tanbihul ghofilin. 18 BAB 56 Tentang Keutamaan Menimba Ilmu.
Pernyataan Abu Darda’:”Manusia hanya ada dua, Pertama: ” Pendidik (Ulama), Kedua:” Anak didik (santri, pelajar atau pengangsu ilmu) keduaduanya sama-sama berpahala, selain itu tiada gunanya (bagai sampah).
.......
Menjadi Pewaris Cahaya Ilmu: Jalan Tazkiyatun Nufus Menuju Ridha Allah
Pernyataan Sayyidina Abu Darda' radhiyallahu 'anhu:
"Manusia itu hanya ada dua golongan: alim (pendidik) dan muta'allim (pencari ilmu). Keduanya berada dalam kebaikan. Adapun selain keduanya, maka tidak ada kebaikan padanya."
Ungkapan ini mengandung pelajaran yang sangat dalam. Dalam pandangan tasawuf (Tazkiyatun Nufus), hidup seorang mukmin hendaknya selalu berada dalam lingkaran ilmu. Jika belum mampu menjadi guru, maka jadilah murid yang ikhlas. Jangan sampai hati puas dengan kebodohan, karena kebodohan adalah pintu masuk hawa nafsu dan tipu daya setan.
Imam-ulama tasawuf mengajarkan bahwa ilmu adalah cahaya, sedangkan hati yang bersih adalah tempat cahaya itu bersemayam. Semakin seseorang membersihkan hati dari riya', sombong, hasad, dan cinta dunia, semakin mudah ia menerima cahaya ilmu dari Allah.
Dalil Al-Qur'an
1. Allah mengangkat derajat orang berilmu
"...Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat."
(QS. Al-Mujadilah: 11)
2. Perintah untuk terus menambah ilmu
"Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu."
(QS. Thaha: 114)
3. Yang takut kepada Allah hanyalah orang berilmu
"Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama."
(QS. Fathir: 28)
Hadis Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga."
(HR. Muslim)
Beliau juga bersabda:
"Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya."
(HR. Bukhari)
Hadis Qudsi
Allah Ta'ala berfirman:
"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya..."
(HR. Bukhari)
Ilmu yang diamalkan akan mengantarkan seorang hamba kepada kedekatan dengan Allah, hingga memperoleh cinta-Nya.
Hikmah Tazkiyatun Nufus
- Ilmu yang benar membersihkan hati dari kebodohan.
- Belajar dengan ikhlas adalah ibadah sepanjang hayat.
- Mengajarkan ilmu merupakan sedekah yang pahalanya terus mengalir.
- Orang yang berhenti belajar akan mudah diperbudak hawa nafsu.
- Hati yang hidup selalu haus akan ilmu yang bermanfaat.
Muhasabah
Renungkanlah setiap hari:
- Apakah hari ini aku belajar sesuatu yang mendekatkanku kepada Allah?
- Apakah ilmuku sudah mengubah akhlakku menjadi lebih baik?
- Apakah aku telah mengajarkan walau satu ilmu yang bermanfaat?
- Apakah aku lebih banyak menghabiskan waktu untuk ilmu daripada perkara yang sia-sia?
Cara Mengamalkannya
- Niatkan belajar semata-mata karena Allah.
- Luangkan waktu setiap hari membaca Al-Qur'an dan kitab para ulama.
- Hadiri majelis ilmu secara rutin.
- Amalkan setiap ilmu sebelum menyampaikan kepada orang lain.
- Sampaikan ilmu walaupun hanya satu ayat atau satu pelajaran yang benar.
- Bergaullah dengan orang-orang saleh agar semangat menuntut ilmu tetap hidup.
Doa
اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي، وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي، وَزِدْنِي عِلْمًا، وَارْزُقْنِي الْإِخْلَاصَ فِي الْقَوْلِ وَالْعَمَلِ، وَاجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ.
Artinya:
"Ya Allah, berilah aku manfaat dari ilmu yang telah Engkau ajarkan kepadaku, ajarkanlah kepadaku ilmu yang bermanfaat, tambahkanlah ilmuku, karuniakan kepadaku keikhlasan dalam ucapan dan amal, serta jadikanlah aku termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh."
Penutup
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang selalu belajar, mengamalkan ilmu, dan mengajarkannya dengan ikhlas. Jangan sampai usia berlalu tanpa ilmu yang bermanfaat, karena kemuliaan seorang mukmin bukan terletak pada harta atau kedudukan, melainkan pada ilmu yang diamalkan dan akhlak yang lahir darinya.
Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan nasihat ini. Semoga Allah ﷻ melimpahkan rahmat, keberkahan ilmu, kelapangan hati, serta memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang berilmu, beramal, dan istiqamah hingga akhir hayat. Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.
.......
No comments:
Post a Comment