Sabtu, 13 November 2010

Tips Mengajari Anak Menggunakan Toilet (Toilet Training)

Tips Mengajari Anak Menggunakan Toilet (Toilet Training)

September 26 2010 Masuk Kategori: Kesehatan Anak, Populer No Commented

Kapan Anda harus mengajari balita Anda menggunakan toilet?

Tidak ada patokan waktu yang pasti karena masing-masing anak memiliki masa kesiapannya sendiri. Namun, biasanya mereka sudah mulai menunjukkan kesiapan untuk dilatih sejak usia 1,5 s.d. 3 tahun. Anak perempuan biasanya lebih cepat siap dibandingkan anak laki-laki.

Kesiapan fisik dan mental

Pelatihan toilet membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Secara fisik, anak Anda harus sudah dapat menahan air seni selama beberapa jam. Hal ini hanya terjadi jika otot-otot kandung kemihnya telah berkembang sehingga memungkinkannya untuk menahan air seni. Secara mental, dia harus sudah dapat mengenali tanda-tanda kebelet pipis atau buang air besar. Anak Anda juga harus bisa mengkomunikasikan bila dia kebelet melalui ekspresi wajah, gerak tubuh atau kata-kata, SEBELUM benar-benar pipis atau buang air besar.

Berikut adalah beberapa tanda kesiapan anak mendapatkan pelatihan toilet :

  • Dapat menjaga popok tetap kering selama minimal 2 jam dalam suatu waktu
  • Mengumumkan bila dia ingin buang air kecil atau besar
  • Mengerti bila dia diminta menggunakan toilet
  • Dapat mengikuti instruksi sederhana
  • Menarik popoknya bila basah dan kotor
  • Menunjukkan minat pada toilet

Tips Pelatihan Toilet

Bila anak Anda telah menunjukkan kesiapan, Anda bisa memulai dengan membeli salah satu dari dua jenis perlengkapan yang tersedia di pasaran: pispot toilet berpenampung sendiri untuk dikosongkan isinya ke toilet, atau bantalan khusus anak yang didudukkan di atas toilet duduk dewasa. Bagi Anda yang menggunakan toilet jongkok, Anda mungkin tidak perlu membeli bantalan toilet karena anak bisa melakukannya dengan jongkok atau berdiri.

Mengajari anak menggunakan toilet memerlukan ketekunan. Prosesnya bisa memakan waktu hingga 3 sampai 6 bulan, meskipun beberapa anak mungkin membutuhkan waktu lebih cepat atau lebih lama.

Berikut adalah beberapa tips yang mungkin berguna saat Anda melatih buah hati Anda:

  • Ajari anak Anda kata-kata yang diperlukan untuk pelatihan toilet, seperti basah, kering, kebelet, pipis, ee, dan lainnya.
  • Jelaskan penggunaan toilet kepada anak dengan melakukan peragaan, misalnya dengan memperlihatkan membuang kotoran di popoknya ke toilet.
  • Jangan memaksa. Saat kebelet, tanyakan pada anak apakah dia ingin menggunakan toilet. Gunakan toilet hanya bila dia tidak keberatan.
  • Biarkan anak bermain-main dengan toilet atau duduk di atasnya berpakaian lengkap bila dia menginginkannya.
  • Berhentilah melakukan pelatihan toilet untuk sementara waktu jika anak Anda menjadi frustasi atau takut. Tidak ada salahnya mengambil jeda pelatihan dan memulai lagi nanti.
  • Biarkan anak melihat ke dalam toilet setelah acara buang airnya “sukses”.
  • Ajaklah dia ikut menggelontor toilet untuk membiasakan diri.
  • Pastikan bahwa area toilet aman. Simpan sabun mandi, deterjen, shampoo dan lainnya di luar jangkauan anak.
  • Puji anak Anda setiap kali dia berhasil menggunakan toiletnya

image: source

Artikel Terkait:

  1. 9 Tips Mencegah Pembusukan Gigi pada Anak-Anak
  2. 10 Tips Memilih Sepatu Anak
  3. Tas Sekolah Anak: 3 Tips Hindari Cedera
  4. Anak Berbicara Gagap, Perlukah Terapi?
  5. Kebiasaan Mengompol pada Anak

Cara Menghilangkan Kutu Rambut

Cara Menghilangkan Kutu Rambut

October 26 2010 Masuk Kategori: Kesehatan Anak No Commented

“Mama, kepalaku gatal!”

Para ibu yang memiliki anak usia sekolah seringkali mendengar keluhan tersebut. Setelah diselidiki, penyebabnya umumnya adalah kutu rambut. Anak-anak biasanya mengeluhkan masalah kutu rambut pada usia taman kanak-kanak dan SD, tertulari oleh teman sekelasnya.

Kutu rambut adalah serangga pengisap darah. Berbeda dengan nyamuk, kutu rambut adalah parasit permanen yang menggantungkan hidupnya pada satu orang. Seekor kutu rambut betina sepanjang hidupnya meletakkan sekitar 140 telur. Telur-telur itu secara acak dilengketkan pada pangkal rambut. Pengembangan dari telur hingga dewasa memakan waktu sekitar tiga minggu. Bila semua telur menetas dan separuhnya (70 ekor) yang betina bertelur 140 buah, maka akan ada 9800 kutu rambut baru! Tak heran bila jumlah kutu rambut bisa meningkat sangat cepat.

Kutu rambut sering makan. Dalam sehari mereka bisa makan 6 sampai 12 kali. Rasa gatal dirasakan ketika kutu sedang makan. Garukan yang keras dapat menyebabkan infeksi sekunder di kulit kepala.

Kebanyakan telur, larva dan kutu rambut dewasa dapat ditemukan di daerah mahkota kepala (temporal dan oksipital). Bila kutu rambut berjumlah banyak, sebagian dapat menempel di bagian pinggir kepala. Kutu rambut tidak hanya bisa berada di kepala, tetapi juga pada kulit halus di telinga dan daerah leher.

Telur yang masih hidup berada di pangkal rambut, sedangkan selongsong telur dan telur mati dapat ditemukan pada jarak 2-3 cm dari akar rambut. Posisi telur di rambut dapat membantu menentukan durasi kejangkitan. Dengan tingkat pertumbuhan rambut rata-rata sekitar 0,5 mm per hari, dalam sebulan telur kutu akan berada sekitar 1-1,5 cm dari kulit.

Solusi kutu rambut

1. Metode manual

Metode yang paling banyak digunakan untuk menghilangkan kutu rambut dan telur-telurnya adalah metode manual dengan sisir (serit). Untuk meningkatkan efektivitasnya, Anda dapat membasahi rambut dengan air cuka hangat (asam asetat) berkadar 5-10% sebelum menyisir kutu. Larutan ini dapat meloloskan rekatan telur pada rambut sehingga menjadi mudah lepas.

2. Metode kimia

Metode manual memakan waktu dan Anda harus sering mengulanginya beberapa kali sampai kutu rambut menghilang. Pada anak kecil di bawah dua tahun, metode ini sulit diterapkan karena mereka cenderung sulit diam. Metode yang lebih cepat dan efektif untuk menghilangkan kutu rambut adalah metode kimia dengan pedikulisida (racun kutu rambut) berbentuk cairan, krim atau lotion yang dirancang khusus untuk membunuh kutu.

Persyaratan umum pedikulisida adalah keselamatan bagi tubuh manusia. Di Indonesia, persyaratannya sama dengan untuk obat-obatan lain yang langsung dikenakan pada kulit. Mereka harus berdaya racun rendah, tidak menimbulkan sensitisasi, resorpsi dan iritasi. Bahan aktif pedikulisida yang terutama adalah insektisida jenis piretroid (permetrin, d-fenotrin, alletrin dll). Insektisida ini merusak sistem saraf serangga. Kutu rambut tidak mati seketika oleh pemberian obat, namun beberapa saat kemudian. Karena telur kutu rambut terlindungi oleh cangkangnya, mereka sulit mati oleh pedikulisida. Saat ini tidak ada produk pedikulisida yang membunuh 100% telur kutu. Kutu-kutu rambut bisa kembali muncul setelah telur-telur yang bertahan menetas dan berkembang biak. Anda mungkin perlu mengulangi pemberian pedikulisida dalam 7-10 hari kemudian.

Anda dapat mengkombinasikan metode kimia dengan metode manual untuk menghilangkan kutu rambut berikut telur-telurnya. Bila Anda tidak menyukai metode kimia dengan pedikulisida karena takut efek negatifnya, Anda mungkin dapat menggunakan alternatif terapi secara alami.

Tips

  • Jangan menggunakan pedikulisida secara berlebihan dan jangan mencampur penggunaan lebih dari satu produk. Gunakanlah sesuai instruksi agar tidak menimbulkan efek negatif bagi diri Anda dan tidak membuat kutu rambut resisten.
  • Jangan berkeramas menggunakan pedikulisida dengan air hangat karena pori-pori kulit kepala yang mengembang oleh panas dapat menyerap zat racunnya sehingga berbahaya bagi Anda.
  • Setelah penggunaan pedikulisida lebih dari dua kali dan kutu rambut tidak hilang, Anda mungkin perlu mengganti dengan jenis lain yang lebih efektif. Jangan terus memaksakan penggunaannya.

image: source

Artikel Terkait:

  1. 4 Cara Menghilangkan Rambut/Bulu Ketiak
  2. 6 Metode Untuk Menghilangkan Rambut
  3. 5 Cara Alami Menghilangkan Ketombe
  4. Agar Rambut Tumbuh Lebih Cepat
  5. Ketiak Anda Hitam? Ketahui Sebab dan Cara Menghilangkannya