Thursday, June 4, 2026

309irs. Meniti Jalan Ma'rifat Tanpa Meninggalkan Syariat

 1069

Pasal Murtad.

Sehingga dia bisa berbuat sekehendaknya sendiri tanpa terikat dengan ajaran agama. Begitu juga kafirlah seseorang yang menghina pada Allah atau Nabi-Nya, perintah-Nya, larangan-Nya, janji-Nya, ancaman-Nya, atau meremehkan nama dan kedudukan Allah swt atau mencerca sifat-sifat-Nya seperti dia berkata: ‘Sesungguhnya Allah adalah pemalas.’

Atau merubah kalimat-kalimat Alquran atau menambah kalimat yang semestinya tidak termasuk di dalam Alquran dengan mengitikadkan bahwa kalimat yang ditambah itu dari Allah semata. Atau dia membaca bismillah sewaktu meminum khomer atau sewaktu berzina.

..........

Saya perlu memberi satu catatan penting terlebih dahulu: pernyataan yang Anda kutip merupakan penjelasan dari kitab fikih/akidah tentang ucapan atau keyakinan yang dapat mengeluarkan seseorang dari Islam. Penetapan bahwa seseorang benar-benar kafir (takfir) terhadap individu tertentu bukanlah hak orang awam, melainkan memerlukan terpenuhinya syarat-syarat dan hilangnya penghalang menurut para ulama. Nasihat berikut difokuskan pada penjagaan akidah dan penyucian jiwa (Tazkiyatun Nufūs).

........

Meniti Jalan Ma'rifat Tanpa Meninggalkan Syariat

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji hanya milik Allah SWT. Semakin tinggi seseorang mendaki tangga ruhani, semakin dalam pula rasa takutnya kepada Allah. Orang yang benar-benar mengenal Allah (ma'rifah) justru semakin rendah hati, semakin tunduk kepada syariat, dan semakin banyak ibadahnya. Sebaliknya, nafsu sering membisikkan bahwa seseorang telah mencapai "derajat khusus" sehingga merasa bebas dari perintah dan larangan Allah. Inilah tipu daya yang sangat berbahaya.

Para ulama tasawuf menegaskan bahwa hakikat tidak pernah bertentangan dengan syariat. Siapa yang mengaku telah mencapai kedekatan kepada Allah sehingga tidak lagi wajib shalat, puasa, atau merasa halal melakukan yang diharamkan, maka ia telah mengikuti hawa nafsu, bukan cahaya hidayah.

Dalil Al-Qur'an

1. QS. Al-Hijr: 99

"Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu al-yaqin (kematian)."

Ayat ini menunjukkan bahwa kewajiban beribadah berlangsung hingga akhir hayat.

2. QS. An-Nisa': 65

"Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman hingga mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan..."

Keimanan menuntut ketundukan kepada syariat Rasulullah ﷺ.

3. QS. Ali 'Imran: 31

"Katakanlah: Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu."

Cinta kepada Allah dibuktikan dengan mengikuti Rasulullah ﷺ, bukan dengan mengaku memiliki kedudukan istimewa.

Hadis yang Berkaitan

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dikerjakan secara terus-menerus meskipun sedikit." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Beliau sendiri, manusia yang paling dekat dengan Allah, tetap memperbanyak shalat malam hingga kedua kaki beliau bengkak. Ketika ditanya mengapa demikian, beliau menjawab:

"Tidakkah aku ingin menjadi hamba yang banyak bersyukur?" (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Ini menjadi bukti bahwa semakin tinggi maqam seseorang, semakin besar pula ibadah dan rasa syukurnya.

Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya." (HR. al-Bukhari)

Hadis qudsi ini menunjukkan bahwa jalan menuju kedekatan dengan Allah adalah dengan memperbanyak ketaatan, bukan meninggalkan syariat.

Hikmah Tazkiyatun Nufus

  • Ma'rifat yang benar melahirkan tawadhu', bukan kesombongan.
  • Karamah bukan tujuan ibadah; istiqamah jauh lebih utama daripada mengejar pengalaman luar biasa.
  • Nafsu paling berbahaya adalah merasa diri sudah suci dan tidak lagi membutuhkan ibadah.
  • Semakin mengenal Allah, semakin merasa banyak kekurangan dan semakin rajin bertaubat.
  • Jalan para nabi, para sahabat, dan para wali selalu berada di bawah naungan Al-Qur'an dan Sunnah.

Relevansi Zaman Sekarang

Di era media sosial, tidak sedikit orang mengaku memperoleh ilham khusus, bertemu Allah, bebas dari syariat, atau merasa semua agama sama karena telah mencapai "hakikat". Klaim seperti ini sering menyesatkan orang yang belum memiliki dasar ilmu.

Tasawuf yang lurus mengajarkan:

  • Syariat adalah pondasi.
  • Tarekat adalah jalan.
  • Hakikat adalah buah.
  • Ma'rifat adalah anugerah Allah.

Buah tidak mungkin ada tanpa pohon dan akar.

Muhasabah

Renungkanlah dalam hati:

  • Apakah aku masih merasa membutuhkan shalat, dzikir, dan taubat setiap hari?
  • Apakah aku pernah merasa lebih suci daripada orang lain?
  • Apakah aku mencari kemuliaan di hadapan manusia atau ridha Allah?
  • Apakah aku belajar agama kepada ulama yang lurus atau hanya mengikuti perasaan?

Cara Bermuhasabah

  1. Perbaharui niat sebelum setiap ibadah.
  2. Istiqamah menjaga shalat lima waktu berjamaah (bagi laki-laki jika mampu).
  3. Perbanyak istighfar minimal 100 kali setiap hari.
  4. Membaca Al-Qur'an dengan tadabbur setiap hari.
  5. Berkumpul dengan ulama dan orang-orang saleh.
  6. Menolak setiap bisikan yang membuat diri merasa lebih tinggi daripada syariat.

Doa

اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك، اللهم أرنا الحق حقا وارزقنا اتباعه، وأرنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه، ولا تجعلنا ممن اغتر بنفسه أو بعلمه، واجعلنا من عبادك المخلصين المتواضعين. آمين.

Artinya:

"Ya Allah, Dzat Yang Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu. Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran sebagai kebenaran dan karuniakanlah kemampuan untuk mengikutinya. Tunjukkanlah kepada kami kebatilan sebagai kebatilan dan karuniakanlah kemampuan untuk menjauhinya. Janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang yang tertipu oleh dirinya atau ilmunya. Jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang ikhlas, tawadhu', dan istiqamah. Aamiin."

Penutup

Semoga Allah SWT menjaga akidah kita, membersihkan hati kita dari kesombongan, menjadikan kita hamba yang istiqamah di atas syariat hingga akhir hayat, serta mengumpulkan kita bersama Rasulullah ﷺ, para shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh.

Jazakumullahu khairan katsiran atas kesediaan membaca dan menyebarkan nasihat ini. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, serta menjadi sebab bertambahnya iman, ilmu, dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

والله أعلم بالصواب

........


No comments: