Bab : 29
Tanda Tanda Bahagia dan Celaka.
Inilah beberapa tanda orang yang bahagia dan diikuti tanda orang yang celaka yang diambil dari Kitab Duratun Nasihin sebagai berikut:
Menjaga shalat 5 waktu, sedang celakanya adalah melalaikan shalat 5 waktu
.......
Menjaga Shalat Lima Waktu: Tanda Kebahagiaan Hati dan Jalan Keselamatan Menuju Allah
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Nasehat dan Motivasi (Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufus)
Di dalam Kitab Duratun Nasihin disebutkan bahwa di antara tanda orang yang bahagia adalah menjaga shalat lima waktu, sedangkan tanda orang yang celaka adalah melalaikan shalat lima waktu.
Dalam pandangan tasawuf, shalat bukan sekadar gerakan lahiriah, melainkan mi'raj ruh, saat seorang hamba bermunajat, mencurahkan kerinduan, serta membersihkan hati dari karat dosa. Orang yang menjaga shalat berarti menjaga hubungan dengan Allah. Sebaliknya, orang yang melalaikan shalat sedikit demi sedikit akan mengalami kerasnya hati, sempitnya dada, hilangnya keberkahan hidup, dan jauhnya cahaya iman.
Para ulama tasawuf menjelaskan bahwa shalat yang dilakukan dengan khusyuk akan melahirkan tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), menumbuhkan sifat ikhlas, sabar, tawakal, syukur, serta mengikis kesombongan dan cinta dunia yang berlebihan.
Shalat adalah waktu ketika dunia ditinggalkan sejenak demi menghadap Raja segala raja. Betapa ruginya seseorang yang selalu memiliki waktu untuk urusan dunia, tetapi merasa berat ketika dipanggil Allah melalui adzan.
Di zaman yang penuh kesibukan, teknologi canggih, telepon pintar, media sosial, dan berbagai hiburan tanpa batas, banyak orang terlena hingga menunda bahkan meninggalkan shalat. Padahal kemajuan dunia tidak akan mampu menggantikan ketenangan yang Allah anugerahkan kepada orang-orang yang menjaga shalatnya.
Kebahagiaan sejati bukan diukur oleh harta, jabatan, atau popularitas, melainkan oleh kedekatan hati kepada Allah. Orang yang menjaga shalat akan memiliki hati yang lebih tenang ketika menghadapi ujian, lebih sabar ketika ditimpa musibah, dan lebih bersyukur ketika memperoleh nikmat.
Dalil Al-Qur'an
1. "Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar."
(QS. Al-'Ankabut: 45)
2. "Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang khusyuk dalam shalatnya."
(QS. Al-Mu'minun: 1–2)
3. "Maka datanglah sesudah mereka generasi yang menyia-nyiakan shalat dan mengikuti hawa nafsu; maka mereka kelak akan menemui kesesatan."
(QS. Maryam: 59)
Hadis Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat adalah shalat. Jika shalatnya baik, maka baik pula seluruh amalnya."
(HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa'i)
Beliau juga bersabda:
"Perjanjian antara kami dengan mereka adalah shalat. Barang siapa meninggalkannya, maka sungguh ia telah kufur."
(HR. Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasa'i)
Hadis Qudsi
Allah Ta'ala berfirman:
"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya."
(HR. Al-Bukhari)
Shalat wajib merupakan kewajiban paling utama, kemudian shalat sunnah menjadi jalan meraih cinta Allah.
Muhasabah
Renungkanlah sejenak.
- Apakah adzan menjadi panggilan yang segera kita sambut, atau justru sering kita abaikan?
- Apakah shalat kita sudah khusyuk atau hanya sekadar menggugurkan kewajiban?
- Berapa kali kita menunda shalat karena pekerjaan, perdagangan, hiburan, atau media sosial?
- Apakah hati kita lebih bergetar ketika mendengar adzan daripada suara notifikasi telepon genggam?
Ketahuilah, kualitas shalat sering kali menjadi cermin kualitas hubungan kita dengan Allah.
Cara Memperbaiki Diri
- Menjaga shalat tepat pada waktunya.
- Berwudhu dengan sempurna dan penuh kesadaran.
- Datang ke masjid bagi laki-laki apabila memungkinkan.
- Memahami bacaan shalat agar lebih khusyuk.
- Memperbanyak dzikir dan istighfar sebelum dan sesudah shalat.
- Mengurangi hal-hal yang melalaikan hati, seperti hiburan yang berlebihan.
- Memohon kepada Allah agar diberi keistiqamahan dalam menjaga shalat.
Doa
اللهم أعني على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك.
"Ya Allah, tolonglah aku untuk senantiasa mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan memperbaiki ibadahku kepada-Mu."
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang menjaga shalat dengan penuh keikhlasan dan kekhusyukan. Bersihkan hati kami dari sifat lalai, sombong, dan cinta dunia yang berlebihan. Tetapkanlah langkah kami di atas jalan-Mu hingga akhir hayat, dan wafatkanlah kami dalam keadaan husnul khatimah. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
Ucapan Terima Kasih
Alhamdulillahi Rabbil 'alamin.
Terima kasih kepada seluruh pembaca yang telah meluangkan waktu untuk merenungkan nasihat ini. Semoga Allah SWT menjadikan kita semua termasuk golongan hamba-hamba-Nya yang menjaga shalat, menyucikan jiwa, memperindah akhlak, serta memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Jazakumullahu khairan katsiran. Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua dan mempertemukan kita kelak di surga-Nya. Aamiin.
.......
No comments:
Post a Comment