Wednesday, July 1, 2026

65aj. ANTARA SURO DAN ASYURA

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *ANTARA SURO DAN ASYURA*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

SELASA, 08 MUHARRAM 1448 H / 23 JUNI 2026


⏰  BA'DA MAGRIB - SELESAI 


TEMPAT  :

* DI MASJID SYAFI'I, JL. KALIMAS MADYA II NO. 1 SURABAYA


Youtube  :

https://youtube.com/live/TZGaCAamEvU?si=Hf1beHuZhmkmHXuy

..............

ANTARA SURO DAN ASYURA

Menjernihkan Tradisi, Menghidupkan Tazkiyatun Nufūs

Mukadimah

Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah. Di Indonesia, khususnya masyarakat Jawa, bulan Muharram dikenal sebagai Suro. Dalam Islam, yang menjadi tuntunan syariat bukanlah keyakinan tentang "kesialan" bulan Suro, tetapi memperbanyak amal saleh, taubat, dzikir, sedekah, dan terutama puasa Asyura (10 Muharram) serta Tasu'a (9 Muharram).

Perspektif tasawuf (Tazkiyatun Nufūs) mengajarkan bahwa setiap pergantian waktu adalah kesempatan membersihkan hati, bukan mempercayai mitos yang tidak memiliki dasar syariat.


Makna Tazkiyatun Nufūs

Suro mengingatkan perjalanan hidup yang fana.

Asyura mengingatkan kemenangan kebenaran atas kebatilan.

Hakikat Tazkiyatun Nufūs ialah berpindah dari:

  • syirik menuju tauhid,
  • riya menuju ikhlas,
  • sombong menuju tawadhu',
  • cinta dunia menuju cinta Allah,
  • lalai menuju dzikir.

Allah berfirman:

"Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya." (QS. Asy-Syams: 9)

Dan:

"Mereka bertanya kepadamu tentang bulan haram..." (QS. Al-Baqarah: 217)


Dalil Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram." (HR. Muslim)

Beliau juga bersabda:

"Puasa hari Asyura menghapus dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim)

Tentang kejujuran dalam beragama:

"Barang siapa mengada-adakan perkara baru dalam agama ini yang bukan darinya, maka ia tertolak." (HR. Bukhari dan Muslim)


Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah saling menzalimi." (HR. Muslim)

Hadis qudsi ini mengingatkan bahwa Asyura bukan sekadar ritual, tetapi momentum memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.


Relevansi di Zaman Sekarang

Di era kecerdasan buatan (AI), media sosial, internet cepat, transportasi modern, dan kemajuan kedokteran:

  • Banyak orang mempercayai berita viral tanpa tabayyun.
  • Mitos bulan Suro sering lebih dipercaya daripada dalil Al-Qur'an dan Sunnah.
  • Konten mistik lebih mudah viral daripada kajian ilmu.
  • Teknologi seharusnya menjadi sarana dakwah, bukan penyebar khurafat.
  • Kemajuan ilmu kedokteran mengingatkan bahwa Allah memerintahkan ikhtiar, bukan takhayul.

Tasawuf mengajarkan bahwa hati yang bersih selalu mendahulukan ilmu daripada prasangka.


Amalan (Implementasi)

  1. Memperbanyak taubat nasuha.
  2. Puasa Tasu'a dan Asyura.
  3. Memperbanyak membaca Al-Qur'an.
  4. Berdzikir pagi dan petang.
  5. Bersedekah kepada fakir miskin.
  6. Menyambung silaturahim.
  7. Muhasabah setiap malam.
  8. Menghindari syirik, ramalan, dan tahayul.
  9. Memperbanyak shalawat kepada Nabi ﷺ.
  10. Memperbaiki akhlak kepada keluarga dan masyarakat.

Nasehat Para Ulama Tasawuf

Hasan al-Bashri: "Manusia terbaik ialah yang setiap hari lebih sibuk memperbaiki dirinya daripada mencari kesalahan orang lain."

Rabi'ah al-Adawiyah: "Cintailah Allah bukan karena takut neraka atau berharap surga semata, tetapi karena Dia memang layak dicintai."

Abu Yazid al-Bistami: "Perjalanan menuju Allah dimulai ketika engkau meninggalkan keakuan."

Junaid al-Baghdadi: "Tasawuf adalah membersihkan hati dari selain Allah."

Al-Hallaj: "Orang yang mengenal Allah akan tenggelam dalam cinta dan ketaatan."

Imam al-Ghazali: "Hati laksana cermin; dosa adalah karatnya, dzikir adalah penggosoknya."

Syekh Abdul Qadir al-Jailani: "Jangan takut kepada selain Allah, dan jangan berharap kepada selain-Nya."

Jalaluddin Rumi: "Luka yang engkau alami sering menjadi pintu masuk cahaya Allah."

Ibnu 'Arabi: "Barang siapa mengenal dirinya dengan benar, ia akan semakin mengenal kebesaran Tuhannya."

Ahmad al-Tijani: "Perbanyak dzikir dengan hati yang hadir, karena di situlah cahaya Allah turun."


Testimoni Para Dai Kontemporer

Gus Baha sering menekankan bahwa agama harus dibangun di atas ilmu, bukan mitos atau cerita yang tidak jelas sanadnya.

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa keutamaan Asyura adalah memperbanyak amal yang memiliki dasar dari Al-Qur'an dan Sunnah.

Buya Yahya mengingatkan agar tradisi yang baik dipelihara, tetapi keyakinan yang bertentangan dengan syariat ditinggalkan.

Ustaz Abdul Somad menegaskan bahwa Muharram adalah bulan ibadah, bukan bulan kesialan.

Buya Arrazy Hasyim mengajak umat menjadikan tasawuf sebagai jalan membersihkan hati, bukan menjauh dari syariat.


Penutup

Suro adalah nama budaya.

Muharram adalah nama syariat.

Asyura adalah hari yang dimuliakan Allah.

Jangan jadikan Suro sebagai bulan ketakutan, tetapi jadikan Muharram sebagai bulan taubat, dzikir, ilmu, dan penyucian jiwa.

Orang yang bertauhid tidak takut kepada bulan, hari, atau angka. Yang ia takuti hanyalah dosa yang mengotori hatinya.


Doa

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm.

Ya Allah, jadikanlah bulan Muharram sebagai awal perubahan hidup kami menuju ketaatan. Bersihkan hati kami dari riya, ujub, sombong, hasad, dan cinta dunia yang berlebihan. Anugerahkan kepada kami hati yang ikhlas, lisan yang senantiasa berdzikir, amal yang Engkau terima, ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal dan berkah, serta husnul khatimah.

Ya Allah, ampunilah dosa kedua orang tua kami, guru-guru kami, keluarga kami, dan seluruh kaum muslimin. Limpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.

Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.


Daftar Pustaka

  1. Al-Qur'an al-Karim.
  2. Shahih al-Bukhari.
  3. Shahih Muslim.
  4. Imam an-Nawawi, Riyadhus Shalihin.
  5. Imam al-Ghazali, Ihya' Ulumuddin.
  6. Imam al-Ghazali, Minhajul 'Abidin.
  7. Syekh Abdul Qadir al-Jailani, Al-Fath ar-Rabbani.
  8. Ibnu Rajab al-Hanbali, Lathaif al-Ma'arif.
  9. Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur'an al-'Azhim.
  10. Imam an-Nawawi, Syarh Shahih Muslim.

Ucapan Terima Kasih

Alhamdulillāh, segala puji hanya milik Allah SWT atas segala nikmat iman, Islam, dan kesempatan untuk terus belajar menyucikan jiwa. Terima kasih kepada para guru, ulama, keluarga, sahabat, dan seluruh jamaah yang senantiasa menjaga semangat menuntut ilmu serta mengamalkannya. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan menjadikan ilmu ini sebagai amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.

...........

No comments: