MERANGKAK KARENA CINTA, BUKAN KARENA TERPAKSA
.............
Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.
...............
Bismillāhirraḥmānirraḥīm.
Jumat, 23 Okt. 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh Isya' an dari Mushola An Nur, nyantri bareng Ust. Mujib, kupas tipis tipis kitab Irsyadul Ibad (Karya Zainuddin Al-Malibari) :
.........
Anas r.a. berkata Ketika A'isyah r.a. dirumahnya, tiba-tiba mendengar suara getaran (goncangan) diluar, maka ia bertanya: Suara apakah itu ? Dijawab: Itu suara gafilah milik Abdurrahman bin Auf r.a. yang baru tiba dari Syam membawa dagangan kira-kira tuju ratus onta, sehingga menimbulkan suara sedemikian dikota Madinah, lalu siti A'isyah r.a. berkata: Saya telah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: Saya telah melihat Abdurrahman bin Aut r.a. masuk sorga sambil merangkak. Keterangan ini sampai kepada Abdurrahman bin Auf r.a. lalu ia berkata: Jika dapat aku akan usaha untuk masuk sambil berdiri, lalu kan fisabilillah. semua onta dengan muatan yang baru datang itu disedekahkan fisabilillah.
..............
1. Rahasia Hikmah
Kisah Abdurrahman bin Auf ini bukan sekadar cerita orang kaya yang sedekah 700 unta. Jauh di balik itu, ada rahasia hati yang bikin merinding: beliau tidak mau masuk surga dengan cara yang "gampang". Kalau memang harus merangkak, beliau ingin merangkak sambil berusaha berdiri. Artinya, ada kerinduan untuk memberi yang terbaik, bukan sekadar yang sisa. Hikmahnya simpel: harta itu titipan, dan surga itu diperjuangkan, bukan diwariskan. Tujuan akhirnya bukan pamer sedekah, tapi supaya hati bersih dari cinta dunia yang berlebihan.
2. Nasehat
· Ayat Qur'an: "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 261)
· Hadis Shahih: Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidaklah harta itu berkurang karena sedekah." (HR. Muslim)
· Hadis Qudsi: Allah berfirman, "Wahai anak Adam, berinfaklah, niscaya Aku akan berinfak kepadamu." (HR. Bukhari)
3. Makrifatnya, Hakekatnya, Tarekahnya
Makrifatnya: sadar bahwa yang bikin kita "merangkak" di surga nanti bukan karena dosa, tapi karena terlalu ringannya langkah karena harta yang tersedekahkan. Hakekatnya, sedekah itu bukan mengurangi dompet, tapi menambah berat timbangan kebaikan. Tarekahnya di zaman now: kalau dapat rezeki nomplok, jangan langsung scroll marketplace. Sisihkan dulu "hak Allah" sebelum "hak checkout". Kalau ingin viral, viral-kanlah kebaikan, bukan sekadar gaya.
4. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya
Dalam tasawuf, ini bagian dari tazkiyatun nufus—membersihkan jiwa dari sifat bakhil (pelit). Muhasabah-nya: coba tanya diri, "Kalau hari ini aku mati, harta apa yang benar-benar sudah jadi milikku?" Jawabannya cuma yang sudah disedekahkan. Caranya: mulai dari yang kecil tapi rutin. Gak perlu nunggu kaya Abdurrahman bin Auf. Sedekah Rp10.000 dengan ikhlas lebih "berat" di langit daripada Rp1 Miliar tapi sambil pamer di story.
5. Doa
"Ya Allah, jadikanlah harta yang Engkau titipkan kepada kami sebagai jalan mendekat kepada-Mu, bukan jalan menjauh dari-Mu. Bersihkan hati kami dari cinta dunia yang berlebihan. Jika Engkau izinkan kami masuk surga, izinkanlah kami masuk dengan wajah berseri, bukan karena terpaksa. Aamiin."
6. Ucapan Terima Kasih dan Maaf
Terima kasih untuk semua guru, ustadz, dan sahabat yang sudah mengingatkan dengan cara yang lembut. Maaf jika tulisan ini ada salah kata, kurang sopan, atau terlalu lancang membahas kisah para sahabat. Semua kebaikan datang dari Allah, semua kekurangan dari saya sendiri.
---
Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.
#TazkiyatunNufus #SedekahTanpaRiya #AbdurrahmanBinAuf #MuhasabahHati #MenataHati
..............
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga bermanfa'at selalu.
—M. Djoko ekasanU—

Tidak ada komentar:
Posting Komentar