Wednesday, July 1, 2026

61aj. TAUHID ASMA WAS SHIFAT

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *TAUHID ASMA WAS SHIFAT*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

SABTU, 05 MUHARRAM 1448 H / 20 JUNI 2026


⏰  08.30 - SELESAI 


TEMPAT  :

* DI MASJID AL  FAJR, JL. PUTAT INDAH TENGAH NO. 34 SURABAYA


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/LmKG_E5ou5k?si=4kPohOWW9A024tBu

.........

TAUHID ASMĀ' WA ṢIFĀT

Mengenal Allah melalui Nama-Nama dan Sifat-Sifat-Nya sebagai Jalan Penyucian Jiwa (Tazkiyatun Nufūs)

Nasehat dan Motivasi

Tauhid Asmā' wa Ṣifāt adalah meyakini seluruh nama-nama Allah yang indah (Al-Asmā' al-Ḥusnā) dan sifat-sifat-Nya yang sempurna sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah, tanpa menolak, mengubah makna, menyerupakan dengan makhluk, maupun membayangkan hakikatnya.

Allah berfirman:

"Dan milik Allah nama-nama yang paling indah, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama itu." (QS. Al-A'raf: 180)

Dalam perspektif tasawuf, mengenal Asma dan Sifat Allah bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi menghidupkan hati.

Semakin mengenal Allah sebagai Ar-Rahman, hati menjadi penuh kasih. Semakin mengenal Allah sebagai Al-Ghafur, kita mudah memaafkan. Semakin mengenal Allah sebagai Ar-Raqib, kita malu berbuat dosa meskipun tidak dilihat manusia. Semakin mengenal Allah sebagai As-Sami' dan Al-Bashir, kita menjaga ucapan, tulisan, dan semua aktivitas digital.

Tazkiyatun nufūs mengajarkan bahwa hati yang mengenal Allah akan lebih sibuk memperbaiki dirinya daripada mencari-cari kesalahan orang lain.


Dalil Al-Qur'an

  • QS. Al-Ikhlas: 1–4
  • QS. Al-A'raf: 180
  • QS. Asy-Syura: 11
  • QS. Thaha: 8
  • QS. Al-Hashr: 22–24
  • QS. Qaf: 16

Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama. Barang siapa menghafal, memahami, mengamalkan, dan menjaganya maka ia akan masuk surga." (HR. Bukhari dan Muslim)

Beliau juga bersabda:

"Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan mencintai keindahan." (HR. Muslim)


Hadis Qudsi

Allah berfirman:

"Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis Qudsi lainnya:

"Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku..." (HR. Muslim)


Relevansi di Zaman Sekarang

Di era kecerdasan buatan (AI), internet super cepat, media sosial, transportasi modern, dan kemajuan kedokteran, manusia semakin kagum kepada teknologi tetapi sering lupa kepada Penciptanya.

Teknologi dapat menghitung miliaran data dalam hitungan detik, tetapi Allah Al-'Alim mengetahui segala sesuatu tanpa batas.

Kamera dapat merekam aktivitas manusia, tetapi Allah Al-Bashir melihat segala sesuatu bahkan sebelum kamera diciptakan.

Media sosial dapat menyimpan jejak digital, tetapi Allah Al-Hafizh mencatat seluruh amal manusia.

Dokter mampu melakukan transplantasi organ, tetapi hanya Allah Al-Muhyi yang memberi kehidupan dan hanya Allah Al-Mumit yang mencabut nyawa.

GPS menunjukkan arah jalan, sedangkan Allah Al-Hadi menunjukkan jalan kehidupan.

Internet menghubungkan manusia di seluruh dunia, tetapi doa menghubungkan seorang hamba dengan Rabbnya tanpa batas ruang dan waktu.

Semakin maju teknologi, semakin besar kebutuhan manusia untuk mengenal Allah agar tidak terjerumus kepada kesombongan intelektual.


Amalan (Implementasi)

  1. Menghafal dan memahami Asmaul Husna sedikit demi sedikit.
  2. Berdoa menggunakan nama Allah yang sesuai dengan kebutuhan.
  3. Muhasabah setiap malam.
  4. Membaca Al-Qur'an dengan tadabbur.
  5. Memperbanyak dzikir.
  6. Menjaga lisan dan media sosial karena Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat.
  7. Menumbuhkan rasa muraqabah (merasa diawasi Allah) dalam setiap aktivitas.

Hikmah Para Ulama dan Tokoh Tasawuf

Hasan al-Bashri

"Siapa yang mengenal Allah, niscaya ia akan mencintai-Nya dan meremehkan dunia."

Rabi'ah al-'Adawiyah Mengajarkan ibadah karena cinta kepada Allah, bukan semata-mata karena takut atau berharap balasan.

Abu Yazid al-Bistami Menekankan perjalanan membersihkan ego agar hati dipenuhi pengagungan kepada Allah.

Junaid al-Baghdadi "Tasawuf adalah engkau bersama Allah tanpa bergantung kepada selain-Nya."

Al-Hallaj Ungkapan-ungkapannya dipahami secara beragam; pelajarannya adalah pentingnya kecintaan kepada Allah disertai tetap menjaga akidah dan syariat.

Imam al-Ghazali "Awal ma'rifat adalah mengenal Allah, kemudian mengenal kelemahan diri sendiri."

Syekh Abdul Qadir al-Jailani "Jangan menggantungkan hati kepada makhluk, gantungkanlah hanya kepada Allah."

Jalaluddin Rumi "Hati yang mengenal Allah akan menemukan ketenangan yang tidak dapat dibeli dunia."

Ibnu 'Arabi Menekankan pentingnya menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah pada seluruh ciptaan-Nya, dengan tetap mengagungkan keesaan-Nya.

Ahmad al-Tijani Mengajak memperbanyak dzikir dan memperkuat hubungan hati dengan Allah.


Testimoni dan Nasihat Ulama Kontemporer

Gus Baha Mengenal Allah membuat seseorang tidak mudah putus asa karena memahami luasnya rahmat Allah.

Ustadz Adi Hidayat Belajar Asmaul Husna bukan sekadar dihafal, tetapi diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Buya Yahya Orang yang mengenal Allah akan lebih lembut kepada sesama dan lebih takut berbuat zalim.

Ustadz Abdul Somad Tauhid adalah fondasi seluruh amal; jika tauhid benar maka ibadah menjadi benar.

Buya Arrazy Hasyim Makrifat kepada Allah harus melahirkan kerendahan hati, bukan merasa lebih suci dibanding orang lain.


Penutup

Tauhid Asmā' wa Ṣifāt bukan sekadar pembahasan ilmu akidah, melainkan jalan menuju hati yang bersih. Semakin mengenal nama dan sifat Allah, semakin hilang kesombongan, iri hati, riya', ujub, dan cinta dunia. Hati menjadi tenang, ibadah menjadi ikhlas, dan kehidupan dipenuhi rasa syukur serta tawakal.


Daftar Pustaka

  1. Al-Qur'an al-Karim.
  2. Shahih al-Bukhari.
  3. Shahih Muslim.
  4. Imam al-Ghazali, Ihya' 'Ulum al-Din.
  5. Ibnul Qayyim, Madarij as-Salikin.
  6. Ibnu Rajab al-Hanbali, Jami' al-'Ulum wa al-Hikam.
  7. Syekh Abdul Qadir al-Jailani, Al-Fath ar-Rabbani.
  8. Imam an-Nawawi, Riyadhus Shalihin.
  9. Ibn Katsir, Tafsir al-Qur'an al-'Azhim.
  10. Kumpulan syarah Asmaul Husna dari para ulama Ahlus Sunnah.

Doa

Ya Allah, wahai Ar-Rahman, Ar-Rahim, Al-Ghafur, Al-'Alim, Al-Hadi, Al-Wadud, jadikanlah kami hamba-hamba yang mengenal-Mu dengan sebenar-benarnya. Hiasi hati kami dengan keimanan, keikhlasan, rasa takut, harapan, cinta, tawakal, dan ridha kepada-Mu. Bersihkan jiwa kami dari riya', ujub, sombong, hasad, dan segala penyakit hati. Bimbinglah kami agar mampu mengamalkan nama-nama-Mu yang mulia dalam kehidupan sehari-hari. Wafatkan kami dalam keadaan bertauhid yang murni, husnul khatimah, dan kumpulkan kami bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh. Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.


Ucapan Terima Kasih

Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat iman, Islam, ilmu, dan kesempatan untuk mempelajari agama-Nya. Semoga tulisan ini menjadi amal jariyah, menambah kecintaan kepada Allah, memperkuat tauhid, dan menjadi wasilah penyucian jiwa. Terima kasih kepada semua guru, ulama, dan kaum muslimin yang senantiasa menyebarkan ilmu yang bermanfaat. Semoga Allah membalas segala kebaikan mereka dengan pahala yang berlipat ganda. Āmīn.

...........

No comments: