Allah ta’ala berfirman (yang artinya):
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah, dan LIHATLAH DIRI MASING-MASING apakah yang sudah dia PERSIAPKAN untuk KEHIDUPAN ESOK..“
[Al-Hasyr:18].
.......
Rosululloh -shollallohu alaihu wasallam- telah bersabda:
“Umur-umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit orang yang bisa melampui umur tersebut..”
Dan ternyata dalam waktu yang sebentar itu, untuk waktu +-70 tahun saja kita harus BANTING TULANG untuk mencari bekalnya, lalu sudahkah kita banting tulang untuk kehidupan alam barzakh yang sangat lama, SATU HARINYA = 50 RIBU TAHUN.. Ingat, ketika itu tak ada yang berguna kecuali amal baik kita. Tak ada pakaian, tak ada sandal, matahari hanya berjarak 1 mil dan tak ada naungan kecuali naungan-Nya.
Sungguh, kehidupan setelah kehidupan dunia ini jauh lebih lama, dan jauh lebih berat… tentu itu memerlukan usaha mengumpulkan BEKAL yang jauh lebih banyak dan jauh lebih intens.
Oleh karena itu, lihatlah diri Anda, sudahkah dia mempersiapkannya…?!
............
Nasehat Santai:
BANTING TULANG SEBELUM KIAMAT PRIBADI DATANG
---
1. Maksud dan Tujuan
Bro sis, hidup di dunia ini sebentar banget. Rata-rata umur kita cuma 60-70 tahun. Tapi masalahnya, kita malah sibuk banting tulang nyari uang, rumah, mobil, TH, padahal itu semua bakal ditinggal mati. Yang abadi cuma amal kita.
Tujuan nasehat ini: Mengingatkan kita buat ga fokus ke dunia doang, tapi juga siapin bekal buat alam kubur yang lamanya ga masuk akal.
---
2. Dalil-Dalil
Ayat Qur'an:
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah, dan LIHATLAH DIRI MASING-MASING apakah yang sudah dia PERSIAPKAN untuk KEHIDUPAN ESOK.."
— Al-Hasyr: 18
Hadis Shahih:
"Umur-umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit orang yang bisa melampui umur tersebut.."
— HR. Tirmidzi
Hadis Qudsi (makna):
Allah berfirman: "Wahai anak Adam, Aku heran kepadamu, engkau tertawa padahal tidak tahu apakah Aku meridhaimu atau murka padamu."
— HR. Al-Bazzar
---
3. Analisa & Implementasi
Bayangin ya:
Kita hidup rata-rata 65 tahun. Itu cuma 23.725 hari. Sekarang umur kita berapa? 20? 30? 40? Udah kepake berapa? Sisa berapa?
Sekarang bandingin sama alam kubur:
1 hari di akhirat = 50.000 tahun di dunia.
Kalau di alam barzakh aja 1 hari = 50 ribu tahun, apalagi nunggu hari kiamat? Lalu dihisab? Lalu masuk surga atau neraka?
Relevansi kekinian:
· FOMO (Fear Of Missing Out): Kita takut ketinggalan tren, padahal yang harusnya kita takutin ketinggalan amal.
· Auto scroll medsos: Habisin berjam-jam scroll reels, tapi males baca Qur'an 5 menit.
· Karierisme: Sibuk naikin jabatan, tapi iman jalan di tempat.
· Investasi dunia: Nabung saham, crypto, reksadana. Padahal investasi akhirat jauh lebih untung.
Rugi banget kan? Kita banting tulang 65 tahun buat hidup 65 tahun. Tapi ga banting tulang buat hidup yang lamanya triliunan tahun.
Bayangin kalau nanti di akhirat ditanya: "Kamu 65 tahun di dunia pake buat apa aja?" Terus kita jawab: "Ya Allah, aku sibuk buat konten, cuan, dan liburan..."
Aduh, malu banget!
---
4. Muhasabah & Caranya
Caranya gampang:
1. Luangkan 5 menit setiap hari sebelum tidur. Tanya diri sendiri:
· "Aku hari ini dosa apa aja?"
· "Aku hari ini amal apa aja?"
· "Kalau Allah ambil nyawaku sekarang, aku siap ga?"
2. Buat target amal harian:
· Shalat tepat waktu
· Baca Qur'an minimal 1 halaman
· Sedekah sekecil apapun
· Jaga lisan (ga ghibah, ga nyinyir)
3. Inget mati setiap hari. Bukan buat sedih, tapi buat motivasi. Kalau nginget mati, kita jadi males maksiat dan semangat ibadah.
4. Lihat kehidupan orang yang lebih susah. Biar kita makin bersyukur dan termotivasi buat berbagi.
5. Temeni diri dengan orang shaleh. Lingkungan itu ngaruh banget.
Pertanyaan muhasabah versi gaul:
· "Akun amal aku hari ini hijau apa merah?"
· "Konten apa yang aku konsumsi hari ini?"
· "Berapa orang yang aku bantu hari ini?"
· "Apa yang aku lakuin yang bakal dicatet malaikat?"
· "Kalau besok mati, aku bakal tenang atau panik?"
---
5. Doa
Bismillahirrahmanirrahim.
Allahumma inni as-aluka husnal khatimah. Ya Allah, aku minta akhir hidup yang baik.
Allahumma a'inni 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatik. Ya Allah, tolong aku buat inget sama Engkau, bersyukur, dan ibadah dengan baik.
Allahumma la taj'alni minal ghafilin. Jangan jadikan aku orang yang lalai.
Allahumma inni a'udzu bika minal 'ajzi wal kasal. Aku berlindung dari rasa malas.
Rabbi habli hukman wa alhiqni bishshalihin. Ya Rabb, beri aku pemahaman agama dan kumpulkan aku dengan orang-orang saleh.
Allahumma aamiin.
---
6. Ucapan Terimakasih
Jazaakallahu khairan katsir buat para ustadz yang udah sabar ngajarin ilmu agama. Semoga Allah membalas kebaikan njenengan semua.
Dan buat para pembaca yang udah nyempetin baca sampai akhir, semoga Allah mudahkan langkah kita semua untuk jadi pribadi yang lebih baik. Aamiin.
Ingat pesan terakhir:
"Hidup itu singkat, kubur itu panjang, hisab itu berat, surga itu indah, neraka itu pedih. Pilih mana?"
---
Wallahu a'lam bish-shawab.
No comments:
Post a Comment