Thursday, June 4, 2026

314irs. Menjaga Iman, Menjaga Lisan, Menjaga Hati (Tazkiyatun Nufūs: Jangan Bermain-main dengan Keimanan)

 1074

Pasal Murtad.

Begitu juga seseorang yang muslim akan dikatakan sebagai orang kafir bila dengan sengaja menyesatkan umat Islam, mencaci maki kepada Abu Bakar dan Umar, Hasan dan Husain cucu Rasulullah saw, orang-orang yang apabila ditanya apakah sebenarnya keimanan, lalu dijawabnya: Aku tidak mengerti. Jawaban sedemikian ini juga membikinnya kafir.

Begitu juga apabila ditanya: Apakah kamu muslim, lantas dijawab: ‘Aku bukan orang Islam,’ dia berkata dengan sengaja. Ada perbuatan lagi yang membikin seseorang menjadi kafir, yaitu bila ada orang bertanya kepada seorang muslim lantas sang muslim menjawab: “Aku tidak mempunyai urusan dengan masalah yang tidak berguna seperti itu.”

.....

🌿 Menjaga Iman, Menjaga Lisan, Menjaga Hati
(Tazkiyatun Nufūs: Jangan Bermain-main dengan Keimanan)

Segala puji bagi Allah yang telah menghiasi hati orang-orang beriman dengan cahaya tauhid. Nikmat iman adalah anugerah terbesar yang tidak dapat ditukar dengan seluruh isi dunia. Karena itu, seorang mukmin wajib menjaga iman dengan ilmu, adab, lisan, dan amal.

Dalam perspektif tazkiyatun nufūs, akar dari ucapan-ucapan yang dapat merusak iman bukan hanya terletak pada lisan, tetapi pada hati yang lalai, sombong, meremehkan agama, atau tidak menghormati syariat Allah. Seorang salik (penempuh jalan menuju Allah) senantiasa takut bila lisannya mengucapkan sesuatu yang dimurkai Allah.

Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa seseorang bisa mengucapkan satu kalimat yang dianggap ringan, namun justru menjerumuskannya ke dalam kebinasaan. Karena itu, para ulama tasawuf selalu mengajarkan agar lisan dikendalikan oleh hati yang dipenuhi rasa takut (khauf), harap (raja'), dan pengagungan (ta'zhim) kepada Allah.

Firman Allah yang Berkaitan

  1. , QS. At-Taubah: 65–66

"Apakah kepada Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kalian selalu berolok-olok? Janganlah kalian meminta maaf; sungguh kalian telah kafir setelah beriman."

➡ Ayat ini menunjukkan bahwa mempermainkan agama adalah perkara yang sangat berbahaya.

  1. QS. Al-Hujurat: 11

"Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain..."

➡ Islam mengajarkan menjaga kehormatan sesama muslim.

  1. QS. Qaf: 18

"Tiada suatu kata pun yang diucapkannya melainkan di sisinya ada malaikat pengawas yang selalu hadir."

➡ Setiap ucapan akan dipertanggungjawabkan.


Hadis yang Berkaitan

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan suatu kalimat yang diridhai Allah... dan Allah mengangkat derajatnya. Sebaliknya, ada yang mengucapkan satu kalimat yang dimurkai Allah... lalu ia dilemparkan ke dalam neraka."

(Hadis sahih, diriwayatkan oleh )

Beliau juga bersabda:

"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah berkata yang baik atau diam."

(Hadis sahih, diriwayatkan oleh dan )


Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan ia haram di antara kalian, maka janganlah saling menzalimi."

(Hadis Qudsi, diriwayatkan oleh )

Menghina kehormatan kaum muslimin dan meremehkan agama termasuk bentuk kezaliman yang wajib dijauhi.


Hikmah Tazkiyatun Nufūs

  • Iman adalah cahaya yang harus dijaga, bukan dipermainkan.
  • Lisan adalah cermin hati; hati yang bersih akan melahirkan ucapan yang mulia.
  • Tawadhu' membuat seseorang berhati-hati dalam berbicara tentang agama.
  • Ilmu yang benar menjaga seseorang dari ucapan yang menyesatkan.
  • Orang-orang saleh lebih takut kehilangan iman daripada kehilangan harta.

Muhasabah

Tanyakan kepada diri sendiri:

  • Sudahkah lisanku selalu menjaga kehormatan agama?
  • Apakah aku pernah mengucapkan sesuatu tanpa ilmu?
  • Apakah aku menghormati para sahabat Nabi dan Ahlul Bait Rasulullah ﷺ?
  • Apakah aku bersungguh-sungguh mempelajari akidah agar tidak mudah tergelincir?

Cara Menjaga Hati dan Iman

  1. Perbanyak membaca Al-Qur'an setiap hari.
  2. Menuntut ilmu akidah kepada guru yang terpercaya.
  3. Menjaga lisan sebelum berbicara.
  4. Memperbanyak istighfar dan dzikir.
  5. Berkumpul dengan orang-orang saleh.
  6. Berdoa agar diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah.

Doa

اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك، اللهم احفظ لساني من الزلل، وطهر قلبي من النفاق والكبر والرياء، واجعلني من عبادك الصالحين، واختم لي بالإيمان والإسلام والإحسان. آمين.

Artinya:

"Ya Allah, Dzat Yang Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu. Jagalah lisanku dari kesalahan, sucikan hatiku dari kemunafikan, kesombongan, dan riya'. Jadikanlah aku termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh, dan wafatkanlah aku dalam iman, Islam, dan ihsan. Aamiin."


Penutup

Semoga Allah menjaga hati kita agar tetap teguh di atas tauhid, menjaga lisan dari ucapan yang dimurkai-Nya, serta menghiasi jiwa kita dengan adab, ilmu, dan akhlak yang mulia. Marilah kita senantiasa berhati-hati dalam berbicara tentang agama dan tidak mudah mengkafirkan orang lain tanpa dasar yang benar, karena perkara takfir memiliki syarat dan ketentuan yang dijelaskan oleh para ulama Ahlus Sunnah.

Jazakumullāhu khairan katsīrā.
Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan mengumpulkan kita bersama Rasulullah ﷺ, para sahabat, keluarga beliau, serta orang-orang saleh di surga-Nya. Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.

........

No comments: