Tuesday, July 7, 2026

263irs. Jangan Menukar Panggilan Allah dengan Urusan Dunia

 Bab : Sholat Jum'at.

Ibn Syaibah dari Mujahid berkata: Ada suatu kaum yang keluar pepergian pada hari jum'at, tiba-tiba kemah mereka terbakar, padahal pada mulanya mereka tidak melihat orang menyalakan api.

........

Jangan Menukar Panggilan Allah dengan Urusan Dunia

Nasihat Tasawuf (Tazkiyatun Nufūs) tentang Keagungan Hari Jum'at

Diriwayatkan dari Ibnu Abi Syaibah, dari , bahwa beliau berkata:

"Ada suatu kaum yang keluar bepergian pada hari Jum'at. Tiba-tiba kemah mereka terbakar, padahal sebelumnya mereka tidak melihat seorang pun menyalakan api."

Riwayat ini menjadi pelajaran bahwa seorang mukmin tidak boleh meremehkan panggilan Allah, khususnya pada hari Jum'at ketika telah datang kewajiban menghadiri shalat Jum'at. Dalam pandangan tasawuf, musibah bukan sekadar kerugian lahiriah, tetapi dapat menjadi peringatan agar hati kembali kepada Allah.

Allah SWT berfirman:

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jum'at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al-Jumu'ah: 9).

Allah juga berfirman:

"Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (QS. Ath-Thalaq: 2–3).

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barang siapa meninggalkan tiga kali shalat Jum'at karena meremehkannya, maka Allah akan mengunci hatinya." (HR. Abu Dawud, An-Nasa'i, dan At-Tirmidzi).

Dalam hadis lain, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jum'at." (HR. Muslim).

Dalam sebuah hadis qudsi Allah Ta'ala berfirman:

"Wahai hamba-Ku, apabila engkau datang kepada-Ku berjalan, Aku datang kepadamu berlari." (HR. Al-Bukhari dalam makna riwayat tentang kedekatan Allah kepada hamba yang mendekat kepada-Nya).

Hikmah Tasawuf (Tazkiyatun Nufūs)

Musibah dalam kehidupan sering kali bukan semata-mata hukuman, melainkan pendidikan dari Allah. Seorang sufi memandang setiap peristiwa sebagai pesan Ilahi agar hati dibersihkan dari cinta dunia yang berlebihan.

Hari Jum'at adalah hari yang penuh cahaya. Ketika manusia lebih mengutamakan keuntungan dunia daripada memenuhi panggilan Allah, maka ia sedang mengotori hatinya dengan hubbud dunya (cinta dunia). Hati yang bersih akan lebih memilih ridha Allah daripada keuntungan sesaat.

Tasawuf mengajarkan bahwa keberkahan hidup bukan diukur dari banyaknya harta, tetapi dari kedekatan kepada Allah. Sedikit yang penuh berkah lebih baik daripada banyak tetapi mengundang murka-Nya.

Relevansi di Zaman Sekarang

Di era teknologi, banyak orang tetap sibuk berdagang, bekerja, bermain media sosial, atau mengejar target bisnis hingga mengabaikan adzan Jum'at.

Ada pula yang sengaja menunda berangkat ke masjid karena rapat, perjalanan, atau urusan dunia lainnya. Padahal keberhasilan sejati bukan hanya karena usaha, tetapi juga karena keberkahan yang Allah turunkan kepada orang yang taat.

Jangan sampai kita mengejar dunia, namun kehilangan penjagaan Allah. Sebab tanpa pertolongan-Nya, semua yang kita miliki dapat lenyap dalam sekejap.

Muhasabah

Renungkanlah dalam hati:

  • Apakah aku selalu menyambut adzan Jum'at dengan penuh kerinduan?
  • Apakah pekerjaanku pernah membuatku menunda atau meremehkan shalat Jum'at?
  • Apakah aku lebih takut kehilangan keuntungan dunia daripada kehilangan ridha Allah?
  • Sudahkah aku menjadikan hari Jum'at sebagai hari memperbanyak dzikir, shalawat, membaca Al-Qur'an, dan berdoa?

Cara Bermuhasabah

  1. Berniat sejak malam Jum'at untuk memuliakan hari Jum'at.
  2. Berangkat lebih awal ke masjid.
  3. Memperbanyak istighfar, shalawat, dan membaca Surah Al-Kahfi.
  4. Meninggalkan seluruh kesibukan dunia ketika adzan Jum'at telah berkumandang.
  5. Memohon kepada Allah agar hati selalu mendahulukan ketaatan daripada kepentingan dunia.

Doa

Allahumma yā Muqallibal qulūb, tsabbit qalbī 'alā dīnik. Allahumma ij'al qalbanā mu'allaqan bil-masājid, wa lā taj'alid-dunyā akbara hamminā wa lā mablagha 'ilminā. Allahumma bārik lanā fī a'mālinā wa arzuqnā ṭā'ataka qabla kulli syai'. Āmīn.

Artinya:

"Ya Allah, Dzat Yang Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu. Ya Allah, jadikan hati kami senantiasa terpaut kepada masjid. Jangan jadikan dunia sebagai tujuan terbesar kami. Limpahkan keberkahan pada pekerjaan kami, dan karuniakan kepada kami kemampuan untuk selalu mendahulukan ketaatan kepada-Mu. Aamiin."

Penutup

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang selalu memuliakan syiar-Nya, mengagungkan hari Jum'at, membersihkan hati dari cinta dunia yang berlebihan, serta menghiasi jiwa dengan takwa, ikhlas, dan tawakal.

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca nasihat ini. Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, melimpahkan keberkahan kepada keluarga kita, dan mengumpulkan kita kelak bersama Rasulullah ﷺ di surga-Nya. Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.

:::


No comments: