Thursday, June 4, 2026

306irs. Menjaga Lisan, Menjaga Iman: Tazkiyatun Nufūs dalam Memelihara Kemurnian Akidah

 1066

Pasal Murtad.

Atau mencaci maki Nabi dan malaikat sekalipun hanya sekedar sindiran atau menuduh Aisyah berzina, mengaku-ngaku menjadi nabi atau membenarkan kepada orang-orang yang mendukung orang yang mengaku menjadi nabi.

Begitu juga seseorang akan dikatakan kafir apabila rela terhadap kekufuran untuk berdiri tegak di atas bumi, menyeru orang lain untuk kafir, sekalipun hanya dengan sindiran atau isyarat belaka Atau memberikan isyarat kepada orang kafir agar jangan masuk Islam, sekalipun orang kafir itu tidak minta rembuk kepadanya.

.....

🕊️ Menjaga Lisan, Menjaga Iman: Tazkiyatun Nufūs dalam Memelihara Kemurnian Akidah

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Kalimat yang kita ucapkan bukan hanya keluar dari lisan, tetapi merupakan cerminan dari isi hati. Dalam pandangan tasawuf, hati adalah raja, sedangkan lisan adalah utusannya. Bila hati dipenuhi iman, cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, maka lisan akan mengeluarkan ucapan yang penuh adab. Sebaliknya, hati yang lalai akan mudah tergelincir kepada ucapan yang merusak iman.

Para ulama mengingatkan bahwa mencaci Allah, Rasul-Nya, para malaikat, menghina syariat, membenarkan kenabian setelah Nabi Muhammad ﷺ, atau ridha terhadap kekufuran adalah perkara yang sangat berbahaya bagi keimanan. Seorang salik (penempuh jalan menuju Allah) tidak hanya menjaga amal lahir, tetapi juga menjaga lisan, hati, niat, dan keyakinannya.

Makna Tasawuf (Tazkiyatun Nufūs)

Orang yang telah mengenal Allah akan semakin takut menjaga lisannya daripada menjaga hartanya. Ia sadar bahwa satu kalimat dapat mengangkat derajatnya ke surga, dan satu kalimat pula dapat menyeretnya ke dalam murka Allah.

Tasawuf mengajarkan:

  • Mengagungkan Allah dan Rasul-Nya adalah buah dari ma'rifat.
  • Membersihkan hati dari keraguan terhadap akidah.
  • Menjaga adab sebelum berbicara.
  • Tidak bermain-main dalam urusan agama.

Al-Qur'an yang Berkaitan

"Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?... Sungguh kamu telah kafir setelah beriman."

"Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah melaknat mereka di dunia dan akhirat."

"Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain."

Hadis yang Berkaitan

Dari , Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang diridhai Allah... dan Allah mengangkat derajatnya. Dan seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang dimurkai Allah... lalu ia dilemparkan ke dalam neraka."
(HR. )

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata baik atau diam." (HR. dan )

Hadis Qudsi yang Berkaitan

Allah Ta'ala berfirman:

"Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan ia haram di antara kalian, maka janganlah saling menzalimi." (HR. )

Hadis ini mengingatkan bahwa menyakiti agama, kehormatan Rasul, maupun kehormatan kaum mukmin merupakan bentuk kezaliman yang harus dijauhi.

Hikmah dan Pelajaran

  • Jagalah lisan sebelum menjaga citra diri.
  • Jangan menjadikan agama sebagai bahan candaan.
  • Cinta kepada Rasulullah ﷺ harus tampak dalam ucapan dan sikap.
  • Orang yang mengenal Allah akan sangat takut kehilangan iman walau hanya karena satu ucapan.
  • Istiqamah dalam akidah adalah nikmat terbesar yang wajib dijaga hingga akhir hayat.

Muhasabah

Tanyakan kepada diri sendiri:

  • Apakah lisanku selalu menjaga kehormatan agama?
  • Pernahkah aku bercanda tentang syariat?
  • Apakah aku mudah menyebarkan ejekan terhadap ulama atau orang saleh?
  • Apakah aku selalu mengagungkan Rasulullah ﷺ dalam hati dan ucapan?
  • Apakah aku telah memohon kepada Allah agar diwafatkan dalam keadaan beriman?

Cara Membersihkan Hati (Tazkiyatun Nufūs)

  1. Perbanyak membaca Al-Qur'an dengan tadabbur.
  2. Perbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ.
  3. Berdzikir pagi dan petang.
  4. Berteman dengan orang-orang saleh.
  5. Menuntut ilmu akidah dari guru yang terpercaya.
  6. Biasakan diam ketika tidak ada manfaat dalam berbicara.
  7. Segera bertaubat apabila tergelincir dalam ucapan.

Doa

Allāhumma yā Muqallibal qulūb, tsabbit qalbī 'alā dīnik. Allāhumma ihfaẓ lisānī minal-khaṭā', wa qalbī minan-nifāq, wa a'mālī minar-riyā', waj'alnī amūtu 'alal īmān wal-Islām.

"Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu. Jagalah lisanku dari ucapan yang salah, hatiku dari kemunafikan, amalanku dari riya', dan wafatkanlah aku dalam keadaan beriman dan berserah diri kepada-Mu."

Penutup

Semoga Allah menjaga lisan kita, membersihkan hati kita, meneguhkan akidah kita, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang memuliakan Allah, Rasul-Nya, serta seluruh syiar agama hingga akhir hayat.

Jazakumullāhu khairan katsīrā.
Terima kasih telah meluangkan waktu untuk menuntut ilmu dan bermuhasabah. Semoga Allah menerima setiap langkah kita sebagai amal saleh, mengampuni dosa-dosa kita, dan mengumpulkan kita bersama Rasulullah ﷺ di surga-Nya. Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.

....


No comments: