📡 LIVE STREAMING
📖 *MUHARAM ANTARA BID'AH DAN SUNNAH*
🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*
TANGGAL :
AHAD, 28 DZULHIJJAH 1447 / 14 JUNI 2026
⏰ BA'DA MAGRIB - SELESAI
TEMPAT :
* MASJID AL-HIKMAH, JL. RANGKAH VII NO. 120 SURABAYA
Youtube :
https://youtube.com/live/tLwy_8yHNgM?si=Zb0jJEMJkajGLsGg
...........
MUHARAM ANTARA BID'AH DAN SUNNAH
Perspektif Tasawuf dan Tazkiyatun Nufus
Mukadimah
Muharam adalah bulan yang dimuliakan Allah. Seorang salik (penempuh jalan menuju Allah) tidak menjadikan Muharam sebagai ajang memperbanyak ritual yang tidak memiliki landasan syariat, tetapi menjadikannya sebagai momentum memperbanyak taubat, muhasabah, dzikir, puasa sunnah, sedekah, dan amal saleh yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ.
Dalam tasawuf, hakikat tidak akan diterima tanpa syariat, dan syariat tidak akan sempurna tanpa keikhlasan hati. Oleh sebab itu, membedakan antara sunnah dan bid'ah merupakan bagian dari menjaga kebersihan jiwa (tazkiyatun nufus).
Dalil Al-Qur'an
1. Allah berfirman:
"Sesungguhnya bilangan bulan menurut Allah ada dua belas bulan... di antaranya empat bulan haram."
(QS. At-Taubah: 36)
Muharam termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah.
2. Allah berfirman:
"Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka ambillah, dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah."
(QS. Al-Hasyr: 7)
3. Allah berfirman:
"Pada diri Rasulullah terdapat suri teladan yang baik."
(QS. Al-Ahzab: 21)
Hadis Rasulullah ﷺ
Keutamaan Muharam
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharam."
(HR. Muslim)
Puasa Asyura
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Puasa hari Asyura menghapus dosa setahun yang lalu."
(HR. Muslim)
Larangan Bid'ah
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa mengada-adakan perkara baru dalam urusan agama kami yang bukan berasal darinya maka ia tertolak."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis Qudsi
Allah berfirman:
"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya."
(HR. Bukhari)
Hadis ini menunjukkan bahwa jalan menuju cinta Allah adalah memperbanyak amalan sunnah yang diajarkan Rasulullah ﷺ, bukan mengada-adakan ibadah baru.
Nasehat Tasawuf (Tazkiyatun Nufus)
Muharam mengajarkan bahwa awal tahun hijriah bukan sekadar pergantian kalender, melainkan kesempatan memperbarui taubat. Seorang sufi sejati lebih sibuk memperbaiki hati daripada memperdebatkan amalan yang tidak jelas dalilnya.
Tasawuf yang lurus selalu berpijak pada Al-Qur'an dan Sunnah. Hati yang bersih akan mencintai sunnah dan berhati-hati terhadap bid'ah. Cahaya hati lahir dari ittiba' kepada Rasulullah ﷺ.
Relevansi di Zaman Modern
Di era media sosial, kecerdasan buatan (AI), komunikasi digital, transportasi cepat, dan kemajuan kedokteran, berbagai informasi keagamaan tersebar sangat cepat. Ceramah, video pendek, dan pesan berantai dapat menjadi sarana dakwah, tetapi juga dapat menyebarkan amalan yang tidak memiliki dasar yang kuat.
Tazkiyatun nufus mengajarkan agar setiap muslim:
- Meneliti dalil sebelum mengamalkan.
- Tidak mudah menyebarkan informasi agama tanpa tabayyun.
- Memanfaatkan teknologi untuk belajar Al-Qur'an, hadis, dan ilmu para ulama.
- Menjadikan Muharam sebagai awal hijrah menuju akhlak yang lebih mulia.
Implementasi Amalan
- Memperbanyak taubat nasuha.
- Berpuasa Tasu'a (9 Muharam) dan Asyura (10 Muharam).
- Membaca Al-Qur'an setiap hari.
- Memperbanyak dzikir dan istighfar.
- Bersedekah kepada fakir miskin.
- Menyambung silaturahmi.
- Menjauhi perdebatan yang tidak bermanfaat.
- Menghidupkan sunnah Rasulullah ﷺ.
- Muhasabah harian.
- Berdoa agar istiqamah di atas sunnah.
Hikmah Para Ulama Tasawuf
Hasan al-Bashri
"Dunia hanyalah tiga hari: kemarin telah berlalu, esok belum tentu engkau jumpai, maka manfaatkan hari ini untuk taat."
Rabi'ah al-Adawiyah
"Beribadahlah karena cinta kepada Allah, bukan hanya karena berharap surga atau takut neraka."
Abu Yazid al-Bistami
"Jalan menuju Allah adalah memerangi hawa nafsu."
Junaid al-Baghdadi
"Seluruh jalan menuju Allah tertutup kecuali mengikuti jejak Rasulullah ﷺ."
Al-Hallaj
Mengajarkan pentingnya cinta kepada Allah, namun ungkapan-ungkapan simboliknya harus dipahami secara hati-hati dalam kerangka akidah Ahlus Sunnah.
Imam al-Ghazali
"Ilmu tanpa amal adalah kegilaan, amal tanpa ilmu adalah kesia-siaan."
Syekh Abdul Qadir al-Jailani
"Peganglah Al-Qur'an dan Sunnah, niscaya engkau selamat."
Jalaluddin Rumi
"Setiap hari adalah kesempatan untuk kembali kepada Allah."
Ibnu 'Arabi
Menekankan penyucian hati agar mampu mengenal kebesaran Allah, dengan tetap menghormati syariat sebagai fondasi perjalanan spiritual.
Ahmad al-Tijani
Mengajarkan pentingnya memperbanyak dzikir, shalawat, dan istiqamah dalam ketaatan.
Testimoni Para Ulama Kontemporer
Gus Baha Menjelaskan bahwa kecintaan kepada Rasulullah ﷺ harus diwujudkan dengan mengikuti sunnah beliau, bukan sekadar semangat tanpa ilmu.
Ustaz Adi Hidayat Sering mengingatkan agar setiap ibadah memiliki landasan Al-Qur'an dan hadis yang sahih sehingga tidak terjatuh pada amalan yang tertolak.
Buya Yahya Menekankan pentingnya menjaga adab dalam menyikapi perbedaan serta mengedepankan kasih sayang ketika meluruskan amalan yang tidak sesuai tuntunan.
Ustaz Abdul Somad Mengajak umat menghidupkan amalan-amalan sahih di bulan Muharam seperti puasa Asyura, memperbanyak istighfar, sedekah, dan amal saleh.
Buya Arrazy Hasyim Menjelaskan bahwa tasawuf yang benar tidak bertentangan dengan syariat; penyucian hati harus berjalan seiring dengan ketaatan kepada Al-Qur'an dan Sunnah.
Doa
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
Allahumma ya Muqallibal qulub, tsabbit qulubana 'ala dinik. Allahumma a'inna 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatik. Ya Allah, jadikanlah bulan Muharam ini sebagai awal hijrah kami menuju hati yang bersih, iman yang kokoh, amal yang ikhlas, dan istiqamah mengikuti sunnah Nabi Muhammad ﷺ. Ampunilah dosa-dosa kami, kedua orang tua kami, guru-guru kami, dan seluruh kaum muslimin. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
Daftar Pustaka
- Al-Qur'an al-Karim.
- Shahih al-Bukhari.
- Shahih Muslim.
- Imam an-Nawawi, Riyadhus Shalihin.
- Imam al-Ghazali, Ihya' 'Ulumiddin.
- Ibn Rajab al-Hanbali, Latha'if al-Ma'arif.
- Syekh Abdul Qadir al-Jailani, Al-Fath ar-Rabbani.
- Junaid al-Baghdadi, kumpulan atsar dan hikmah.
- Hasan al-Bashri, kumpulan nasihat (atsar).
- Kitab-kitab syarah hadis tentang keutamaan Muharam dan puasa Asyura.
Ucapan Terima Kasih
Jazakumullahu khairan katsiran kepada semua pembaca. Semoga Allah ﷻ menjadikan ilmu ini bermanfaat, membersihkan hati kita dengan tazkiyatun nufus, meneguhkan langkah kita di atas Al-Qur'an dan Sunnah, serta menghimpunkan kita bersama Rasulullah ﷺ dan orang-orang saleh di surga-Nya. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
..........
No comments:
Post a Comment