidak disayang diberi lebih banyak lagi, perhatikan FirmanNya :
Artinya:
“Seandainya munusia tidak berkumpul menjadi suatu masyarukat, pasti orung-orung kafir diberi gedung beratap peruk dan tangga bertingkut untuk kemegahan”. (Zukhuf 33).
Dan ilmu yang diajarkan (diberikan) kepada lain orang, tidak semakin berkurang, melainkan bertambah, sedangkan harta menjadi surut jika diberikan lain orang, dan seorang hartawan hilang namanya sesudah mati, sedangkan orang Alim menjadi lebih harum namanya. Seorang hartawan dituntut setiap dirham dari dan dengan cara bagaimana memperolehnya serta dibelanjakan kemana atau untuk apa saja?, sedangkan orang berilmu dari setiap hadis memperoleh satu tingkat atau derajat di sorga”.
......
Judul:
Ilmu Cahaya Ruh, Harta Amanah Dunia
Menjadikan Ilmu sebagai Jalan Tazkiyatun Nufūs Menuju Ridha Allah
Segala puji bagi Allah SWT yang menghiasi hati para hamba-Nya dengan cahaya ilmu. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, penutup para nabi, pembawa ilmu yang menyelamatkan manusia dari kegelapan menuju cahaya.
Perkataan mulia dari mengandung hikmah yang sangat dalam. Ketika para ulama Bashrah memperdebatkan mana yang lebih utama antara ilmu dan harta, beliau menjawab dengan tegas bahwa ilmu lebih utama daripada harta.
Dalam perspektif tasawuf dan Tazkiyatun Nufūs, ilmu bukan sekadar pengetahuan yang memenuhi akal, tetapi cahaya (nūr) yang membersihkan hati, memperbaiki niat, meluruskan amal, dan mendekatkan seorang hamba kepada Allah SWT.
Orang yang mengejar harta tanpa ilmu akan mudah dikuasai nafsu, cinta dunia, kesombongan, dan kelalaian. Sebaliknya, orang yang memiliki ilmu yang bermanfaat akan memahami hakikat dunia sebagai tempat singgah, bukan tujuan akhir. Harta hanya menjadi alat menuju ridha Allah, bukan sesuatu yang menguasai hati.
Ilmu menjaga pemiliknya dari kebinasaan. Harta justru harus dijaga siang dan malam. Ilmu melahirkan tawadhu', sedangkan harta sering kali menumbuhkan ujub apabila tidak disertai iman dan takwa.
Dalil Al-Qur'an
Allah SWT berfirman:
"...Niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat." (QS. Al-Mujadilah: 11)
Allah SWT juga berfirman:
"Katakanlah: Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" (QS. Az-Zumar: 9)
Tentang harta dunia Allah berfirman:
"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amal-amal saleh yang kekal lebih baik di sisi Tuhanmu." (QS. Al-Kahfi: 46)
Sebagaimana ayat yang disebut oleh Ibnu Abbas:
"Sekiranya bukan karena manusia akan menjadi satu umat (dalam kekafiran), niscaya Kami buatkan bagi orang-orang yang kafir kepada Tuhan Yang Maha Pengasih atap-atap rumah mereka dari perak dan tangga-tangga yang mereka naiki." (QS. Az-Zukhruf: 33)
Ayat ini menunjukkan bahwa kemewahan dunia bukan ukuran kemuliaan di sisi Allah.
Hadis-hadis yang Berkaitan
Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim)
Beliau juga bersabda:
"Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi." (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi)
Rasulullah SAW bersabda pula:
"Apabila anak Adam meninggal dunia, terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim)
Hadis Qudsi
Allah Ta'ala berfirman dalam hadis qudsi:
"Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan kezaliman itu haram di antara kalian.... Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua lapar kecuali yang Aku beri makan.... Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua sesat kecuali yang Aku beri petunjuk, maka mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya Aku beri petunjuk." (HR. Muslim)
Hadis ini mengajarkan bahwa ilmu, hidayah, dan petunjuk adalah karunia Allah, bukan hasil kecerdasan semata.
Relevansi dengan Kitab-kitab Akhlak dan Tasawuf
Pesan Ibnu Abbas sangat sejalan dengan nasihat dalam kitab-kitab seperti Ushfuriyah, Nashā'ihul 'Ibād, Daqā'iqul Akhbār, Irsyādul 'Ibād, dan Durratun Nāshihīn, yang berulang kali mengingatkan bahwa:
- Ilmu tanpa amal menjadi hujjah yang memberatkan.
- Harta tanpa syukur menjadi fitnah.
- Ilmu yang diamalkan melahirkan ma'rifat kepada Allah.
- Orang yang mencintai ilmu karena Allah akan dimuliakan di dunia dan akhirat.
- Kekayaan sejati adalah hati yang qana'ah dan dipenuhi cahaya ilmu.
Hikmah dan Pelajaran
- Ilmu merupakan warisan para nabi yang tidak akan pernah habis.
- Harta hanyalah titipan yang kelak akan dipertanggungjawabkan.
- Ilmu yang diamalkan semakin bertambah berkahnya ketika diajarkan.
- Harta akan habis dibelanjakan, tetapi ilmu terus mengalir pahalanya.
- Kemuliaan sejati bukan karena banyaknya harta, tetapi karena kedekatan kepada Allah.
- Orang berilmu akan tetap hidup melalui manfaat ilmunya meskipun jasadnya telah tiada.
Muhasabah
Renungkanlah dalam hati:
- Apakah aku lebih sibuk mencari harta daripada mencari ilmu agama?
- Apakah ilmuku sudah membimbingku menjadi lebih ikhlas dan rendah hati?
- Apakah hartaku mendekatkanku kepada Allah atau justru melalaikanku?
- Apakah aku telah mengajarkan ilmu yang Allah titipkan kepadaku?
- Jika hari ini Allah memanggilku, apakah yang lebih banyak kutinggalkan: harta atau ilmu yang bermanfaat?
Cara Bermuhasabah
- Luangkan waktu setiap malam untuk mengevaluasi niat dalam mencari rezeki dan ilmu.
- Tetapkan waktu khusus membaca Al-Qur'an, hadis, dan kitab-kitab ulama setiap hari.
- Amalkan setiap ilmu sebelum menyampaikan kepada orang lain.
- Sisihkan sebagian rezeki untuk sedekah sebagai bukti bahwa hati tidak diperbudak harta.
- Berdoalah agar Allah menjadikan ilmu sebagai cahaya yang membimbing amal.
Doa
Allahumma inni as'aluka 'ilman nāfi'an, wa rizqan ṭayyiban, wa 'amalan mutaqabbalan.
Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang Engkau terima.
Ya Allah, jadikanlah ilmu sebagai cahaya dalam hatiku, petunjuk dalam hidupku, penolong saat sakaratul maut, penerang di alam kuburku, pemberat timbangan amal kebaikanku, dan sebab aku memperoleh ridha serta surga-Mu. Jangan Engkau jadikan harta sebagai penguasa hatiku, tetapi jadikan ia sebagai sarana beribadah kepada-Mu. Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.
Ucapan Terima Kasih
Jazakumullāhu khairan katsīrā kepada semua yang telah meluangkan waktu untuk membaca dan mengamalkan nasihat ini. Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mencintai ilmu, mengamalkannya dengan ikhlas, menyebarkannya dengan hikmah, serta menjadikan ilmu sebagai cahaya yang mengantarkan kita menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Āmīn.
......
No comments:
Post a Comment