tanbihul ghofilin. 13 BAB 56 Tentang Keutamaan Menimba Ilmu.
Abdullah bin Mubarak ditanya: “Seandainya kamu diberitahukan bahwa: “Kamu akan mati nanti sore, maka jawaban apakah yang tepat bagimu? Jawabnya: “Aku akan menuntut ilmu”.
........
Menuntut Ilmu Hingga Hembusan Nafas Terakhir
Tazkiyatun Nufus: Ilmu sebagai Cahaya Menuju Husnul Khatimah
Perkataan bijak dari :
"Seandainya kamu diberitahukan bahwa kamu akan mati nanti sore, apakah yang akan kamu lakukan?" Beliau menjawab: "Aku akan menuntut ilmu."
Jawaban ini bukan menunjukkan bahwa beliau belum cukup berilmu, melainkan menggambarkan bahwa ilmu yang bermanfaat adalah bekal paling mulia untuk menghadap Allah. Dalam pandangan tasawuf, menuntut ilmu bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi membersihkan hati dari kebodohan, kesombongan, riya', dan kelalaian. Semakin dalam ilmu seseorang, semakin tunduk, takut, dan cinta kepada Allah.
Allah tidak menilai banyaknya usia, tetapi bagaimana usia itu diisi dengan ilmu yang melahirkan amal dan keikhlasan.
Dalil Al-Qur'an
1. QS. Thaha: 114
"...Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu."
Inilah satu-satunya perkara yang Allah perintahkan Nabi-Nya untuk meminta tambahan secara terus-menerus, yaitu ilmu.
2. QS. Az-Zumar: 9
"Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?"
3. QS. Al-Mujadilah: 11
"Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan yang diberi ilmu beberapa derajat."
Hadis Nabi ﷺ
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim)
Sabda beliau yang lain:
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya." (HR. Bukhari)
Hadis Qudsi
Allah Ta'ala berfirman:
"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya..." (HR. Bukhari)
Ilmu adalah penuntun agar ibadah dan pendekatan kepada Allah dilakukan dengan benar, ikhlas, dan penuh adab.
Perspektif Tasawuf (Tazkiyatun Nufus)
Para ulama tasawuf menjelaskan bahwa ilmu yang sejati adalah ilmu yang melahirkan:
- Hati yang semakin tawadhu'.
- Lisan yang semakin banyak berdzikir.
- Mata yang mudah menangis karena takut kepada Allah.
- Amal yang semakin ikhlas.
- Akhlak yang semakin lembut kepada sesama.
Ilmu tanpa amal ibarat pohon tanpa buah. Sebaliknya, amal tanpa ilmu mudah tersesat. Karena itu, seorang salik selalu belajar hingga akhir hayat.
Kitab-kitab seperti Nashaihul 'Ibad, Durratun Nasihin, Irsyadul 'Ibad, Daqa'iqul Akhbar, dan 'Usfuriyah berulang kali menekankan bahwa ilmu yang diamalkan menjadi cahaya di alam kubur, sedangkan ilmu yang ditinggalkan menjadi hujjah yang memberatkan pelakunya.
Relevansi di Zaman Sekarang
Di era kecerdasan buatan (AI), internet, media sosial, dan banjir informasi, ilmu yang benar menjadi semakin penting. Banyak orang cepat berbicara, tetapi sedikit yang mau belajar. Banyak yang mengejar popularitas, tetapi melupakan keikhlasan.
Seorang mukmin hendaknya menjadikan teknologi sebagai sarana memperdalam ilmu agama, bukan memperbanyak kelalaian. Setiap hari hendaknya ada waktu untuk membaca Al-Qur'an, hadis, kitab ulama, atau menghadiri majelis ilmu.
Muhasabah
Renungkanlah:
- Jika hari ini adalah hari terakhir hidupku, apakah aku masih ingin belajar tentang Allah?
- Apakah ilmuku sudah mengubah akhlakku?
- Apakah aku lebih banyak mencari ilmu atau lebih banyak mencari pujian?
- Sudahkah ilmuku mengantarkanku semakin dekat kepada Allah?
Cara Bermuhasabah
- Niatkan belajar hanya karena Allah.
- Luangkan waktu setiap hari untuk membaca Al-Qur'an dan ilmu agama.
- Amalkan setiap ilmu meskipun sedikit.
- Hadiri majelis ilmu dan berkumpul dengan orang-orang saleh.
- Perbanyak istighfar agar Allah membuka pintu pemahaman.
- Berdoa agar diwafatkan dalam keadaan berilmu, beramal, dan ikhlas.
Doa
اللَّهُمَّ زِدْنِي عِلْمًا نَافِعًا، وَارْزُقْنِي عَمَلًا صَالِحًا، وَاجْعَلْ عِلْمِي حُجَّةً لِي لَا عَلَيَّ، وَاخْتِمْ لِي بِالْحُسْنَى، وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ.
Artinya:
"Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu yang bermanfaat, karuniakanlah kepadaku amal yang saleh, jadikanlah ilmuku sebagai pembela bagiku, bukan yang memberatkanku, wafatkanlah aku dengan husnul khatimah, dan kumpulkanlah aku bersama orang-orang yang saleh."
Penutup
Marilah kita meneladani semangat . Selama nafas masih berhembus, jangan pernah berhenti belajar, memperbaiki diri, dan mendekat kepada Allah. Sebab, ilmu yang disertai keikhlasan adalah cahaya yang akan menerangi hati di dunia, kubur, hingga mengantarkan pemiliknya menuju surga.
Jazakumullahu khairan katsiran. Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa mencintai ilmu, mengamalkannya dengan ikhlas, membersihkan jiwa (tazkiyatun nufus), serta diwafatkan dalam keadaan membawa cahaya iman dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
.......
No comments:
Post a Comment