📡 LIVE STREAMING
📖 *PELAJARAN DARI PUASA ASYURA*
🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*
TANGGAL :
KAMIS, 11 MUHARRAM 1448 H / 25 JUNI 2026
⏰ BA'DA MAGRIB - SELESAI
TEMPAT :
* DI MASJID SALMAN, JL. KELASI 33 SURABAYA
Youtube :
https://www.youtube.com/live/R4hOSD_qjTI?si=aXd0WLfoCJWWXKhW
............
Pelajaran dari Puasa 'Asyura
Tazkiyatun Nufūs: Menyucikan Jiwa dengan Puasa, Syukur, dan Taubat
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
Mukadimah
Puasa 'Asyura (10 Muharram) bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi merupakan madrasah ruhani untuk membersihkan hati (tazkiyatun nufūs), memperkuat rasa syukur kepada Allah, menumbuhkan tawadhu', memperbanyak taubat, dan memperkokoh keikhlasan. Rasulullah ﷺ mengajarkan puasa ini sebagai bentuk syukur kepada Allah atas keselamatan Nabi Musa 'alaihis salam dan kaumnya dari kezaliman Fir'aun.
Seorang ahli tasawuf memandang bahwa "Fir'aun" terbesar bukan hanya penguasa zalim di luar diri, tetapi juga hawa nafsu yang selalu mengajak kepada kesombongan, kemaksiatan, dan kelalaian.
1. Makna Tasawuf dan Tazkiyatun Nufūs
Dalam perjalanan menuju Allah, puasa 'Asyura mengajarkan:
- Membersihkan hati dari dosa.
- Menghidupkan rasa syukur.
- Mengalahkan hawa nafsu.
- Menumbuhkan cinta kepada sunnah Rasulullah ﷺ.
- Mengingat bahwa kemenangan selalu diberikan Allah kepada orang-orang yang sabar.
Allah berfirman:
"Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya."
(QS. Asy-Syams: 9).
Allah juga berfirman:
"Berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."
(QS. Al-Baqarah: 184).
2. Hadis-Hadis tentang Puasa 'Asyura
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Puasa pada hari 'Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa-dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim)
Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata:
Rasulullah ﷺ berpuasa pada hari 'Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa. (HR. Bukhari dan Muslim)
Beliau juga bersabda:
"Jika aku masih hidup tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan." (HR. Muslim)
Ini menjadi dasar dianjurkannya puasa Tasu'a (9 Muharram) agar berbeda dengan kebiasaan kaum Yahudi.
3. Hadis Qudsi yang Berkaitan
Allah Ta'ala berfirman dalam hadis qudsi:
"Setiap amal anak Adam adalah untuk dirinya kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan betapa tinggi nilai keikhlasan dalam ibadah puasa.
4. Hikmah Puasa 'Asyura
- Menghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu.
- Melatih kesabaran.
- Menguatkan rasa syukur.
- Mengendalikan hawa nafsu.
- Menghidupkan sunnah Nabi ﷺ.
- Menumbuhkan empati kepada kaum fakir.
- Mengingat pertolongan Allah kepada orang-orang beriman.
5. Relevansi di Zaman Modern
Di era media sosial, kecerdasan buatan (AI), komunikasi instan, transportasi cepat, kemajuan kedokteran, dan kehidupan digital:
- Puasa melatih manusia agar tidak menjadi budak teknologi.
- Mengendalikan kecanduan gawai dan media sosial.
- Mengurangi budaya konsumtif.
- Mengajarkan verifikasi sebelum menyebarkan informasi.
- Menjaga hati dari riya' digital dan pencitraan.
- Menumbuhkan kepedulian sosial di tengah individualisme.
Kemajuan teknologi adalah nikmat Allah, namun hati tetap harus menjadi pengendalinya, bukan dikendalikan olehnya.
6. Nasihat Para Ulama Tasawuf
Hasan Al-Bashri:
"Puasa yang paling utama ialah ketika hati ikut berpuasa dari segala dosa."
Rabi'ah al-'Adawiyah:
"Puasa yang sejati adalah ketika hati hanya menginginkan Allah."
Abu Yazid al-Bistami:
"Lapar melemahkan nafsu dan menguatkan ruh."
Junaid al-Baghdadi:
"Hakikat puasa ialah menjaga hati sebagaimana menjaga perut."
Al-Hallaj:
"Jangan biarkan puasamu hanya menahan makan, tetapi bebaskan hatimu dari selain Allah."
Imam al-Ghazali:
"Puasa orang khusus ialah menjaga seluruh anggota badan dari maksiat."
Syekh Abdul Qadir al-Jailani:
"Lapar membersihkan hati sehingga cahaya ma'rifat mudah masuk."
Jalaluddin Rumi:
"Lapar membuka pintu-pintu cahaya yang tidak terlihat oleh mata."
Ibnu 'Arabi:
"Puasa adalah perjalanan dari ego menuju Tuhan."
Ahmad al-Tijani:
"Perbanyak dzikir ketika berpuasa, karena dzikir adalah makanan ruh."
7. Testimoni Para Ulama Kontemporer
Gus Baha: Puasa mengajarkan manusia untuk bersyukur atas nikmat yang sering terlupakan ketika selalu tersedia.
Ustadz Adi Hidayat: Puasa 'Asyura adalah ibadah ringan dengan pahala yang besar; jangan meremehkan sunnah Nabi ﷺ.
Buya Yahya: Keutamaan puasa 'Asyura hendaknya mendorong kita memperbanyak amal saleh, bukan mencampurkannya dengan keyakinan yang tidak berdasar.
Ustadz Abdul Somad: Puasa 'Asyura adalah momentum hijrah dari dosa menuju taubat.
Buya Arrazy Hasyim: Puasa bukan hanya mengendalikan tubuh, tetapi juga mendidik hati agar kembali kepada Allah dengan penuh kesadaran.
8. Amalan (Implementasi)
- Puasa tanggal 9 dan 10 Muharram.
- Memperbanyak istighfar.
- Membaca Al-Qur'an setiap hari.
- Memperbanyak dzikir.
- Bersedekah kepada fakir miskin.
- Menyambung silaturahmi.
- Memaafkan orang lain.
- Menjaga lisan dari ghibah.
- Mengurangi penggunaan media sosial yang tidak bermanfaat.
- Muhasabah sebelum tidur.
Penutup
Puasa 'Asyura adalah momentum membersihkan hati. Jika lapar hanya dirasakan oleh perut, maka puasanya belum sempurna. Namun apabila hawa nafsu melemah, hati menjadi lembut, lisan terjaga, mata menangis karena takut kepada Allah, dan jiwa semakin dekat kepada-Nya, itulah buah tazkiyatun nufūs yang sesungguhnya.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang memperoleh ampunan, rahmat, dan kedekatan kepada-Nya.
Doa
اللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامَنَا صِيَامَ الصَّالِحِينَ، وَطَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الرِّيَاءِ وَالْكِبْرِ وَالْحَسَدِ، وَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا كُلَّهَا، وَاجْعَلْنَا مِنَ التَّوَّابِينَ وَالْمُتَطَهِّرِينَ، وَثَبِّتْنَا عَلَى السُّنَّةِ حَتَّى نَلْقَاكَ. آمِينَ.
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah puasa kami seperti puasanya orang-orang saleh. Sucikan hati kami dari riya, kesombongan, dan dengki. Ampunilah seluruh dosa kami. Jadikan kami termasuk orang-orang yang senantiasa bertaubat dan mensucikan diri. Teguhkan kami di atas sunnah hingga kami berjumpa dengan-Mu. Aamiin."
Daftar Pustaka
- Al-Qur'an al-Karim.
- Shahih al-Bukhari.
- Shahih Muslim.
- Imam an-Nawawi, Riyadhus Shalihin.
- Imam al-Ghazali, Ihya' 'Ulum ad-Din.
- Syekh Abdul Qadir al-Jailani, Al-Fath ar-Rabbani.
- Abu Nu'aim al-Ashbahani, Hilyat al-Auliya'.
- Ibnu Rajab al-Hanbali, Latha'if al-Ma'arif.
- Imam Ibnul Qayyim, Madarij as-Salikin.
- Kumpulan ceramah dan kajian Gus Baha, Ustadz Adi Hidayat, Buya Yahya, Ustadz Abdul Somad, dan Buya Arrazy Hasyim mengenai puasa, tazkiyatun nufūs, dan akhlak.
Ucapan Terima Kasih
Jazakumullahu khairan katsiran kepada semua pembaca. Semoga Allah ﷻ menerima amal ibadah kita, memberikan keberkahan ilmu yang bermanfaat, membersihkan hati kita dengan cahaya iman, serta mempertemukan kita dengan Rasulullah ﷺ di surga Firdaus. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
............
No comments:
Post a Comment