tanbihul ghofilin. 14 BAB 56 Tentang Keutamaan Menimba Ilmu.
Salim Abil Jad menyatakan: “Pertama aku dibeli tuanku seharga 300 dirham, lalu dimerdekakan, kemudian pertanyaan ditujukan pada diriku: “Apakah yang harus aku lakukan? Ketika itu aku memilih menimba ilmu, dan tidak lama kemudian seorang raja berkunjung ke rumahku, tetapi aku menolaknya.
Sewaktu Salih Murry bertamu kepada Raja, dipersilahkan duduk bersandarkan bantal, katanya:” Hasan menyatakan Ilmu itu meningkatkan kedudukan para bangsawan dan menjunjung budak ke tingkat merdeka.
Jika tidak demikian, maka siapakah yang mendudukan Salih Murry di dekat Raja, kalau bukan ilmu?
........
Ilmu yang Memerdekakan Jiwa, Bukan Sekadar Mengangkat Derajat
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Kisah Salim Abil Jad mengajarkan bahwa kemerdekaan sejati bukanlah ketika belenggu di tangan dilepas, tetapi ketika hati dibebaskan dari belenggu kebodohan, cinta dunia, dan ketergantungan kepada manusia.
Beliau pernah menjadi budak, lalu dimerdekakan. Saat diberi kebebasan memilih jalan hidup, beliau tidak mengejar kekayaan, jabatan, atau kemewahan. Beliau memilih menuntut ilmu. Bahkan ketika seorang raja ingin menemuinya, beliau tidak silau oleh kehormatan dunia. Hatinya telah merdeka karena mengenal Allah.
Begitu pula ucapan Hasan Al-Bashri yang disampaikan kepada Salih Al-Murri:
"Ilmu meninggikan derajat orang-orang mulia dan mengangkat budak ke derajat orang-orang merdeka."
Dalam perspektif Tasawuf (Tazkiyatun Nufūs), ilmu yang dimaksud bukan sekadar hafalan, tetapi ilmu yang melahirkan:
- rasa takut kepada Allah,
- tawadhu',
- zuhud terhadap dunia,
- ikhlas dalam beramal,
- dan akhlak yang mulia.
Orang yang ilmunya hanya memenuhi kepala, tetapi tidak membersihkan hati, belum mencapai hakikat ilmu.
Makna dan Hikmah (Ibrah)
- Kemerdekaan sejati adalah merdekanya hati dari hawa nafsu.
- Ilmu adalah jalan menuju kemuliaan dunia dan akhirat.
- Kemuliaan tidak diukur dari status sosial, tetapi dari ketakwaan.
- Orang berilmu tidak mencari kemuliaan di hadapan manusia, tetapi di sisi Allah.
- Semakin tinggi ilmu seseorang, semakin rendah hatinya (tawadhu').
Ayat Al-Qur'an yang Berkaitan
1. QS. Al-Mujādilah: 11
"...Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat."
2. QS. Fāṭir: 28
"Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama."
3. QS. Az-Zumar: 9
"Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?"
Hadis yang Berkaitan
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga."
(HR. Muslim)
Beliau juga bersabda:
"Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya."
(HR. Bukhari)
Hadis Qudsi yang Berkaitan
Allah Ta'ala berfirman:
"Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka Aku umumkan perang terhadapnya... Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya..."
(HR. Bukhari)
Hadis ini menunjukkan bahwa ilmu yang benar akan mengantarkan seorang hamba kepada maqam mahabbah (dicintai Allah).
Relevansi Zaman Sekarang
Di era media sosial, banyak orang berlomba mengejar popularitas, jumlah pengikut, dan pujian manusia. Namun para ulama salaf mengajarkan sebaliknya: kejar ilmu, bukan ketenaran; kejar ridha Allah, bukan tepuk tangan manusia.
Ilmu yang diberkahi akan membuat seseorang semakin rendah hati, bukan semakin merasa paling benar.
Muhasabah
Renungkanlah:
- Apakah aku belajar agama untuk diamalkan atau hanya untuk dipuji?
- Apakah aku lebih bangga dengan gelar daripada akhlak?
- Apakah aku kecewa ketika tidak dihargai manusia?
- Sudahkah ilmuku membuatku semakin dekat kepada Allah?
Cara Bertazkiyatun Nufūs
- Luruskan niat sebelum belajar.
- Amalkan setiap ilmu walaupun sedikit.
- Perbanyak membaca Al-Qur'an setiap hari.
- Duduk bersama para ulama dan orang-orang saleh.
- Biasakan tawadhu', menerima nasihat, dan menjauhi riya'.
- Berdoa agar Allah memberi ilmu yang bermanfaat.
Doa
اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي، وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي، وَزِدْنِي عِلْمًا، وَارْزُقْنِي الْإِخْلَاصَ وَالتَّوَاضُعَ، وَطَهِّرْ قَلْبِي مِنَ الْكِبْرِ وَالرِّيَاءِ، وَاجْعَلْ عِلْمِي حُجَّةً لِي لَا عَلَيَّ.
"Ya Allah, berilah aku manfaat dari ilmu yang telah Engkau ajarkan kepadaku, ajarkanlah kepadaku ilmu yang bermanfaat, tambahkanlah ilmuku, anugerahkan kepadaku keikhlasan dan kerendahan hati, bersihkanlah hatiku dari kesombongan dan riya', serta jadikanlah ilmuku sebagai hujah yang membelaku, bukan yang memberatkanku."
Penutup
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba yang mengejar ilmu untuk membersihkan jiwa, bukan untuk meninggikan diri; mencari ridha Allah, bukan pujian manusia; dan menjadi insan yang mulia karena ketakwaan, bukan karena kedudukan.
Jazakumullāhu khairan katsīrā kepada seluruh pembaca. Semoga Allah membalas setiap langkah dalam menuntut ilmu dengan cahaya, keberkahan, dan derajat yang tinggi di dunia maupun di akhirat. Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.
.....
No comments:
Post a Comment