📡 LIVE STREAMING
📖 *ORANG-ORANG YANG DI LAKNAT ALLAH DAN RASUL*
🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*
TANGGAL :
SABTU, 05 MUHARRAM 1448 H / 20 JUNI 2026
⏰ BA'DA SUBUH - SELESAI
TEMPAT :
* DI MASJID BAITUL JANNAH, PERUM. CENTRAL PARK A.YANI REGENCY, KETINTANG, SURABAYA
Youtube :
https://www.youtube.com/live/ROlo1IOQbDE?si=DmhOOtop7k0jb1R7
............
ORANG-ORANG YANG DILAKNAT ALLAH DAN RASUL
(Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs)
Pendahuluan
Laknat berarti dijauhkan dari rahmat Allah. Bagi seorang salik (penempuh jalan menuju Allah), ancaman terbesar bukanlah kemiskinan, penyakit, atau musibah, tetapi apabila hati dijauhkan dari rahmat-Nya. Karena itu, pembahasan tentang orang-orang yang dilaknat bukan untuk menghakimi orang lain, melainkan sebagai sarana muhasabah (introspeksi) agar jiwa menjadi bersih dan dekat kepada Allah.
Allah berfirman:
"Sesungguhnya Allah melaknat orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala." (QS. Al-Ahzab: 64)
Allah juga berfirman:
"Maka apakah sekiranya kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat Allah." (QS. Muhammad: 22–23)
Dalil Al-Qur'an dan Hadis
Beberapa golongan yang disebut mendapat laknat Allah dan Rasul-Nya antara lain:
-
Orang yang menyembunyikan kebenaran. (QS. Al-Baqarah: 159)
-
Orang yang memutus silaturahim. (QS. Muhammad: 22–23)
-
Orang yang menuduh wanita mukminah yang suci. (QS. An-Nur: 23)
-
Orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. (QS. Al-Ahzab: 57)
-
Orang yang mengambil dan memberi riba. (HR. Muslim)
-
Penyuap dan penerima suap. (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi)
-
Orang yang berdusta atas nama Rasulullah ﷺ.
"Barang siapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya di neraka." (HR. Bukhari dan Muslim)
-
Wanita yang menyambung rambut, membuat tato, dan yang meminta dibuatkan tato. (HR. Bukhari dan Muslim)
-
Lelaki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai lelaki. (HR. Bukhari)
-
Orang yang mengubah batas tanah milik orang lain. (HR. Muslim)
Hadis Qudsi
Allah berfirman:
"Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan ia haram di antara kalian, maka janganlah saling menzalimi."
(HR. Muslim)
Hadis Qudsi ini menunjukkan bahwa akar banyak perbuatan yang mendatangkan laknat adalah kezaliman kepada Allah dan sesama manusia.
Perspektif Tasawuf (Tazkiyatun Nufūs)
Dalam tasawuf, laknat tidak hanya dipahami sebagai hukuman di akhirat, tetapi juga sebagai terhalangnya hati dari cahaya ma'rifat.
Dosa yang terus-menerus dilakukan akan menimbulkan:
- kerasnya hati,
- hilangnya rasa malu kepada Allah,
- matinya nurani,
- hilangnya keberkahan hidup,
- sulit menerima nasihat,
- dan terhalangnya doa.
Tazkiyatun Nufūs mengajarkan bahwa membersihkan hati dari kesombongan, hasad, riya', dengki, dusta, dan kezaliman merupakan jalan agar rahmat Allah selalu menaungi kehidupan seorang mukmin.
Relevansi di Zaman Sekarang
Di era kecerdasan buatan (AI), media sosial, internet cepat, transportasi modern, dan kedokteran canggih, bentuk-bentuk dosa yang dapat mengundang laknat semakin mudah terjadi.
Contohnya:
- Menyebarkan fitnah melalui media sosial.
- Membuat berita palsu (hoaks).
- Penipuan online.
- Korupsi berbasis teknologi.
- Judi online.
- Pinjaman berbunga (riba) digital.
- Suap elektronik.
- Cyberbullying.
- Pornografi digital.
- Memutus silaturahim karena ego di media sosial.
- Menggunakan AI untuk membuat kebohongan dan manipulasi.
- Mengubah data medis, ilmiah, atau hukum secara curang.
Kemajuan teknologi adalah nikmat apabila digunakan untuk dakwah, ilmu, sedekah, dan pelayanan kepada manusia. Sebaliknya, teknologi dapat menjadi sebab jauhnya seseorang dari rahmat Allah jika dipakai untuk kemaksiatan.
Amalan (Implementasi)
- Muhasabah setiap malam.
- Memperbanyak istighfar minimal 100 kali sehari.
- Menjaga lisan dan jari ketika menggunakan media sosial.
- Menjauhi riba, suap, dan segala bentuk kezaliman.
- Menyambung silaturahim.
- Memperbanyak sedekah.
- Membaca Al-Qur'an setiap hari.
- Memperbanyak shalawat.
- Menjaga kejujuran.
- Berdoa agar diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah.
Nasihat Para Ulama Tasawuf
Hasan Al-Bashri
"Jangan takut kepada laknat manusia, tetapi takutlah ketika hatimu tidak lagi menangis karena dosa."
Rabi'ah al-Adawiyah
"Siapa yang benar-benar mencintai Allah akan menjauhi segala sesuatu yang membuat Allah murka."
Abu Yazid al-Bistami
"Musuh terbesarmu adalah nafsumu sendiri."
Junaid al-Baghdadi
"Jalan menuju Allah dibangun di atas penyucian hati."
Al-Hallaj
"Cinta kepada Allah menuntut penyucian diri dari segala selain-Nya."
Imam al-Ghazali
"Dosa kecil yang terus dilakukan lebih berbahaya daripada dosa besar yang segera disesali."
Syekh Abdul Qadir al-Jailani
"Janganlah engkau mencari kemuliaan manusia, carilah keridhaan Allah."
Jalaluddin Rumi
"Luka karena taubat adalah pintu masuk cahaya Allah."
Ibnu 'Arabi
"Rahmat Allah lebih luas daripada dosa manusia, namun jangan menjadikan luasnya rahmat sebagai alasan bermaksiat."
Ahmad al-Tijani
"Perbanyak dzikir, karena hati yang hidup sulit dikuasai setan."
Testimoni Ulama Kontemporer
Gus Baha
"Yang paling penting bukan sibuk mencari kesalahan orang lain, tetapi memperbaiki hati sendiri."
Ustadz Adi Hidayat
"Al-Qur'an diturunkan agar diamalkan, bukan sekadar dibaca."
Buya Yahya
"Taubat selalu terbuka selama nyawa belum sampai di tenggorokan."
Ustadz Abdul Somad
"Jangan remehkan dosa kecil, sebab gunung pun berasal dari kumpulan batu."
Buya Arrazy Hasyim
"Tazkiyatun Nufūs adalah perjuangan membersihkan hati agar layak menerima cahaya Allah."
Doa
Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari segala perbuatan yang mendatangkan laknat-Mu. Bersihkan hati kami dari syirik, nifak, riya', ujub, hasad, dendam, dan segala penyakit hati. Jadikan kami termasuk hamba-hamba yang Engkau limpahi rahmat, ampunan, dan husnul khatimah. Ampunilah kedua orang tua kami, guru-guru kami, dan seluruh kaum muslimin. Limpahkan shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, para sahabat, dan orang-orang yang mengikuti beliau hingga hari kiamat. Aamiin.
Daftar Pustaka
- Al-Qur'an al-Karim.
- Shahih Bukhari.
- Shahih Muslim.
- Riyadhus Shalihin – Imam An-Nawawi.
- Ihya' Ulumuddin – Imam al-Ghazali.
- Bidayatul Hidayah – Imam al-Ghazali.
- Risalah Al-Qusyairiyah – Imam Al-Qusyairi.
- Al-Hikam – Ibnu Atha'illah As-Sakandari.
- Futuh al-Ghaib – Syekh Abdul Qadir al-Jailani.
- Hilyatul Auliya' – Abu Nu'aim.
Ucapan Terima Kasih
Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah SWT atas segala nikmat iman, Islam, dan kesempatan untuk menuntut ilmu. Semoga materi ini menjadi wasilah untuk memperbaiki diri, membersihkan hati, memperkuat ketakwaan, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Terima kasih kepada para ulama, guru, dan seluruh pembaca. Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua, melimpahkan rahmat-Nya, serta mengumpulkan kita bersama Rasulullah ﷺ di surga Firdaus. Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.
..........
No comments:
Post a Comment