Bab : Ilmu.
Guru kami Muhammad bin Abil Hasan Al-Baskri Ashshiddiqi ra dalam wasiatnya kepadaku, berkata: Jadikanlah ikhlas sebagai siarmu baik dalam hal yang akan kamu ketengahkan kepada orang lain atau kamu yang mendengar nasehat daripadanya, dan Jadikanlah etis yang baik apabila berhubungan pada Allah swt, seolah etis ini sebagai hamparanmu.
Dan janganlah kamu enggan mengajarkan ilmu kepada orang yang mau belajar. Sungguhpun demikian kamu harus mengetahui bahwa dalam mengajar itu kamu harus berkomunikasi pada Allah swt seolah-olah Allah senantiasa mengintaimu. Semoga Allah swt memberikan keikhlasan dalam hati kita dalam menuntut ilmu, dalam mengembangkan dan menyiarkanya dan dalam seluruh perbuatan yang baik.
..........
IKHLAS ADALAH PANJI, ADAB ADALAH HAMPARAN, ILMU ADALAH AMANAH
Bismillahirrahmanirrahim.
Wasiat Guru Muhammad bin Abil Hasan Al-Baskri Ash-Shiddiqi ra mengandung pelajaran yang sangat agung bagi setiap penuntut ilmu, pengajar, dai, dan siapa saja yang ingin berjalan menuju Allah SWT.
Beliau berwasiat agar ikhlas menjadi syiar hidup, adab menjadi hamparan kehidupan, dan mengajarkan ilmu menjadi amanah yang dijalankan dengan muraqabah, yakni merasa selalu diawasi oleh Allah SWT.
Dalam perspektif tasawuf (Tazkiyatun Nufus), ketiga perkara ini merupakan fondasi perjalanan menuju maqam para hamba yang dicintai Allah.
1. Ikhlas: Ruh Segala Amal
Ikhlas adalah memurnikan niat hanya untuk Allah SWT, bukan demi pujian, popularitas, kedudukan, atau keuntungan dunia.
Orang yang ikhlas tidak sibuk menghitung berapa banyak orang yang memuji dirinya, tetapi sibuk bertanya, "Apakah Allah menerima amal ini?"
Imam-imam tasawuf berkata:
"Amal tanpa ikhlas bagaikan jasad tanpa ruh."
Semakin tinggi ilmu seseorang, semakin besar pula ujian riya', ujub, dan mencari kedudukan. Karena itu hati harus terus dibersihkan melalui mujahadah.
2. Adab Lebih Dahulu daripada Ilmu
Para ulama salaf sangat menekankan adab sebelum ilmu.
Adab kepada Allah diwujudkan dengan:
- tunduk kepada syariat,
- menjaga hati dari maksiat,
- memperbanyak taubat,
- menjaga lisan,
- serta menerima setiap ketentuan Allah dengan lapang dada.
Orang yang memiliki ilmu tetapi kehilangan adab akan kehilangan keberkahan ilmunya.
3. Mengajar Adalah Amanah, Bukan Sarana Kemuliaan Dunia
Mengajarkan ilmu merupakan ibadah yang sangat mulia.
Namun seorang guru hendaknya merasa sedang berdiri di hadapan Allah. Ia berbicara bukan untuk mencari sanjungan manusia, tetapi untuk menyampaikan amanah Rasulullah ﷺ.
Dalam tasawuf keadaan ini disebut muraqabah, yaitu merasa selalu diawasi Allah dalam setiap ucapan, niat, dan perbuatan.
Jika hati dipenuhi muraqabah, maka akan lahir:
- kejujuran,
- tawadhu',
- kasih sayang,
- kelembutan,
- dan rasa takut menyampaikan sesuatu tanpa ilmu.
Dalil Al-Qur'an
1. QS. Al-Bayyinah: 5
"Padahal mereka tidak diperintah kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya."
2. QS. Al-Mulk: 14
"Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui? Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui."
3. QS. An-Nahl: 125
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik."
4. QS. Az-Zumar: 9
"Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?"
Hadis Nabi ﷺ
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya."
Muttafaq 'alaih.
Beliau juga bersabda:
"Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat."
HR. al-Bukhari.
Dan beliau bersabda:
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya."
HR. al-Bukhari.
Hadis Qudsi
Allah Ta'ala berfirman:
"Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barang siapa beramal lalu ia menyekutukan Aku dengan selain-Ku dalam amalnya, maka Aku tinggalkan ia bersama sekutunya."
HR. Muslim.
Relevansi di Zaman Sekarang
Di era media sosial, dakwah, ceramah, dan ilmu dapat tersebar ke seluruh dunia hanya dalam hitungan detik.
Namun teknologi juga membuka pintu riya', mencari popularitas, mengejar jumlah pengikut, dan bangga terhadap banyaknya penonton.
Karena itu seorang penuntut ilmu hendaknya selalu bertanya:
- Apakah aku berdakwah untuk Allah atau untuk dikenal manusia?
- Apakah aku mengajar agar orang mendapat hidayah atau agar namaku terkenal?
- Apakah ilmu ini membuatku semakin rendah hati atau justru semakin merasa paling benar?
Inilah jihad terbesar dalam membersihkan hati.
Muhasabah
Renungkanlah setiap malam:
- Sudahkah niatku benar hari ini?
- Apakah lisanku mengajarkan ilmu dengan kasih sayang?
- Apakah aku masih senang dipuji?
- Apakah aku kecewa ketika amal baikku tidak diketahui orang?
- Apakah aku masih menjaga adab kepada Allah dalam keadaan sendiri?
Cara Melatih Keikhlasan
- Memperbarui niat sebelum setiap amal.
- Memperbanyak istighfar setelah selesai beramal.
- Menyembunyikan sebagian amal kebaikan.
- Memperbanyak dzikir kepada Allah.
- Bergaul dengan orang-orang saleh.
- Membaca kisah para ulama yang tawadhu'.
- Selalu mengingat kematian dan hari hisab.
Doa
Bismillahirrahmanirrahim.
Ya Allah, anugerahkan kepada kami hati yang ikhlas, lisan yang jujur, ilmu yang bermanfaat, amal yang Engkau terima, serta adab yang mulia kepada-Mu dan kepada seluruh makhluk-Mu.
Ya Allah, jauhkan kami dari riya', ujub, sum'ah, takabbur, dan cinta pujian manusia.
Jadikan kami penuntut ilmu yang rendah hati, pengamal ilmu yang istiqamah, dan penyampai ilmu yang penuh kasih sayang.
Karuniakan kepada guru-guru kami kesehatan, keberkahan umur, keluasan rahmat, ampunan, dan tempat yang mulia di sisi-Mu.
Rabbana taqabbal minna innaka Antas-Sami'ul-'Alim, wa tub 'alaina innaka Antat-Tawwabur-Rahim.
Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.
Ucapan Terima Kasih
Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin.
Terima kasih kepada seluruh guru, para ulama, orang tua, dan semua yang telah menjadi jalan sampainya ilmu kepada kami. Semoga Allah SWT membalas setiap tetes keikhlasan, kesabaran, dan pengorbanan mereka dengan rahmat, ampunan, keberkahan, serta surga Firdaus.
Semoga Allah menjadikan kita semua termasuk hamba-hamba-Nya yang ikhlas dalam menuntut ilmu, mengamalkannya, dan menyebarkannya hanya karena mengharap ridha-Nya.
Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.
........
No comments:
Post a Comment