menahan marah
Al Faqih, Rasulullah bersabda: Segala sesuatu punya ke istimewaan, dan majelis teristimewa yang menghadap kiblat, dan majelis kalian itu dengan amanat, kalian jangan salat di belakang orang tidur, dan orang berhadats, bunuhlah ular dan ketongeng, sekalipun tengah melakukan salat, jangan tutup dinding dengan kain, dan barangsiapa membuka atau membaca surat kawan atau saudaranya tanpa izinnya, berarti ia membuka neraka. Dan barangsiapa ingin kuat, berserah dirilah kepada Allah, jika ingin mulia, takwalah kepada Allah, jika ingin menjadi manusia terkaya, yakinlah akan jaminan Allah melebihi (harta) yang ditangannya. Kemudian sabdanya pula: Tahukah kamu manusia yang paling jahat? Yaitu orang yang kenyang (sendiri) tidak perduli (membantu) kanan kirinya, berwatak bengis, dan memukul pembantunya. Lalu siapakah yang lebih jahat dari itu? Yaitu:
Manusia yang suka membenci dan dibenci lainnya. Lalu siapakah yang melebihi itu? Yaitu: Orang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain, tidak menerima maaf atau udzur lain orang. Lalu siapakah yang melebihi itu? Yaitu: Manusia yang tidak bisa diharap kebaikannya, dan orang lain tidak tentram karena gangguannya. Kemudian beliau menirukan nasihat Nabi Isa s: Hai Bani Israil, hikmah jangan kau katakan pada orang jahil, berarti kau aniaya pada hikmah itu, dan jangan pula kau simpan (dari ahlinya) berarti kau aniaya pula orang yang berhak atas itu. Dan jangan kau tanggapi orang jahat (membalas kejahatannya) mengakibatkan lenyapnya kebaikanmu di sisi Tuhan. Hai bani Israil, pada dasarnya segala urusan itu terbagi menjadi tiga, yaitu:
yaitu:
Yang baik (terang) baiknya, ikutilah.
Yang buruk (terang) buruknya, hindarkanlah,
Yang meragukan, maka kembalikan kepada Allah dan Rasulullah Nya.
.......
Menyucikan Hati, Menjaga Amanah, dan Menjadi Hamba yang Dicintai Allah
Nasihat Tasawuf (Tazkiyatun Nufus) Berdasarkan Riwayat dalam Kitab Al-Faqih
Bismillahirrahmanirrahim.
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan petunjuk kepada hamba-hamba-Nya melalui Al-Qur'an, sunnah Rasulullah ﷺ, serta nasihat para ulama. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga hari kiamat.
Riwayat di atas mengajarkan bahwa kemuliaan seorang mukmin bukanlah karena kekayaan, kedudukan, atau kekuatan fisik, melainkan karena kebersihan hati, amanah, takwa, tawakal, kasih sayang, serta akhlak yang mulia. Inilah inti dari tazkiyatun nufus, yaitu menyucikan jiwa dari sifat-sifat tercela dan menghiasinya dengan sifat-sifat yang diridhai Allah.
Seorang sufi berkata:
"Perjalanan menuju Allah bukanlah dengan banyaknya langkah kaki, tetapi dengan bersihnya hati."
Allah SWT berfirman:
"Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya."
(QS. Asy-Syams: 9–10).
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh; jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati."
(HR. Bukhari dan Muslim).
Pelajaran Tasawuf
-
Jagalah amanah, karena amanah adalah cermin keimanan dan jalan menuju kepercayaan Allah serta manusia.
-
Bertawakal kepada Allah, sebab kekuatan sejati bukan berasal dari diri sendiri, tetapi dari pertolongan Allah.
-
Bertakwa, karena kemuliaan di sisi Allah hanya diukur dengan ketakwaan.
-
Yakin kepada rezeki Allah, sehingga hati menjadi kaya walaupun harta sederhana.
-
Menjadi pribadi yang memberi manfaat, bukan yang membawa gangguan kepada orang lain.
-
Mudah memaafkan, sebab Allah mencintai hamba yang pemaaf.
-
Menjaga lisan dan hikmah, menyampaikan ilmu kepada orang yang siap menerimanya dengan penuh kelembutan.
-
Bersikap wara', yaitu meninggalkan perkara syubhat dan mengembalikannya kepada Al-Qur'an dan Sunnah.
Dalil Al-Qur'an
- QS. Al-Hujurat: 13 — Kemuliaan di sisi Allah adalah karena takwa.
- QS. Ali 'Imran: 159 — Perintah memaafkan dan bermusyawarah.
- QS. An-Nahl: 90 — Allah memerintahkan keadilan, ihsan, dan melarang kezaliman.
- QS. Al-Ma'idah: 2 — Tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa.
- QS. At-Talaq: 2–3 — Barang siapa bertakwa, Allah memberi jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka.
Hadis-Hadis Terkait
-
"Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya." (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).
-
"Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri." (HR. Bukhari dan Muslim).
-
"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis Qudsi
Allah Ta'ala berfirman:
"Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikannya haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi."
(HR. Muslim).
Dan dalam hadis qudsi lainnya:
"Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka Aku menyatakan perang kepadanya... Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya."
(HR. Bukhari).
Relevansi Zaman Sekarang
Di era media sosial, kecanggihan teknologi, kecerdasan buatan (AI), komunikasi digital, dan arus informasi yang sangat cepat, manusia mudah tergelincir pada membuka aib orang lain, menyebarkan rahasia, mencela, membenci, serta kehilangan amanah.
Tasawuf mengajarkan agar hati tetap hidup dengan dzikir, menjaga adab dalam dunia nyata maupun dunia digital, tidak mudah menghakimi, serta menjadikan teknologi sebagai sarana dakwah, silaturahmi, ilmu, dan amal saleh.
Muhasabah
Renungkan setiap malam:
- Apakah hari ini aku menjaga amanah?
- Apakah lisanku menyakiti orang lain?
- Sudahkah aku memaafkan orang yang bersalah kepadaku?
- Apakah orang lain merasa aman ketika berada di dekatku?
- Apakah aku lebih berharap kepada Allah daripada kepada makhluk?
- Apakah aku telah menjauhi perkara syubhat?
Cara Melatih Tazkiyatun Nufus
- Perbanyak istighfar minimal 100 kali setiap hari.
- Membaca Al-Qur'an dan mentadabburinya setiap hari.
- Menjaga shalat berjamaah dan memperbanyak shalat sunnah.
- Membiasakan sedekah walaupun sedikit.
- Melatih diri memaafkan sebelum tidur.
- Berdzikir pagi dan petang.
- Memilih sahabat yang saleh.
- Menjaga amanah dalam setiap urusan.
- Menghindari ghibah, fitnah, dan membuka rahasia orang lain.
- Memohon kepada Allah agar diberi hati yang bersih.
Doa
Allahumma ya Muqallibal qulub, tsabbit qalbi 'ala dinik. Allahumma athhir qulubana minan nifaq, wa a'malana minar riya', wa alsinatana minal kadzib, wa a'yunana minal khiyanah. Allahumma ij'alna minal muttaqin, minal mutawakkilin, minal mukhlishin, wa minal muhsinin. Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina 'adzaban nar. Amin ya Rabbal 'alamin.
Penutup
Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba-hamba yang menjaga amanah, berhati bersih, mudah memaafkan, senang menebarkan manfaat, bertakwa, bertawakal, dan selalu berada di jalan yang lurus hingga bertemu dengan-Nya dalam keadaan husnul khatimah.
Jazakumullahu khairan katsiran.
Terima kasih atas kesediaan meluangkan waktu untuk membaca dan mengamalkan nasihat ini. Semoga Allah SWT menerima setiap amal ibadah kita, melimpahkan rahmat, keberkahan, dan menjadikan kita termasuk golongan hamba-hamba-Nya yang memperoleh kebahagiaan di dunia serta keselamatan di akhirat.
Wallahu a'lam bish-shawab.
......
No comments:
Post a Comment