Tuesday, July 7, 2026

262irs. Jangan Menjual Akhirat demi Dunia: Mensucikan Jiwa dengan Memuliakan Shalat Jum'at

 Bab : Sholat Jum'at.

Addainuri dari Al-auza'i berkata: Dahulu disini ada seorang pemburu yang biasa keluar pada hari jum'at, tidak hirau akan sembahyang jum'at, tiba-tiba ketika ia keluar ia ditelan oleh bumi, dan ketika dicari oleh orang-orang dibumi mereka hanya mendapat telinga dan ekor keledainya.

..........


Jangan Menjual Akhirat demi Dunia: Mensucikan Jiwa dengan Memuliakan Shalat Jum'at

Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm

Kisah yang dinukil dari Addainuri dari Al-Auza'i tentang seorang pemburu yang selalu berburu pada hari Jum'at hingga meninggalkan shalat Jum'at merupakan pelajaran yang sangat dalam bagi perjalanan tasawuf (Tazkiyatun Nufūs). Terlepas dari pembahasan tentang kekuatan sanad kisah tersebut, kandungannya mengingatkan bahwa siapa saja yang terus-menerus meremehkan kewajiban Allah karena sibuk mengejar dunia, maka hatinya akan semakin keras dan terancam mendapatkan hukuman Allah.

Dalam pandangan tasawuf, musibah terbesar bukanlah hilangnya harta atau jabatan, melainkan mati hati karena cinta dunia. Ketika dunia menjadi tujuan utama, maka ibadah hanya dianggap sebagai penghalang pekerjaan. Padahal, pekerjaan adalah sarana, sedangkan ibadah adalah tujuan hidup.

Allah tidak melarang manusia mencari rezeki. Namun Allah memerintahkan agar ketika panggilan Jum'at berkumandang, seluruh kesibukan dunia ditinggalkan demi memenuhi panggilan-Nya. Orang yang memuliakan Allah akan dimuliakan Allah, sedangkan orang yang meremehkan syariat akan kehilangan keberkahan hidup, meskipun hartanya melimpah.

Para ulama tasawuf mengajarkan bahwa meninggalkan shalat Jum'at tanpa uzur bukan sekadar meninggalkan satu kewajiban, tetapi juga tanda bahwa penyakit hubbud dunyā (cinta dunia) telah menguasai hati.

Dalil Al-Qur'an

1. Surah Al-Jumu'ah ayat 9

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jum'at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkan jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."

2. Surah Al-Jumu'ah ayat 10

"Apabila shalat telah ditunaikan, maka bertebaranlah kamu di bumi dan carilah karunia Allah serta ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung."

3. Surah At-Taubah ayat 24

"...Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, harta kekayaanmu, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya lebih kamu cintai daripada Allah, Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah keputusan Allah."

Hadis Nabi ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barang siapa meninggalkan tiga kali shalat Jum'at karena meremehkannya, maka Allah akan mengunci hatinya." (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa'i dan lainnya)

Sabda beliau ﷺ:

"Hendaklah suatu kaum berhenti meninggalkan shalat Jum'at atau Allah benar-benar akan menutup hati mereka, kemudian mereka menjadi orang-orang yang lalai." (HR. Muslim)

Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Wahai anak Adam, beribadahlah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi hatimu dengan kekayaan dan Aku cukupkan kebutuhanmu." (HR. At-Tirmidzi)

Maknanya, siapa yang mengutamakan Allah, maka Allah akan mencukupkan urusan dunianya.

Hikmah Tazkiyatun Nufūs

  • Jangan sampai pekerjaan mengalahkan panggilan Allah.
  • Keberkahan rezeki lebih penting daripada banyaknya rezeki.
  • Hati yang hidup selalu merasa rindu menuju masjid.
  • Orang yang memuliakan syariat akan dimuliakan Allah.
  • Dunia berada di tangan, bukan di dalam hati.

Muhasabah

Renungkanlah:

  • Apakah adzan masih membuat hati saya segera tergerak menuju masjid?
  • Apakah pekerjaan sering saya jadikan alasan untuk menunda atau meninggalkan ibadah?
  • Apakah saya lebih takut kehilangan keuntungan daripada kehilangan ridha Allah?
  • Sudahkah saya menjadikan hari Jum'at sebagai hari yang paling mulia dalam sepekan?

Cara Bermuhasabah

  1. Datang lebih awal ke masjid setiap hari Jum'at.
  2. Persiapkan pekerjaan agar selesai sebelum adzan.
  3. Perbanyak membaca shalawat dan Surah Al-Kahfi pada hari Jum'at.
  4. Berdoa agar Allah mencabut cinta dunia yang berlebihan dari hati.
  5. Jadikan setiap panggilan adzan sebagai panggilan cinta dari Allah, bukan sebagai gangguan pekerjaan.

Doa

Allāhumma yā Muqallibal qulūb, tsabbit qalbī 'alā dīnik. Allāhumma lā taj'alid-dunyā akbara hamminā, wa lā mablagha 'ilminā, waj'al qalbanā mu'allaqan bil-masājid wa biṭā'atika. Warzuqnā hubbaka wa hubba man yuḥibbuka wal-'amala alladzī yuballighunā ilā riḍāka. Āmīn.

Artinya:

"Ya Allah, Dzat Yang Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu. Janganlah Engkau jadikan dunia sebagai tujuan terbesar kami. Jadikanlah hati kami selalu terpaut kepada masjid dan ketaatan kepada-Mu. Anugerahkanlah kepada kami cinta kepada-Mu, cinta kepada orang yang mencintai-Mu, dan amal yang mengantarkan kami kepada keridaan-Mu. Aamiin."

Penutup

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang selalu mengagungkan syariat-Nya, memuliakan shalat Jum'at, menjaga hati dari tipu daya dunia, dan mengakhiri hidup kita dengan husnul khatimah.

Jangan menunda panggilan Allah demi urusan dunia, karena dunia akan ditinggalkan, sedangkan amal akan menemani kita hingga akhirat.

Jazakumullāhu khairan katsīrā.

Semoga tulisan ini bermanfaat, menjadi pengingat bagi penulis dan pembaca, serta menjadi amal jariyah yang diterima di sisi Allah Subḥānahu wa Ta'ālā. Āmīn. :::

......

No comments: