1076
Pasal Murtad.
Begitu juga termasuk hal yang mencabut keislaman seseorang bila dia berkata kepada orang yang berbuat kedurhakaan seperti membunuh pencuri, memukul orang muslim lain dengan tidak ada hak: ‘Engkau telah berbuat kebaikan.’ Begitu juga bila berkata kepada istrinya: ‘Engkau lebih kucintai daripada Allah dan Rasul-Nya,’ dengan maksud mengagungkan sang isteri daripada Allah.
Tapi bila dimaksudkan hanya sekedar kecondongan saja, tidak ada unsur mengagungkan maka tidak mengapa. Begitu juga kafir, seseorang yang berkata kepada seorang muslim yang lain: ‘Wahai orang kafir’ atau ‘tinggalkan ibadah lahiriyah dan berbuatlah amal sirri saja’ atau ‘jalankan syari’at yang ada kaitannya dengan perbuatan hati saja.
.....
Menjaga Lisan, Menjaga Iman, Menyucikan Hati
Tazkiyatun Nufūs: Hati yang Bersih Tidak Akan Meremehkan Agama Allah
Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm.
Dalam perjalanan menuju Allah, seorang salik (penempuh jalan ruhani) diajarkan untuk selalu menjaga hati, lisan, dan keyakinannya. Kalimat yang menghina Allah, Rasul-Nya, para malaikat, atau menodai kehormatan Ummul Mukminin Sayyidah Aisyah radhiyallāhu 'anhā bukanlah perkara ringan. Demikian pula meridhai kekufuran, mengajak orang kepada kekufuran, atau menghalangi seseorang dari hidayah adalah dosa yang sangat besar dan termasuk perkara yang dibahas secara tegas dalam kitab-kitab akidah dan fikih.
Tasawuf mengajarkan bahwa akar dari semua penyimpangan itu adalah hati yang sakit: dipenuhi kesombongan, hawa nafsu, dan kelalaian kepada Allah. Sebaliknya, hati yang hidup akan selalu memuliakan syariat, mencintai Rasulullah ﷺ, menghormati para malaikat, serta takut mengucapkan satu kalimat yang dapat menghapus amalnya.
Firman Allah yang Berkaitan
1. QS. At-Taubah: 65–66
"Apakah kepada Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Janganlah kamu meminta maaf, karena kamu telah kafir setelah beriman."
2. QS. Al-Ahzab: 57
"Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah melaknat mereka di dunia dan di akhirat..."
3. QS. An-Nur: 23
"Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita mukminah yang menjaga kehormatannya, mereka mendapat laknat di dunia dan akhirat..."
4. QS. Qaf: 18
"Tidak ada satu kata pun yang diucapkannya melainkan ada malaikat pengawas yang selalu siap mencatat."
Hadis yang Berkaitan
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang diridhai Allah... dan Allah mengangkat derajatnya. Dan seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang dimurkai Allah tanpa dipedulikannya, lalu ia dilemparkan ke dalam neraka." (HR. )
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR. dan )
Hadis Qudsi
Allah Ta'ala berfirman:
"Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikannya haram di antara kalian. Maka janganlah kalian saling menzalimi." (HR. )
Hadis ini mengingatkan agar seorang mukmin tidak menzalimi kehormatan agama, Rasul, maupun sesama manusia.
Hikmah Tazkiyatun Nufūs
- Jagalah lisan sebelum menjaga citra diri.
- Bersihkan hati dari kesombongan, karena kesombongan melahirkan penghinaan terhadap kebenaran.
- Hidayah adalah nikmat terbesar; jangan pernah menjadi sebab orang lain menjauh dari Islam.
- Semakin bersih hati seseorang, semakin besar penghormatannya kepada syariat Allah.
Muhasabah
Tanyakan kepada diri sendiri:
- Apakah lisanku selalu memuliakan agama Allah?
- Apakah aku pernah bercanda tentang agama?
- Apakah aku pernah menyebarkan ucapan yang menghina ulama, Rasul, atau syariat?
- Apakah aku mendoakan hidayah bagi orang lain atau justru menjadi penghalangnya?
Cara Bermuhasabah
- Perbanyak membaca Al-Qur'an dengan tadabbur.
- Biasakan berpikir sebelum berbicara.
- Perbanyak istighfar setiap hari.
- Berkumpul dengan orang-orang saleh.
- Pelajari akidah yang benar agar terhindar dari ucapan yang membahayakan iman.
- Mohon kepada Allah agar diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah.
Doa
اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ، وَاحْفَظْ أَلْسِنَتَنَا مِنَ الزَّلَلِ، وَطَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ النِّفَاقِ وَالْكِبْرِ، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ، وَاخْتِمْ لَنَا بِالْإِيمَانِ وَالْإِحْسَانِ. آمِينَ.
Artinya:
"Ya Allah, teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu. Jagalah lisan kami dari ucapan yang menyesatkan. Sucikan hati kami dari kemunafikan dan kesombongan. Jadikan kami hamba-hamba-Mu yang saleh, dan wafatkan kami dalam iman dan ihsan. Aamiin."
Ucapan Terima Kasih
Alhamdulillāh, segala puji hanya milik Allah yang masih memberi kita kesempatan untuk belajar menjaga iman, lisan, dan hati. Semoga setiap ilmu yang dipelajari menjadi cahaya yang membimbing kita menuju ridha-Nya.
Jazakumullāhu khairan katsīrā kepada semua yang membaca, mengamalkan, dan menyebarkan ilmu yang benar. Semoga Allah menjaga kita dari fitnah lisan, menguatkan akidah kita, serta mengumpulkan kita bersama Rasulullah ﷺ di surga-Nya. Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.
.......
No comments:
Post a Comment