1071
Pasal Murtad.
Atau bila dia berkata: Orang yang adzan itu bohong atau suaranya seperti bel orang-orang kafir atau menghina kalimat azan atau orang yang berkata dengan nada menghina: ‘Kamu telah kenyang membaca Alquran, berdzikir.’ Atau orang berkata: ‘Aku tidak takut kepada hari kiamat atau segala sesuatu yang akan terjadi di mahsyar atau di neraka jahannam.
Atau segala sesuatu yang sudah kulakukan padahal dia banyak menjalankan kedurhakaan. Seorang muslim akan menjadi kafir, bila berkata dengan nada menghina: ‘Apa yang akan ku peroleh di majlis ilmu, padahal dia sudah diperintahkan untuk menghadirinya.’ Atau berkata: “Kisah rati tsaryad lebih baik daripada mendengarkan ilmu.’
..........
Menjaga Lisan, Memuliakan Syiar Allah, dan Mensucikan Hati
(Tazkiyatun Nufūs: Jangan Biarkan Lisan Menjadi Sebab Hancurnya Iman)
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Makna
Dalam ajaran tasawuf, lisan adalah cermin hati. Ucapan yang meremehkan azan, Al-Qur'an, majelis ilmu, hari kiamat, atau syiar agama bukan sekadar kesalahan tutur kata, tetapi dapat menunjukkan rusaknya adab hati terhadap Allah. Karena itu para ulama sangat keras memperingatkan agar seorang mukmin menjaga lisannya dari penghinaan terhadap agama.
Seorang salik (penempuh jalan menuju Allah) tidak hanya menjaga amal lahir, tetapi juga menjaga hati agar selalu dipenuhi rasa hormat (ta'zhim) kepada Allah dan seluruh syiar-Nya.
Firman Allah yang Berkaitan
Allah Ta'ala berfirman:
"Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu termasuk ketakwaan hati." (QS. : 32)
Allah juga berfirman:
"Katakanlah: Apakah kepada Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Janganlah kamu meminta maaf, karena kamu telah kafir setelah beriman." (QS. : 65–66)
Dan firman-Nya:
"Tidak ada satu kata pun yang diucapkannya melainkan di sisinya ada malaikat pengawas yang selalu siap mencatat." (QS. : 18)
Hadis yang Berkaitan
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang dianggap ringan, namun menyebabkan ia terjerumus ke dalam neraka sejauh antara timur dan barat."
(HR. dan )
Beliau juga bersabda:
"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata yang baik atau diam."
(HR. dan )
Hadis Qudsi yang Berkaitan
Allah Ta'ala berfirman dalam hadis qudsi:
"Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku."
(HR. )
Hadis ini mengajarkan agar hati selalu dipenuhi husnuzan kepada Allah, bukan sikap meremehkan ancaman maupun janji-Nya.
Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)
- Lisan adalah pintu keselamatan sekaligus pintu kebinasaan.
- Mengagungkan syiar Allah merupakan tanda hidupnya hati.
- Meremehkan ilmu agama akan menghalangi datangnya cahaya ilmu.
- Orang yang takut kepada Allah akan semakin berhati-hati dalam berbicara.
- Tawaduk kepada Al-Qur'an, azan, ulama, dan majelis ilmu adalah akhlak para wali Allah.
Relevansi Saat Ini
Di zaman media sosial, candaan yang menghina agama, azan, Al-Qur'an, ulama, atau syariat sering dianggap hiburan demi mendapatkan perhatian. Seorang mukmin hendaknya tidak ikut menyebarkan atau mendukung hal-hal yang merendahkan agama, karena setiap ucapan dan tulisan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.
Muhasabah
Tanyakan kepada diri sendiri:
- Apakah lisanku lebih banyak berdzikir atau mencela?
- Apakah aku menghormati azan dan segera memenuhi panggilannya?
- Apakah aku mencintai majelis ilmu atau justru merasa bosan?
- Apakah aku menjaga adab ketika berbicara tentang agama?
- Sudahkah aku bertaubat dari ucapan yang menyakiti agama atau sesama?
Cara Mensucikan Hati (Tazkiyatun Nufūs)
- Biasakan berdzikir sebelum banyak berbicara.
- Perbanyak membaca Al-Qur'an dengan tadabbur.
- Hadiri majelis ilmu dengan niat mencari ridha Allah.
- Berteman dengan orang-orang saleh yang menjaga lisan.
- Segera bertaubat apabila terlanjur mengucapkan kata-kata yang tidak pantas.
- Biasakan berkata baik atau memilih diam.
Doa
اللهم طهر قلبي، واحفظ لساني، واجعلني من المعظمين لشعائرك، ومن أهل القرآن والذكر، ولا تجعلني ممن يستهزئون بدينك، وتب عليّ إنك أنت التواب الرحيم.
Artinya:
"Ya Allah, sucikanlah hatiku, jagalah lisanku, jadikanlah aku termasuk orang yang mengagungkan syiar-syiar-Mu, termasuk ahli Al-Qur'an dan ahli dzikir. Jangan Engkau jadikan aku termasuk orang yang meremehkan agama-Mu. Terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."
Penutup
Marilah kita menjaga lisan sebagaimana kita menjaga iman. Jangan sampai satu kalimat yang diucapkan tanpa dipikirkan menjadi sebab hilangnya keberkahan hidup dan jauhnya hati dari Allah. Semoga Allah menghiasi lisan kita dengan dzikir, hati kita dengan takwa, dan menutup usia kita dalam keadaan husnul khatimah.
Jazakumullahu khairan katsiran.
Semoga Allah menerima amal ibadah kita, menjaga iman kita hingga akhir hayat, serta mengumpulkan kita bersama Rasulullah ﷺ di surga-Nya. Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.
....
No comments:
Post a Comment