Senin, 27 April 2026

102ri. LARANGAN BERBUAT KIKIR

 [26/4 18:04] Budi Ferza Jamaah: 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB RIYADHUSH SHALIHIN BAB 61, LARANGAN BERBUAT KIKIR*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

AHAD,  09 DZULKA'DA 1447 H / 26 APRIL 2026


⏰  BA'DA MAGRIB - SELESAI 


TEMPAT  :

* DI Masjid Ash Shiddiq, Jl. Raya Kalijaten No. 94, Taman, Sepanjang, Sidoarjo


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/xQqAMul8c5E?si=W6qV5a2Ek_aa1vON

[27/4 09:01] Budi Ferza Jamaah: 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB HISNUL MUSLIM : KEUTAMAAN DZIKIR (18), DOA BANGKIT DARI RUKUK*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

SENIN,  09 DZULKA'DA 1447 H / 27 APRIL 2026


⏰  BA'DA 08.30 - SELESAI 


TEMPAT  :

* DI PERUM. BUMI CITRA FAJAR, JL. SEKAWAN MOLEK RAYA C 5, SIDOARJO


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/27BPYcmVqJw?si=Ncce-j_7PJvyBRip

.........

🕌 KITAB RIYĀDHUSH SHĀLIHĪN – BAB 61: LARANGAN BERBUAT KIKIR (BUKHUL)


1. Makna (Tafsir) Isi Redaksi

Dalam Bab ini, Imam An-Nawawi رحمه الله menghimpun ayat dan hadis yang menegaskan bahwa kikir (bakhil) adalah penyakit hati yang membuat seseorang menahan hak orang lain, enggan berbagi, dan terlalu mencintai dunia.

Secara tasawuf:
Kikir bukan sekadar tidak memberi, tetapi hati yang terikat pada dunia dan tidak percaya penuh pada janji Allah.

Orang yang kikir sebenarnya:

  • Takut miskin
  • Ragu pada rezeki Allah
  • Lebih mencintai harta daripada ridha-Nya

Padahal hakikatnya:

Harta itu titipan, bukan milik mutlak.


2. Hukum (Ahkām)

  • Kikir terhadap kewajiban (zakat, nafkah) → HARAM
  • Kikir terhadap sunnah (sedekah, infak) → TERCELA (makruh mendekati haram)
  • Dermawan (sakhā’) → TERPUJI & dianjurkan (sunnah muakkadah)

3. Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)

  • Kikir adalah pintu kehancuran hati
  • Sedekah adalah pembersih jiwa (tazkiyah)
  • Harta yang ditahan → akan jadi penyesalan
  • Harta yang diberikan → menjadi simpanan akhirat

4. Dalil (Qur’an – Hadis – Hadis Qudsi)

Al-Qur’an:

“Dan janganlah orang-orang yang bakhil dengan apa yang Allah berikan kepada mereka menyangka bahwa itu baik bagi mereka, padahal itu buruk bagi mereka.”
(QS. Ali ‘Imran: 180)

“Setan menjanjikan kamu kemiskinan…”
(QS. Al-Baqarah: 268)


Hadis Nabi ﷺ:

“Jauhilah sifat kikir, karena kikir telah membinasakan orang-orang sebelum kalian.”
(HR. Muslim)

“Tangan di atas (memberi) lebih baik daripada tangan di bawah (meminta).”
(HR. Bukhari-Muslim)


Hadis Qudsi:

“Wahai anak Adam, berinfaklah, niscaya Aku akan memberi kepadamu.”
(HR. Bukhari-Muslim)


5. Analisis & Argumentasi (Tasawuf)

Dalam ilmu Tazkiyatun Nufūs, kikir berasal dari:

  • Hubbuddunya (cinta dunia)
  • Su’uzhan kepada Allah
  • Ketergantungan pada sebab, bukan kepada Musabbib (Allah)

Secara logika iman:

  • Jika Allah yang memberi → kenapa takut berkurang?
  • Jika mati pasti → kenapa menumpuk?

Kikir = lemahnya tauhid
Dermawan = kuatnya keyakinan kepada Allah


6. Amalan (Implementasi)

Latihan membersihkan kikir:

  1. Sedekah harian, walau Rp 1.000
  2. Dahulukan memberi saat merasa berat
  3. Biasakan memberi tanpa diminta
  4. Niatkan setiap pemberian sebagai “tabungan akhirat”
  5. Dekat dengan orang-orang dermawan

7. Relevansi di Zaman Sekarang

Fenomena hari ini:

  • Flexing harta di media sosial, tapi pelit berbagi
  • Banyak orang kaya tapi tidak peduli sekitar
  • Takut miskin padahal hidup konsumtif

Ironinya: 👉 Banyak orang miskin lebih mudah bersedekah daripada orang kaya

Kikir hari ini sering tersembunyi dalam bentuk:

  • Menunda sedekah
  • Hitung-hitungan pahala
  • Memberi tapi ingin dipuji

8. Motivasi

Ingat:

  • Yang kamu makan → habis
  • Yang kamu pakai → rusak
  • Yang kamu sedekahkan → kekal

Orang dermawan: ➡ Dicintai Allah
➡ Dicintai manusia
➡ Didoakan malaikat


9. Muhasabah & Caranya

Tanya diri:

  • Apakah saya berat saat diminta bantuan?
  • Apakah saya takut miskin saat bersedekah?
  • Apakah saya lebih senang menumpuk daripada memberi?

Cara memperbaiki:

  • Paksa diri memberi walau berat
  • Renungkan kematian
  • Ingat: ahli waris yang akan menikmati harta kita

10. Dampak (Kemuliaan & Kehinaan)

Di Dunia:

  • Dermawan → hati lapang, hidup berkah
  • Kikir → gelisah, sempit, tidak tenang

Di Alam Kubur:

  • Sedekah menjadi cahaya dan penolong
  • Harta yang ditahan → jadi penyesalan

Di Hari Kiamat:

  • Harta akan ditanya
  • Orang kikir disiksa dengan hartanya

Di Akhirat:

  • Dermawan dekat dengan surga
  • Kikir dekat dengan neraka

11. Doa

اللّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوْبَنَا مِنَ الْبُخْلِ، وَارْزُقْنَا قَلْبًا سَخِيًّا، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُنْفِقِيْنَ فِي سَبِيْلِكَ

“Ya Allah, bersihkan hati kami dari sifat kikir, karuniakan kami hati yang dermawan, dan jadikan kami termasuk orang-orang yang gemar berinfak di jalan-Mu.”


12. Penutup

Semoga kita termasuk hamba yang ringan tangan dalam memberi dan bersih hatinya dari cinta dunia yang berlebihan.

Terima kasih telah membaca.
Semoga menjadi amal jariyah dan pengingat bagi kita semua. 🤲


1028ai. Penyesalan yang Terlambat



 Bismillahirahmanirrahim.

Ahad, 26 April 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat  para penikmat ilmu. Ini ada oleh-oleh maghrib'an dari Mushola baitul muksinin, nyantri bareng Ust. A. Zubaidi, kupas tipis-tipis kitab Tafsir Al Ibriz (Kyai Bisri Mustofa) – Edisi 1028:

.........

QS. Al-Fajr : 24

يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ قَدَّمْتُ لِحَيَاتِيْۚ ۝٢٤

yaqûlu yâ lfaitanî qaddamtu liḫayâtî

Dia berkata, “Oh, seandainya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini!”

.........

🕌 Penyesalan yang Terlambat – QS. Al-Fajr: 24


📖 Ayat

يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ قَدَّمْتُ لِحَيَاتِيْ
"Dia berkata: ‘Wahai, seandainya dahulu aku telah berbuat untuk hidupku ini.’”


1. Makna (Tafsir al-Ibrīz – Isyarat Tasawuf)

Dalam pendekatan tasawuf, ayat ini bukan sekadar penyesalan biasa, tetapi jeritan ruh yang tersadar setelah tertipu dunia.

  • “Liḥayātī” (untuk hidupku) → bukan hidup dunia, tapi hidup hakiki (akhirat)
  • Penyesalan muncul ketika:
    • hijab dunia tersingkap
    • hakikat amal terlihat
    • waktu sudah tidak bisa diulang

Tafsir isyari:
➡️ Manusia selama di dunia mengira hidup itu sekarang.
➡️ Tapi saat mati, baru sadar: hidup sebenarnya baru dimulai.


2. Hukum (Ahkām)

  • Wajib: mempersiapkan bekal akhirat (iman, amal shalih)
  • Haram: menunda taubat dan meremehkan amal
  • Makruh/tercela: sibuk dunia hingga melupakan akhirat

➡️ Kaidah: Menunda kebaikan = membuka pintu penyesalan.


3. Hikmah & Pelajaran (Ibrah)

  • Waktu adalah modal, bukan sekadar alat
  • Dunia hanyalah ladang, bukan tujuan
  • Penyesalan terbesar bukan karena miskin, tapi kurang amal
  • Kesempatan hanya ada sebelum kematian

4. Dalil Pendukung

Al-Qur’an

  • “Kembalikanlah aku agar aku beramal shalih…” (Al-Mu’minun: 99-100)
    ➡️ Tapi permintaan itu ditolak

Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara…”
(HR. Hakim)

Hadis Qudsi

“Wahai anak Adam, Aku ciptakan waktu untukmu, tapi engkau habiskan untuk selain-Ku.”


5. Analisis & Argumentasi (Tasawuf)

Mengapa manusia menyesal?

Karena 3 penyakit hati:

  1. Ghaflah (lalai) → merasa hidup lama
  2. Hubbud dunya (cinta dunia) → menunda amal
  3. Taswif (nanti-nanti) → musuh terbesar taubat

➡️ Dalam tasawuf:
Penyesalan di akhirat adalah hasil kelalaian di dunia.


6. Amalan (Implementasi)

  • Dzikir harian: “Allahumma la taj’al ad-dunya أكبر همنا”
  • Shalat tepat waktu + berjamaah
  • Sedekah rutin walau kecil
  • Minimal 1 amal akhirat setiap hari
  • Taubat sebelum tidur

7. Relevansi Zaman Sekarang

Fenomena viral:

  • Sibuk konten, lupa konten amal
  • Kejar popularitas, lupa akhirat
  • Scroll tanpa henti, hati kosong

➡️ Zaman sekarang:
Banyak yang hidup “sibuk”, tapi tidak “hidup” untuk akhirat.


8. Motivasi

Bayangkan:

  • Semua yang kita kumpulkan akan ditinggal
  • Tapi amal sekecil apapun akan dibawa

➡️ Jangan tunggu sadar saat sudah terlambat

Hari ini masih bisa berkata: “Aku akan beramal.”
Besok bisa jadi hanya berkata: “Seandainya…”


9. Muhasabah & Caranya

Pertanyaan:

  • Sudahkah aku punya bekal untuk mati?
  • Jika malam ini wafat, apa yang kubawa?

Cara:

  1. Evaluasi harian (sebelum tidur)
  2. Tulis dosa & taubat
  3. Bandingkan waktu dunia vs akhirat
  4. Kurangi yang tidak bermanfaat

10. Kemuliaan & Kehinaan

🌿 Di Dunia

  • Mulia: hati tenang, hidup terarah
  • Hina: gelisah, kosong meski kaya

⚰️ Di Alam Kubur

  • Mulia: kubur luas, bercahaya
  • Hina: sempit, gelap, penuh penyesalan

🔥 Di Hari Kiamat

  • Mulia: wajah berseri
  • Hina: berkata “ya laytani…”

🌸 Di Akhirat

  • Mulia: surga, ridha Allah
  • Hina: neraka dan penyesalan abadi

11. Doa

اللهم لا تجعلنا من النادمين يوم القيامة
اللهم ارزقنا توبة نصوحا قبل الموت
اللهم اجعل أعمالنا زادا لحياتنا الأبدية

“Ya Allah, jangan jadikan kami termasuk orang yang menyesal di hari kiamat.
Karuniakan kami taubat sebelum mati, dan jadikan amal kami bekal untuk hidup abadi.”


12. Penutup

Hidup ini singkat, tapi akibatnya panjang.
Jangan tunggu penyesalan menjadi kalimat terakhir.


🙏 Ucapan Terima Kasih

Jazakumullahu khairan kepada para pembaca.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang yang menyiapkan hidup sebelum hidup yang sebenarnya dimulai.


📌 Pesan Akhir:
Hari ini adalah kesempatan.
Besok bisa jadi penyesalan.

.......

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tetap semangat, semoga bermanfaat selalu.

—M. Djoko EkasanU—

...........


---


Bismillahirrahmanirrahim.


Ahad, 26 April 2026


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Halo para pecinta ilmu hits! Kali ini ada oleh-oleh magriban dari Mushola Baitul Muksinin, ngaji santai bareng Ust. A. Zubaidi, bahas tipis-tipis Kitab Tafsir Al Ibriz (Kyai Bisri Mustofa) – Edisi 1028:


.........


QS. Al-Fajr : 24


يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ قَدَّمْتُ لِحَيَاتِيْۚ ۝٢٤


yaqûlu yâ laitanî qaddamtu liḫayâtî


"Dia berkata, “Oh, seandainya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini!”"


.........


🕌 Penyesalan yang Kelewat Batas – QS. Al-Fajr: 24


📖 Artinya (dari kitab):


"Dia berkata: ‘Wahai, seandainya dulu aku sudah berbuat untuk hidupku ini.’”


---


1. Makna versi Tasawuf (Al-Ibrīz)


Dalam pendekatan tasawuf, ayat ini bukan sekadar nyesel biasa, tapi jeritan jiwa yang tersadar setelah dibodohi dunia.


Kata "liḥayātī" (untuk hidupku) → bukan hidup dunia, melainkan hidup asli (akhirat).


Penyesalan muncul saat:


· Tirai dunia kebuka

· Hakikat amal keliatan

· Waktu udah ga bisa diulang


Tafsir isyarinya:

➡️ Manusia selama di dunia ngira hidup ya yang sekarang.

➡️ Pas mati, baru sadar: hidup sebenarnya baru mulai.


---


2. Hukum (Ahkām)


· Wajib: siapin bekal akhirat (iman, amal shalih)

· Haram: nunda taubat dan meremehkan amal

· Makruh/tercela: sibuk dunia sampe lupa akhirat


➡️ Kaidahnya: Nunda kebaikan = buka pintu penyesalan.


---


3. Hikmah & Pelajaran


· Waktu itu modal, bukan sekadar alat

· Dunia cuma ladang, bukan tujuan

· Penyesalan paling gede bukan karena miskin, tapi karena kurang amal

· Kesempatan cuma ada sebelum mati


---


4. Dalil Pendukung (teks asli, ga di-gaul-in)


Al-Qur’an:

“Kembalikanlah aku agar aku beramal shalih…” (Al-Mu’minun: 99-100)

➡️ Tapi permintaan itu ditolak.


Hadis:

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara…” (HR. Hakim)


Hadis Qudsi:

“Wahai anak Adam, Aku ciptakan waktu untukmu, tapi engkau habiskan untuk selain-Ku.”


---


5. Analisis & Argumen (Tasawuf)


Kenapa manusia bisa nyesel?

Karena 3 penyakit hati:


· Ghaflah (lalai) → merasa hidup masih lama

· Hubbud dunya (cinta dunia) → suka nunda amal

· Taswif (nanti-nanti) → musuh terbesar taubat


➡️ Dalam tasawuf:

Penyesalan di akhirat adalah buah kelalaian di dunia.


---


6. Amalan (Yuk langsung praktekin)


· Dzikir harian: “Allahumma la taj’al ad-dunya akbara hammina”

· Shalat tepat waktu + berjamaah

· Sedekah rutin walau kecil

· Minimal 1 amal akhirat setiap hari

· Taubat sebelum tidur


---


7. Relevansi Zaman Now


Fenomena viral:


· Sibuk bikin konten, lupa bikin amal

· Kejar popularitas, lupa akhirat

· Scroll tanpa henti, hati kosong melompong


➡️ Jaman sekarang:

Banyak yang hidup “sibuk”, tapi ga “hidup” buat akhirat.


---


8. Motivasi (Ciee yang butuh semangat)


Bayangin:

Semua yang kita kumpulin bakal ditinggal.

Tapi amal sekecil apapun bakal dibawa.


➡️ Jangan nunggu sadar pas udah telat.

Hari ini masih bisa bilang: “Aku mau beramal.”

Besok bisa jadi cuma bisa bilang: “Seandainya…”


---


9. Muhasabah & Caranya


Tanya ke diri sendiri:


· Udah punya bekal buat mati belum?

· Kalau malam ini wafat, apa yang aku bawa?


Caranya:


· Evaluasi harian (sebelum tidur)

· Tulis dosa & taubat

· Bandingin waktu dunia vs akhirat

· Kurangin yang ga bermanfaat


---


10. Kemuliaan & Kehinaan


🌿 Di Dunia


· Mulia: hati tenang, hidup terarah

· Hina: gelisah, kosong meski kaya


⚰️ Di Alam Kubur


· Mulia: kubur luas, bercahaya

· Hina: sempit, gelap, penuh nyesel


🔥 Di Hari Kiamat


· Mulia: wajah berseri-seri

· Hina: bilang “ya laitanî…”


🌸 Di Akhirat


· Mulia: surga, ridha Allah

· Hina: neraka dan penyesalan abadi


---


11. Doa (Yuk aminkan)


Allahumma la taj’alna minan nadimin yaumal qiyamah.

Allahummarzuqna taubatan nashuha qablal maut.

Allahummaj’al a’malana zadan lihayyatinal abadiyyah.


Artinya:

“Ya Allah, jangan jadikan kami termasuk yang nyesel di hari kiamat.

Kasih kami taubat sebelum mati, dan jadikan amal kami bekal buat hidup abadi.”


---


12. Penutup (Gaskeun)


Hidup ini singkat, tapi akibatnya panjang.

Jangan tunggu penyesalan jadi kalimat terakhir.


🙏 Jazakumullahu khairan buat para pembaca.

Semoga Allah jadikan kita termasuk orang yang nyiapin hidup sebelum hidup yang beneran dimulai.


📌 Pesan akhir:

Hari ini adalah kesempatan.

Besok bisa jadi penyesalan.


.......


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Tetap semangat, semoga manfaat selalu.


— M. Djoko EkasanU —