Saturday, August 15, 2026

1078usf. MEMIKIRKAN KELUARGA ADALAH PELEBUR DOSA.

  


Bismillahirahmanirrahim.
Sabtu, 20 Jun 1026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh maghrib'an dari Masjid Nurul Huda, nyantri bareng Ust. Farid A. kupas tipis tipis kitab Usfuriyah karya Muhammad bin Abu Bakar bin Usfuri :

HADITS KE-22 : HAL-HAL YANG MEMBUAT WAJIB MEMPEROLEH AMPUNAN.

 a.    Memikirkan Keluarga adalah Pelebur Dosa.

Diriwayatkan dari Said bin Musayyab radhiyallahu ‘anhu bahwa ia berkata:

Pada suatu hari, Ali bin Abi Tholib keluar dari rumahnya. Kemudian ia ditemui oleh Salman al-Farisi radhiyallahu ‘anhu.

“Bagaimana kabarmu pagi hari ini? Wahai Abu Abdillah,” tanya Ali kepada Salman.

“Wahai Amirul Mukminin! Aku sedang merasakan 4 (empat) kesedihan,” jawab Salman.

“4 (empat) kesedihan apa itu?” tanya Ali.

“(1) Kesedihan memikirkan keluarga yang memerlukan makanan, (2) kesedihan dari Allah yang memerintahkanku bertaat,

(3) kesedihan dari setan yang merayu melakukan kemaksiatan, dan (4) kesedihan dari Malaikat Maut yang menuntut nyawaku,” jelas Salman.

Ali berkata, “Bahagialah! Wahai Abu Abdillah! Karena masing-masing kesedihan itu memiliki derajat bagimu karena pada suatu hari aku pernah menemui Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama dan beliau bertanya kepadaku, ‘Hai Ali! Bagaimana kabarmu pagi ini?’ Kemudian aku menjawab, ‘Wahai Rasulullah! Aku sedang merasakan 4 (empat) kesedihan. Kesedihan karena di rumah tidak ada makanan kecuali hanya air dan aku mengkhawatirkan keluargaku, kesedihan tentang ketaatan kepada Allah, kesedihan tentang bagaimana nanti akhir hidupku (membawa keimanan atau tidak), dan kesedihan tentang Malaikat Maut.’ 

Kemudian Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama berkata, ‘Bahagialah! Hai Ali! Karena sedih memikirkan keluarga adalah pelindung dari api neraka. Kesedihan tentang ketaatan kepada Allah adalah kesejahteraan dari siksa. Kesedihan tentang akhir kehidupan adalah jihad dan lebih utama daripada ibadah selama 60 tahun. Dan kesedihan tentang Malaikat Maut adalah pelebur seluruh dosa. Ketahuilah! Hai Ali! Sesungguhnya rizki-rizki hamba adalah tanggungan Allah sedangkan kesedihanmu itu tidak akan memberikan mara bahaya atau manfaat bagimu tetapi kamu diberi pahala karenanya. Oleh karena itu, jadilah orang yang bersyukur, yang taat, yang bertawakkal maka kamu akan menjadi salah satu dari golongan kekasih-Nya.’ Kemudian aku bertanya, ‘Atas apa aku bersyukur kepada Allah?’ Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama menjawab, ‘Atas Islam’. Aku bertanya, ‘Dengan apa aku bertaat?’ Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama menjawab, ‘Ucapkanlah Laa Haula Walaa Quwwata Illa billahi al-‘Aliyyi al- ‘Adzim.’ Aku bertanya, ‘Apa yang harus aku tinggalkan?’ Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama menjawab, ‘Kemarahan. Karena meninggalkan kemarahan dapat meredam kemarahan Allah Yang Maha Agung, dapat memberatkan timbangan amal kebaikanmu dan dapat menuntunmu menuju surga.’

Salman berkata, “Semoga Allah menambahkan    kemuliaanmu. Wahai Ali! Karena aku sungguh bersedih memikirkan itu semua, terutama karena keluarga.”

Ali berkata, “Hai Salman al-Farisi! Aku mendengar Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda, ‘Barang siapa tidak bersedih memikirkan tentang keluarga maka ia tidak memiliki bagian dari surga’.”

Salman berkata, “Benarkah? Padahal Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama pernah bersabda, ‘Orang yang memiliki tanggungan keluarga tidak akan bahagia selamanya’.”

Ali berkata, “Hai Salman! Bukan begitu maksudnya. Apabila pekerjaanmu itu halal maka kamu akan bahagia. Hai Salman! Surga itu merindukan orang-orang yang kuatir dan bersedih hati memikirkan hal yang halal.”

.........

Empat Kesedihan yang Mengantarkan kepada Kemuliaan

Dalam Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs

Muqaddimah

Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm.

Di antara tanda hidupnya hati seorang mukmin adalah adanya kesedihan yang terpuji (al-ḥuzn al-maḥmūd). Kesedihan yang lahir bukan karena kehilangan dunia, tetapi karena memikirkan amanah keluarga, ketaatan kepada Allah, keselamatan iman, dan datangnya kematian.

Kisah dialog antara Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan Sayyidina Salman Al-Farisi radhiyallāhu ‘anhumā mengajarkan bahwa tidak semua kesedihan adalah keburukan. Dalam pandangan tasawuf, sebagian kesedihan justru merupakan cahaya yang membangunkan hati dari kelalaian.


1. Makna (Tafsir) Isi Redaksi

Dalam perspektif Tazkiyatun Nufūs, empat kesedihan tersebut adalah:

1. Sedih Memikirkan Nafkah Keluarga

Bukan karena cinta dunia, tetapi karena takut lalai menunaikan amanah Allah.

Keluarga adalah titipan Allah yang wajib dipelihara lahir dan batin.

Kesedihan seperti ini menunjukkan adanya sifat:

  • Rahmah (kasih sayang)
  • Amanah
  • Tanggung jawab

Bukan kesedihan yang tercela, tetapi ibadah hati.

2. Sedih Memikirkan Ketaatan kepada Allah

Seorang salik (penempuh jalan menuju Allah) selalu merasa amalnya kurang.

Ia takut:

  • Shalatnya tidak khusyuk
  • Zikirnya tidak ikhlas
  • Amalnya tercampur riya

Kesedihan ini melahirkan istiqamah.

3. Sedih Memikirkan Akhir Kehidupan (Husnul Khatimah)

Inilah kesedihan para wali.

Mereka tidak tertipu oleh banyaknya amal.

Mereka khawatir:

"Bagaimana jika hidup panjang tetapi wafat tanpa iman?"

Karena itu mereka selalu memperbaharui taubat.

4. Sedih Mengingat Malaikat Maut

Kesedihan ini memutus angan-angan dunia.

Orang yang banyak mengingat mati:

  • tidak sombong,
  • tidak rakus,
  • tidak zalim.

Ia sadar bahwa semua akan ditinggalkan.


2. Hukum (Ahkam)

Wajib

  • Menafkahi keluarga dengan cara halal.
  • Menjaga iman hingga wafat.
  • Mentaati Allah dan Rasul-Nya.

Sunnah

  • Memperbanyak muhasabah.
  • Mengingat kematian.
  • Memikirkan keadaan akhirat.

Haram

  • Berputus asa dari rahmat Allah.
  • Menafkahi keluarga dengan cara haram.
  • Merasa aman dari makar Allah.

3. Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)

A. Kesedihan dapat menjadi ibadah

Tidak semua kesedihan tercela.

Kesedihan yang mendorong ketaatan adalah pahala.

B. Orang beriman selalu memiliki rasa takut dan harap

Takut kepada siksa Allah.

Berharap kepada rahmat-Nya.

C. Nafkah halal adalah jalan menuju surga

Bekerja mencari nafkah bukan hanya urusan dunia tetapi ibadah.

D. Husnul khatimah harus diperjuangkan

Iman bukan hanya saat hidup, tetapi harus dibawa sampai mati.


4. Dalil Al-Qur'an, Hadis dan Hadis Qudsi

Al-Qur'an

Allah berfirman:

"Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka."

(QS. At-Tahrim: 6)

Allah berfirman:

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku."

(QS. Adz-Dzariyat: 56)

Allah berfirman:

"Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati."

(QS. Ali Imran: 185)

Allah berfirman:

"Janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim."

(QS. Ali Imran: 102)

Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Orang yang cerdas adalah yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati."

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan, yaitu kematian."

Hadis Qudsi

Allah berfirman:

"Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku."

Maka seorang mukmin takut akan dosa-dosanya tetapi tetap berharap rahmat Allah.


5. Analisis dan Argumentasi Tasawuf

Empat kesedihan ini sesungguhnya merupakan empat penjaga hati:

Kesedihan Menjaga
Nafkah keluarga dari kezaliman
Ketaatan dari kemaksiatan
Husnul khatimah dari ujub
Kematian dari cinta dunia

Tasawuf tidak mengajarkan kegelisahan yang membuat putus asa.

Tasawuf mengajarkan:

Khauf (takut) yang melahirkan amal.

Bukan takut yang melahirkan keputusasaan.

Orang yang tidak pernah sedih terhadap akhirat biasanya terlalu sibuk dengan dunia.

Sebaliknya, orang yang hanya sedih terhadap dunia tetapi tidak sedih terhadap agamanya menunjukkan lemahnya iman.


6. Amalan (Implementasi)

Harian

  • Shalat lima waktu berjamaah.
  • Membaca Al-Qur'an.
  • Zikir:

    Laa Haula Walaa Quwwata Illaa Billaahil ‘Aliyyil ‘Azhiim.

Mingguan

  • Sedekah walau sedikit.
  • Menyantuni keluarga.
  • Ziarah kubur.

Bulanan

  • Muhasabah amal.
  • Menghitung pemasukan halal dan pengeluaran.
  • Memastikan zakat dan sedekah ditunaikan.

7. Relevansi di Zaman Sekarang

Teknologi

Di era AI, internet, dan media sosial:

  • banyak orang khawatir kehilangan sinyal,
  • tetapi tidak khawatir kehilangan iman.

Komunikasi

Cepatnya komunikasi sering digunakan untuk:

  • ghibah,
  • fitnah,
  • pamer.

Padahal seharusnya digunakan untuk dakwah.

Transportasi

Perjalanan semakin cepat.

Namun perjalanan menuju kubur tetap semakin dekat.

Kedokteran

Rumah sakit semakin canggih.

Tetapi tidak ada dokter yang mampu menolak datangnya Malaikat Maut.

Kehidupan Sosial

Banyak orang mengejar:

  • followers,
  • popularitas,
  • jabatan.

Namun lupa mempersiapkan bekal akhirat.


8. Motivasi

Wahai saudaraku,

Jika hari ini engkau masih memikirkan:

  • halal haram nafkahmu,
  • kualitas ibadahmu,
  • keselamatan imanmu,
  • kematianmu,

maka jangan putus asa.

Itu tanda bahwa hati masih hidup.

Yang berbahaya bukanlah banyaknya kesedihan akhirat.

Yang berbahaya adalah hati yang tidak lagi peduli terhadap akhirat.


9. Muhasabah dan Caranya

Tanyakan setiap malam kepada diri sendiri:

Tentang keluarga

  • Sudahkah aku memberi nafkah halal?

Tentang ibadah

  • Sudahkah shalatku lebih baik dari kemarin?

Tentang iman

  • Apakah hari ini aku bertambah dekat kepada Allah?

Tentang kematian

  • Jika malam ini aku wafat, apakah aku siap?

Kemudian:

  • istighfar 100 kali,
  • membaca shalawat 100 kali,
  • memperbaharui taubat sebelum tidur.

10. Kemuliaan dan Kehinaan

Kemuliaan

Di Dunia

  • Hati tenang.
  • Rezeki lebih berkah.
  • Dicintai keluarga.
  • Dipandang sebagai orang amanah.

Di Alam Kubur

  • Mendapat rahmat Allah.
  • Kubur dilapangkan.

Di Hari Kiamat

  • Mendapat naungan rahmat.
  • Timbangan amal berat.

Di Akhirat

  • Husnul khatimah.
  • Ampunan Allah.
  • Surga yang penuh kenikmatan.

Kehinaan

Bagi yang lalai terhadap empat perkara ini:

Di Dunia

  • Hati keras.
  • Rakus dunia.
  • Gelisah tanpa sebab.

Di Alam Kubur

  • Penyesalan yang panjang.

Di Hari Kiamat

  • Hisab yang berat.

Di Akhirat

  • Terhalang dari berbagai kemuliaan yang Allah sediakan bagi hamba-hamba-Nya yang taat.

11. Doa

Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm.

Allāhumma yā Muqallibal-qulūb tsabbit qulūbanā ‘alā dīnik.

Allāhumma arzuqnā rizqan ḥalālan ṭayyiban mubārakan fīh.

Allāhumma a‘innā ‘alā dzikrika wa syukrika wa ḥusni ‘ibādatik.

Allāhumma ij‘al ākhira kalāminā minad-dunyā Lā ilāha illallāh Muḥammadur Rasūlullāh.

Allāhumma hawwin ‘alainā sakarātal-maut, wa anwirlana fil-qubūr, wa najjinā yaumal-ba‘tsi wan-nusyūr.

Rabbana ātinā fid-dunyā ḥasanah wa fil-ākhirati ḥasanah wa qinā ‘adzāban-nār.

Āmīn Yā Rabbal ‘Ālamīn.


Ucapan Terima Kasih

Terima kasih kepada seluruh kaum muslimin yang senantiasa berusaha membersihkan hati, mencari rezeki yang halal, mendidik keluarga dalam ketaatan, dan mempersiapkan bekal menuju akhirat.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu takut kepada-Nya, berharap kepada rahmat-Nya, memperoleh husnul khatimah, serta dikumpulkan bersama Nabi Muhammad ﷺ, para sahabat, para shalihin, dan para pecinta Allah di surga-Nya yang abadi.

Āmīn Yā Rabbal ‘Ālamīn.

........

HADITS KE-22 : HAL-HAL YANG MEMBUAT WAJIB MEMPEROLEH AMPUNAN

Versi Bahasa Gaul Kekinian Santuy

---

Prolog Santuy

Bismillah, guys!

Jadi gini, kali ini kita bakal bahas satu hadits keren banget tentang empat kesedihan yang justru bikin kita mulia di mata Allah. Iya, sedih! Bukan sedih galau karena mantan atau karena kuota habis, ya. Tapi sedih yang berfaedah.

Penasaran? Yuk, simak ceritanya dengan santai tapi tetap sopan.

---

Kisahnya: Ali dan Salman Ngobrol Santai

Suatu hari, Sayyidina Ali bin Abi Thalib keluar rumah. Terus ketemu sama Salman Al-Farisi. Mereka berdua sahabat Nabi yang kece abis.

Ali : "Hai Salman, gimana kabarmu pagi ini?"

Salman : "Wahai Amirul Mukminin, aku lagi galau berat. Ada 4 hal yang bikin aku sedih."

Ali : "4 hal? Apa aja tuh?"

Salman (sambil menghela napas):

1. "Aku mikirin keluarga di rumah yang butuh makan."
2. "Aku mikirin kewajiban taat sama Allah."
3. "Aku mikirin godaan setan yang selalu ngajakin maksiat."
4. "Aku mikirin Malaikat Maut yang bakal dateng kapan aja."

---

Flashback: Ali Cerita Pengalamannya

Ali : "Salman, untung banget njenengan sedih begitu! Aku dulu juga pernah ngalamin."

Terus Ali cerita:

"Suatu hari aku ketemu Rasulullah ﷺ. Beliau nanya, 'Hai Ali, gimana kabarmu?' Aku jawab, 'Wahai Rasulullah, aku juga lagi galau 4 hal: mikirin keluarga yang cuma punya air di rumah, mikirin taat sama Allah, mikirin akhir hidupku (apakah aku mati dalam iman atau enggak), dan mikirin Malaikat Maut.'"

---

Respon Keren dari Rasulullah ﷺ

Rasulullah ﷺ langsung nge-respon dengan kalimat yang bikin hati adem:

"Bahagialah, hai Ali!"

Terus beliau jelasin satu-satu:

Kesedihan Manfaatnya
Mikirin nafkah keluarga Pelindung dari api neraka
Mikirin taat sama Allah Selamat dari siksa
Mikirin akhir kehidupan Jihad, lebih utama dari ibadah 60 tahun
Mikirin Malaikat Maut Melebur seluruh dosa

---

Pesan Penting dari Nabi

Rasulullah ﷺ juga ngasih tau:

"Hei Ali! Rizki itu udah tanggungan Allah, sedihmu yang ini justru ga bikin rugi, malah dapet pahala!"

Terus Nabi ngasih bocoran amalan:

"Bersyukurlah atas Islam. Bertaatlah dengan baca: Laa Haula Walaa Quwwata Illa billahi al-'Aliyyi al-'Adzim. Dan tinggalkanlah kemarahan!"

---

Bonus: Kemarahan Itu Musuh

Rasulullah ﷺ ngasih tau kenapa kita harus ninggalin marah:

· Bisa redam kemarahan Allah
· Bikin timbangan amal kebaikan berat
· Nuntun kita ke surga

Mantap, kan?

---

Salman Makin Galau (Yang Baik)

Salman : "Semoga Allah nambah kemuliaanmu, Ali. Aku bener-bener sedih mikirin semua ini, terutama keluargaku."

Ali : "Salman, aku denger Rasulullah ﷺ bilang: 'Barang siapa ga sedih mikirin keluarga, maka ga punya bagian dari surga.' "

Salman (kaget) : "Hah? Tapi Rasulullah ﷺ juga pernah bilang: 'Orang yang punya tanggungan keluarga ga bakal bahagia selamanya.' "

Ali (sabar menjelaskan) : "Bukan gitu maksudnya, Salman! Kalo pekerjaanmu halal, njenengan bakal bahagia. Surga tuh kangen sama orang-orang yang kuatir dan sedih mikirin yang halal!"

---

Empat Kesedihan yang Mengantarkan ke Surga

Versi Santai: 4 Galau yang Berfaedah

Cuy, dalam dunia tasawuf, ada 4 kesedihan yang justru bikin kita mulia:

1. Galau Mikirin Keluarga

Bukan galau karena pengen kaya raya, tapi karena takut ga bisa nafkahin keluarga dengan cara halal. Keluarga itu titipan Allah, jangan sampai lalai!

Ini ciri-ciri orang yang punya:

· Kasih sayang (Rahmah)
· Amanah
· Tanggung jawab

2. Galau Mikirin Ibadah

Orang yang baik tuh selalu ngerasa ibadahnya kurang. Khawatir shalatnya ga khusyuk, zikirnya ga ikhlas, amalnya ada riya. Galau kayak gini bikin kita makin istiqamah.

3. Galau Mikirin Akhir Hayat

Ini galau-nya para wali, lho! Mereka ga tertipu sama banyaknya amal. Mereka mikir: "Gimana kalo umur panjang tapi matinya ga bawa iman?"

Makanya mereka rajin taubat.

4. Galau Mikirin Malaikat Maut

Orang yang sering inget mati:

· Ga sombong
· Ga rakus
· Ga zalim

Dia sadar semua bakal ditinggal.

---

Hukum-Hukumnya (Yang Perlu Kalian Tau)

WAJIB

✔️ Menafkahi keluarga dengan cara halal
✔️ Menjaga iman sampai mati
✔️ Taat sama Allah dan Rasul-Nya

SUNNAH

✔️ Sering introspeksi (muhasabah)
✔️ Ingat kematian
✔️ Mikirin keadaan akhirat

HARAM

❌ Putus asa dari rahmat Allah
❌ Nafkahin keluarga pake cara haram
❌ Merasa aman dari siksa Allah

---

Hikmah Keren yang Bisa Dipetik

Gak Semua Sedih Itu Buruk

Bro, sedih yang bikin kita makin taat itu pahalanya gede! Jadi jangan takut sedih, yang penting sedihnya bermanfaat.

Orang Iman Itu Antara Takut dan Harap

Orang beriman tuh punya dua perasaan:

· Takut sama siksa Allah
· Harap sama rahmat-Nya

Cari Nafkah Halal Itu Ibadah

Bekerja buat keluarga bukan cuma urusan dunia, tapi juga ibadah. Mantap kan?

Husnul Khatimah Itu Perjuangan

Iman bukan cuma pas hidup, tapi harus dibawa sampai mati. Perjuangan terus!

---

Dalil-Dalil dari Al-Qur'an dan Hadis

Al-Qur'an

"Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka." (QS. At-Tahrim: 6)

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56)

"Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati." (QS. Ali Imran: 185)

"Janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim." (QS. Ali Imran: 102)

Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Orang yang cerdas adalah yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati."

"Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan, yaitu kematian."

Hadis Qudsi

Allah berfirman:

"Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku."

Maka orang mukmin takut sama dosanya, tapi tetap berharap rahmat Allah.

---

Analisis Santai: 4 Penjaga Hati

Nih, biar lebih gampang, gue kasih tabel simpel:

Kesedihan Fungsinya
Nafkah keluarga Mencegah kezaliman
Ketaatan Mencegah kemaksiatan
Husnul khatimah Mencegah ujub (sombong)
Kematian Mencegah cinta dunia

---

Praktik Sehari-hari (Aplikasi)

HARIAN

✅ Shalat 5 waktu berjamaah
✅ Baca Al-Qur'an
✅ Baca zikir: Laa Haula Walaa Quwwata Illaa Billaahil 'Aliyyil 'Azhiim

MINGGUAN

✅ Sedekah walau sedikit
✅ Perhatiin keluarga
✅ Ziarah kubur (biar inget mati)

BULANAN

✅ Evaluasi diri (muhasabah)
✅ Hitung pemasukan halal
✅ Bayar zakat & sedekah

---

Relevansi di Zaman Now (Era Gadget)

Teknologi

Di era AI dan medsos, banyak orang:

· Khawatir sinyal ilang 😱
· Tapi ga khawatir iman ilang 😢

Media Sosial

Cepet banget komunikasi, tapi sering dipake buat:

· Ghibah (gosip)
· Fitnah
· Pamer

Padahal kalo pinter, bisa buat dakwah!

Transportasi

Perjalanan makin cepet, tapi perjalanan ke kubur makin deket.

Kedokteran

Rumah sakit makin canggih, tapi ga ada dokter yang bisa nolak Malaikat Maut.

Kehidupan Sosial

Banyak yang ngejar:

· Followers
· Popularitas
· Jabatan

Tapi lupa bekal akhirat.

---

Motivasi Santuy

Bro, kalo hari ini lu masih mikirin:

✅ Halal haram nafkah
✅ Kualitas ibadah
✅ Keselamatan iman
✅ Kematian

Berarti hati lu masih hidup!

Yang bahaya bukan banyaknya sedih akhirat, tapi hati yang udah ga peduli sama akhirat.

---

Muhasabah Malam Hari (Cara Jitu)

Setiap malam, tanya diri sendiri:

Tentang Keluarga

· Sudah kasih nafkah halal?

Tentang Ibadah

· Shalatku lebih baik dari kemarin?

Tentang Iman

· Hari ini aku makin dekat sama Allah?

Tentang Kematian

· Kalo malem ini mati, aku siap?

Terus:

· Istighfar 100x
· Baca shalawat 100x
· Taubat sebelum tidur

---

Kemuliaan vs Kehinaan

KEMULIAAN

Di Dunia

· Hati tenang
· Rezeki berkah
· Dicintai keluarga
· Dipandang amanah

Di Alam Kubur

· Dapet rahmat Allah
· Kubur dilapangkan

Di Hari Kiamat

· Dapet naungan rahmat
· Timbangan amal berat

Di Akhirat

· Husnul khatimah
· Ampunan Allah
· Surga penuh nikmat

KEHINAAN

Buat yang lalai sama 4 hal ini:

Di Dunia

· Hati keras
· Rakus dunia
· Gelisah ga jelas

Di Alam Kubur

· Penyesalan panjang

Di Hari Kiamat

· Hisab berat

Di Akhirat

· Kehilangan kemuliaan

---

Doa Penutup

Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm.

Allāhumma yā Muqallibal-qulūb tsabbit qulūbanā 'alā dīnik.
(Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu)

Allāhumma arzuqnā rizqan ḥalālan ṭayyiban mubārakan fīh.
(Ya Allah, karuniakanlah kami rezeki yang halal, baik, dan penuh berkah)

Allāhumma a'innā 'alā dzikrika wa syukrika wa ḥusni 'ibādatik.
(Ya Allah, tolonglah kami dalam mengingat-Mu, mensyukuri-Mu, dan memperbaiki ibadah kepada-Mu)

Allāhumma ij'al ākhira kalāminā minad-dunyā Lā ilāha illallāh Muḥammadur Rasūlullāh.
(Ya Allah, jadikanlah akhir perkataan kami di dunia ini adalah La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah)

Allāhumma hawwin 'alainā sakarātal-maut, wa anwirlana fil-qubūr, wa najjinā yaumal-ba'tsi wan-nusyūr.
(Ya Allah, mudahkanlah bagi kami sakaratul maut, terangilah kami di dalam kubur, dan selamatkanlah kami pada hari kebangkitan)

Rabbana ātinā fid-dunyā ḥasanah wa fil-ākhirati ḥasanah wa qinā 'adzāban-nār.
(Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka)

Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.

---

Penutup dari Penulis

Makasih banyak buat semua kaum muslimin yang masih berusaha:

· Membersihkan hati
· Nyari rezeki halal
· Mendidik keluarga dalam ketaatan
· Mempersiapkan bekal akhirat

Semoga Allah jadikan kita termasuk hamba-Nya yang:

· Selalu takut sama Allah
· Berharap rahmat-Nya
· Dapet husnul khatimah
· Dikumpulkan sama Nabi Muhammad ﷺ, para sahabat, orang-orang shalih, dan para pecinta Allah di surga-Nya yang abadi.

Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.

---

Mantap, kan? Jadi jangan sedih yang sia-sia, tapi sedih yang bikin mulia!

Salam santun dari penulis 😊🙏
.............

No comments: