Thursday, June 4, 2026

308irs. Jangan Tertipu Klaim Maqam: Semakin Dekat kepada Allah, Semakin Tunduk kepada Syariat

 1068

Pasal Murtad.

Padahal dia sendiri belum meninggal dunia atau mengaku bahwa Allah swt telah mengajak bicara padanya dengan terang-terangan atau mengaku bahwa Allah swt telah menampakkan dirinya pada orang tersebut. Ada langkah lagi yang membikin seseorang menjadi kafir apabila mengaku Allah swt telah memberi makan dan minum padanya secara langsung.

Atau Allah swt telah menggugurkan padanya perkara haram, sehingga untuk dia khusus diperbolehkan melakukan perkara yang sudah jelas diharamkan. Atau mempunyai pendapat bahwa seseorang bisa mendekatkan diri kepada Allah swt sekalipun tanpa menggunakan jalan ibadah. Atau mengaku bahwa dia sudah mencapai derajat yang bisa menggugurkan segala beban keagamaan.

.......

Preambul: Berikut adalah naskah nasihat yang utuh dalam perspektif tasawuf (Tazkiyatun Nufūs), dengan tetap berpegang kepada akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah. Dalam tasawuf yang benar, semakin tinggi maqam seorang hamba, semakin besar rasa takutnya kepada Allah, semakin tawadhu', dan semakin kuat komitmennya terhadap syariat.

.........

Jangan Tertipu Klaim Maqam: Semakin Dekat kepada Allah, Semakin Tunduk kepada Syariat

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Dalam perjalanan menuju Allah, musuh terbesar seorang hamba bukan hanya maksiat, tetapi juga merasa telah sampai. Ketika seseorang mengaku telah mencapai derajat yang membuatnya bebas dari syariat, merasa Allah berbicara kepadanya secara langsung sebagai dasar hukum baru, menganggap dirinya memperoleh keistimewaan sehingga halal baginya sesuatu yang telah Allah haramkan, atau merasa ibadah tidak lagi diperlukan, maka ia telah berada di tepi jurang kesesatan yang sangat berbahaya.

Tasawuf yang benar tidak pernah mengajarkan gugurnya syariat. Justru para wali Allah adalah orang-orang yang paling menjaga shalat, puasa, zikir, kejujuran, amanah, dan adab kepada Allah serta kepada sesama manusia.

Makna

Hakikat tazkiyatun nufūs adalah membersihkan hati dari kesombongan, ujub, dan tipu daya nafsu. Salah satu tipu daya terbesar adalah merasa diri memiliki kedudukan khusus di sisi Allah sehingga tidak lagi terikat dengan perintah dan larangan-Nya.

Semakin dekat seorang hamba kepada Allah, semakin ia merasa hina di hadapan-Nya, bukan semakin merasa istimewa.

Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)

  • Orang yang benar-benar mengenal Allah akan semakin takut melanggar syariat-Nya.
  • Karamah bukan tujuan, apalagi dijadikan alasan meninggalkan kewajiban.
  • Semua ilham harus ditimbang dengan Al-Qur'an dan Sunnah.
  • Nafsu sering menyamar dengan pakaian "kesucian" agar manusia tertipu.
  • Istiqamah lebih mulia daripada mencari pengalaman-pengalaman luar biasa.

Al-Qur'an yang Berkaitan

1. QS. Al-Hijr: 99

"Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu al-yaqin (kematian)."

Ayat ini menunjukkan bahwa kewajiban beribadah tidak gugur selama seseorang masih hidup.

2. QS. An-Nisa': 65

"Mereka tidak beriman hingga menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan."

3. QS. Ali 'Imran: 31

"Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu."

Hadis yang Berkaitan

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barang siapa mengada-adakan perkara baru dalam urusan kami ini yang bukan darinya, maka perkara itu tertolak."

( dan )

Beliau juga bersabda:

"Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya."

()

Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya."

(Hadis qudsi riwayat )

Hadis ini menunjukkan bahwa kedekatan kepada Allah justru dicapai dengan memperbanyak ibadah, bukan meninggalkannya.

Relevansi Saat Ini

Di era media sosial, tidak sedikit orang mengaku mendapat ilham khusus, mimpi yang dijadikan dasar hukum, merasa telah mencapai maqam tertentu sehingga meremehkan syariat, atau menganggap dirinya memiliki otoritas spiritual di atas Al-Qur'an dan Sunnah.

Seorang mukmin hendaknya berhati-hati. Kemuliaan bukan diukur dari pengakuan, tetapi dari istiqamah dalam ketaatan dan akhlak.

Muhasabah

Renungkanlah dalam hati:

  • Apakah aku masih merasa membutuhkan shalat, zikir, dan taubat setiap hari?
  • Apakah aku pernah merasa lebih suci daripada orang lain?
  • Apakah aku mudah percaya kepada klaim-klaim spiritual tanpa dalil?
  • Apakah aku semakin tawadhu' atau justru semakin ingin dipuji?

Cara Bermuhasabah

  1. Perbarui niat setiap hari.
  2. Jaga shalat lima waktu dengan khusyuk.
  3. Perbanyak istighfar minimal 100 kali setiap hari.
  4. Belajar agama kepada ulama yang lurus akidah dan ilmunya.
  5. Jangan mengejar kemuliaan di mata manusia, tetapi kejarlah ridha Allah.
  6. Mohon perlindungan kepada Allah dari fitnah kesombongan dan tipu daya nafsu.

Doa

Allahumma yā Muqallibal qulūb, tsabbit qalbī 'alā dīnik.

Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.

Ya Allah, bersihkanlah hati kami dari riya, ujub, sombong, dan segala tipu daya nafsu. Jadikan kami hamba yang istiqamah dalam mengikuti Al-Qur'an dan Sunnah Rasul-Mu hingga akhir hayat. Anugerahkan kepada kami hati yang ikhlas, ilmu yang bermanfaat, amal yang Engkau terima, dan husnul khatimah. Āmīn.

Penutup

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang rendah hati, istiqamah dalam syariat, bersih jiwanya, dan selamat dari segala bentuk kesesatan serta tipu daya nafsu.

Jazakumullāhu khairan katsīrā.

Terima kasih atas kesediaan meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan nasihat ini. Semoga Allah membalas setiap langkah kita dalam mencari ilmu dengan pahala yang berlipat, melimpahkan rahmat-Nya kepada kita, keluarga kita, para guru kita, dan seluruh kaum muslimin. Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.

.........

No comments: