Bab : 29
Tanda Tanda Bahagia dan Celaka.
Inilah beberapa tanda orang yang bahagia dan diikuti tanda orang yang celaka yang diambil dari Kitab Duratun Nasihin sebagai berikut:
Cita-citanya selalu tertuju pada ibadah dan membaca Al Quran, sedang celakanya adalah cita-citanya hanya untuk melampiaskan nafsu dan mencari kelezatan dunia
.......
Cita-Cita yang Mengarah ke Langit atau Terbelenggu Dunia?
Tazkiyatun Nufus: Kebahagiaan Sejati Ada pada Hati yang Mencintai Allah
Bismillahirrahmanirrahim.
Dalam Kitab Duratun Nasihin disebutkan bahwa di antara tanda orang yang bahagia adalah cita-citanya selalu tertuju kepada ibadah dan membaca Al-Qur'an. Sebaliknya, tanda orang yang celaka adalah cita-citanya hanya untuk memuaskan hawa nafsu dan mengejar kelezatan dunia.
Tasawuf mengajarkan bahwa nilai seseorang bukan ditentukan oleh apa yang dimilikinya, tetapi oleh apa yang paling ia cintai dan paling ia perjuangkan. Jika hati dipenuhi kerinduan kepada Allah, maka seluruh langkah hidup akan bernilai ibadah. Namun apabila hati dikuasai syahwat dunia, maka dunia akan menjadi penjara yang tidak pernah memberikan kepuasan.
Allah berfirman:
"Padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal."
(QS. Al-A'la: 17)
Allah juga berfirman:
"Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, saling berbangga di antara kamu, dan berlomba dalam harta serta anak..."
(QS. Al-Hadid: 20)
Dan Allah berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, mendirikan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka... mereka mengharapkan perdagangan yang tidak akan merugi."
(QS. Fathir: 29)
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya."
(HR. Al-Bukhari)
Beliau juga bersabda:
"Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau seorang musafir."
(HR. Al-Bukhari)
Dalam hadis qudsi, Allah Ta'ala berfirman:
"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya..."
(HR. Al-Bukhari)
Pandangan Tasawuf (Tazkiyatun Nufus)
Para ulama tasawuf menjelaskan bahwa cita-cita adalah cermin isi hati. Bila seseorang lebih sibuk memikirkan Al-Qur'an, shalat, zikir, sedekah, dan akhirat, berarti hatinya sedang hidup.
Sebaliknya, bila yang memenuhi pikirannya hanyalah harta, kedudukan, pujian manusia, hiburan tanpa batas, dan syahwat, maka hati sedang sakit dan membutuhkan penyucian (tazkiyah).
Orang yang bahagia bukanlah yang paling kaya, melainkan yang paling dekat kepada Allah.
Relevansi di Zaman Sekarang
Di era media sosial, kecanggihan teknologi, kecerdasan buatan, dan informasi tanpa batas, manusia semakin mudah mengejar kenikmatan dunia. Waktu habis untuk menggulir layar, mengejar popularitas, dan membandingkan kehidupan dengan orang lain.
Namun orang yang beriman menjadikan teknologi sebagai sarana dakwah, belajar Al-Qur'an, mencari ilmu, memperbanyak silaturahmi, dan menyebarkan manfaat.
Dunia berada di tangan, bukan di hati.
Muhasabah Diri
Renungkanlah:
- Apa yang paling sering memenuhi pikiranku setiap hari?
- Berapa lama waktuku untuk Al-Qur'an dibandingkan media sosial?
- Apakah cita-citaku hanya sukses dunia atau juga sukses di hadapan Allah?
- Bila hari ini adalah hari terakhir hidupku, sudahkah aku membawa bekal yang cukup?
Cara Menumbuhkan Cita-Cita Akhirat
- Membaca Al-Qur'an setiap hari walaupun sedikit, disertai tadabbur.
- Menjaga shalat lima waktu dan memperbanyak shalat sunnah.
- Memperbanyak zikir dan istighfar.
- Berteman dengan orang-orang saleh.
- Mengurangi hal-hal yang melalaikan hati.
- Mengingat kematian agar hati tidak diperbudak dunia.
- Berdoa agar Allah menetapkan hati dalam hidayah.
Doa
Allahumma inni as'aluka hubbaka, wa hubba man yuhibbuka, wa hubba 'amalin yuqarribuni ila hubbik. Allahumma la taj'alid-dunya akbara hammina wa la mablagha 'ilmina, waj'alil-akhirata hiya hammana wa qurrata a'yunina. Allahumma a'inna 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatik. Amin ya Rabbal 'alamin.
Artinya:
"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu cinta-Mu, cinta orang yang mencintai-Mu, dan cinta kepada amal yang mendekatkanku kepada cinta-Mu. Ya Allah, janganlah Engkau jadikan dunia sebagai cita-cita terbesar kami dan puncak ilmu kami. Jadikanlah akhirat sebagai tujuan utama kami dan penyejuk hati kami. Ya Allah, tolonglah kami agar senantiasa mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya. Aamiin."
Penutup
Semoga Allah menjadikan hati kita selalu rindu kepada ibadah, mencintai Al-Qur'an, mengutamakan akhirat daripada dunia, serta memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang berbahagia di dunia dan di akhirat.
Jazakumullahu khairan katsiran.
Terima kasih atas kesediaan meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan nasihat ini. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat, taufik, hidayah, keberkahan umur, kesehatan, dan husnul khatimah kepada kita semua. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
No comments:
Post a Comment