Wednesday, July 1, 2026

72aj. AL-GHURABĀ' (ORANG-ORANG ASING)

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *AL-GHURABA*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

AHAD, 13 MUHARRAM 1448 H / 28 JUNI 2026


⏰  BA'DA SUBUH - SELESAI 


TEMPAT  :

* DI MASJID SYAFI'I, JL. KALIMAS MADYA II NO. 1 SURABAYA


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/rtA0KGuwiCg?si=sdpQQ4iB6eNO8oXO

................

# AL-GHURABĀ' (ORANG-ORANG ASING)

Tetap Istiqamah di Tengah Dunia yang Semakin Lalai

(Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs)

Mukadimah

Al-Ghurabā' adalah orang-orang yang tetap teguh memegang agama Allah ketika manusia banyak berpaling darinya. Mereka tampak "asing" bukan karena penampilan, tetapi karena hati mereka hanya bergantung kepada Allah. Dalam tasawuf, Al-Ghurabā' adalah para salik yang menjaga kebersihan hati, keikhlasan amal, dan istiqamah dalam dzikir, meskipun harus berjalan sendirian.

Rasa asing bukanlah kehinaan, tetapi kemuliaan di sisi Allah.


1. Makna Al-Ghurabā' dalam Perspektif Tazkiyatun Nufūs

Secara ruhani, Al-Ghurabā' memiliki beberapa ciri:

  • Hatinya hidup ketika hati manusia mati.
  • Mengingat Allah ketika manusia sibuk dengan dunia.
  • Menjaga akhlak ketika manusia saling menjatuhkan.
  • Memperbaiki diri ketika orang lain sibuk menyalahkan orang lain.
  • Menjadi penyejuk, bukan pembuat kerusakan.

Mereka tidak mengejar popularitas, tetapi ridha Allah.


2. Dalil Al-Qur'an

QS. Al-Hadid: 20

"Ketahuilah bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, saling berbangga dan berlomba dalam harta serta anak..."

Ayat ini mengingatkan agar hati tidak tertawan oleh gemerlap dunia.

QS. Ali 'Imran: 139

"Janganlah kamu merasa lemah dan jangan bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu beriman."

QS. Al-Ankabut: 69

"Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, pasti Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami."


3. Hadis Nabi ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Islam datang dalam keadaan asing, dan akan kembali menjadi asing sebagaimana permulaannya. Maka berbahagialah orang-orang yang asing (Al-Ghurabā')." (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain:

"Mereka adalah orang-orang yang memperbaiki apa yang telah dirusak manusia dari sunnahku."

(HR. Ahmad dan lainnya, dengan beberapa jalur periwayatan)


4. Hadis Qudsi

Allah berfirman:

"Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka Aku umumkan perang terhadapnya. Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang Aku wajibkan atasnya. Dan hamba-Ku terus mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya..."

(HR. Bukhari)

Inilah jalan para Al-Ghurabā': mendekat kepada Allah hingga memperoleh cinta-Nya.


5. Relevansi di Zaman Sekarang

Di era kecanggihan teknologi:

  • Media sosial mengukur manusia dengan jumlah pengikut, sedangkan Allah mengukur ketakwaan.
  • Kecerdasan buatan (AI) berkembang pesat, tetapi hati tetap memerlukan cahaya iman.
  • Transportasi semakin cepat, tetapi perjalanan menuju Allah tetap memerlukan kesabaran.
  • Kedokteran semakin maju, tetapi penyakit riya', hasad, ujub, dan takabbur hanya dapat disembuhkan dengan tazkiyatun nufūs.
  • Komunikasi semakin mudah, tetapi kejujuran semakin langka.

Maka orang yang menjaga shalat, dzikir, amanah, dan akhlak mulia akan terasa "asing".

Namun justru merekalah yang dipuji Rasulullah ﷺ.


6. Nasehat Para Ulama dan Sufi

Hasan Al-Bashri

"Jadilah engkau di dunia seperti seorang musafir yang sedang menunggu pulang."

Rabi'ah al-Adawiyah

"Aku tidak menyembah Allah karena takut neraka ataupun berharap surga, tetapi karena cinta kepada-Nya."

Abu Yazid al-Bistami

"Perjalanan menuju Allah dimulai ketika engkau meninggalkan dirimu sendiri."

Junaid al-Baghdadi

"Tasawuf adalah Allah mematikan sifat-sifat burukmu dan menghidupkanmu dengan akhlak yang mulia."

Al-Hallaj

"Cinta sejati ialah lenyapnya ego di hadapan Allah."

(Pernyataan ini dipahami dalam konteks pengalaman spiritual dan perlu ditempatkan sesuai penjelasan para ulama.)

Imam al-Ghazali

"Penyakit hati lebih berbahaya daripada penyakit badan."

Syekh Abdul Qadir al-Jailani

"Jangan mencari karamah, tetapi carilah istiqamah."

Jalaluddin Rumi

"Luka adalah tempat masuknya cahaya."

Ibnu 'Arabi

"Hati seorang mukmin menjadi luas ketika dipenuhi cinta kepada Allah."

Ahmad al-Tijani

"Perbanyak dzikir, karena dzikir adalah kehidupan hati."


7. Hikmah dari Para Ulama Indonesia

Gus Baha

Orang yang istiqamah sering tampak biasa di mata manusia, tetapi sangat mulia di sisi Allah. Jangan tertipu oleh penilaian manusia.

Ustadz Adi Hidayat

Ukuran kemuliaan seorang mukmin bukan viral atau tidak, tetapi sejauh mana hidupnya sesuai Al-Qur'an dan Sunnah.

Buya Yahya

Jangan takut menjadi asing selama berada di jalan Allah. Yang berbahaya adalah diterima manusia tetapi dimurkai Allah.

Ustadz Abdul Somad

Dunia hanyalah tempat singgah. Jadikan setiap amal sebagai bekal menuju akhirat.

Buya Arrazy Hasyim

Tasawuf bukan menjauh dari dunia, melainkan membersihkan hati agar dunia tidak menguasainya.


8. Amalan (Implementasi)

  1. Menjaga shalat lima waktu berjamaah.
  2. Memperbanyak dzikir pagi dan petang.
  3. Membaca Al-Qur'an setiap hari.
  4. Muhasabah sebelum tidur.
  5. Menjaga lisan dari ghibah dan fitnah.
  6. Membatasi penggunaan media sosial yang tidak bermanfaat.
  7. Bersedekah secara rutin.
  8. Menjaga keikhlasan dalam setiap amal.
  9. Berteman dengan orang-orang saleh.
  10. Berdoa agar diwafatkan dalam keadaan istiqamah.

9. Penutup

Menjadi Al-Ghurabā' memang tidak mudah. Terkadang dicela, dianggap aneh, bahkan ditinggalkan. Namun, selama Allah bersama kita, tidak ada kesepian yang sejati.

Jadilah manusia yang dikenal di langit meskipun tidak terkenal di bumi.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan Al-Ghurabā' yang dipuji oleh Rasulullah ﷺ.

Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.


Doa

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْغُرَبَاءِ الَّذِينَ أَصْلَحُوا إِذَا فَسَدَ النَّاسُ، وَطَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الرِّيَاءِ وَالْكِبْرِ وَالْحَسَدِ، وَارْزُقْنَا الْإِخْلَاصَ وَالِاسْتِقَامَةَ، وَاخْتِمْ لَنَا بِالْحُسْنَى. آمِينَ.

Artinya:

"Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang asing yang tetap memperbaiki agama ketika manusia banyak merusaknya. Bersihkan hati kami dari riya', kesombongan, dan dengki. Karuniakan kepada kami keikhlasan dan istiqamah, serta wafatkan kami dengan husnul khatimah. Aamiin."


Daftar Pustaka

  1. Al-Qur'an al-Karim.
  2. .
  3. .
  4. .
  5. .
  6. .
  7. .
  8. .

Ucapan Terima Kasih

Alhamdulillāhi Rabbil 'Ālamīn. Segala puji bagi Allah atas segala nikmat iman, Islam, dan kesempatan untuk terus belajar menyucikan jiwa. Semoga pembahasan ini menjadi pengingat bagi penulis dan pembaca agar tetap teguh menjadi Al-Ghurabā', hamba-hamba Allah yang istiqamah di tengah zaman yang penuh fitnah. Terima kasih kepada seluruh guru, ulama, dan para pewaris ilmu yang telah membimbing umat dengan Al-Qur'an, Sunnah, dan akhlak yang mulia. Semoga Allah membalas mereka dengan sebaik-baik balasan, menerima amal kita semua, serta menghimpunkan kita kelak bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh. Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.

..........

No comments: