Wednesday, July 1, 2026

97kas. BERTAUHID RUBUBIYAH KARENA MEREKA CACAT DAN RUSAK DALAM TAUHID ULUHIYAHNYA

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB KASYFU ASH-SYUBUHAT (PERTEMUAN KE-8) : BERTAUHID RUBUBIYAH KARENA MEREKA CACAT DAN RUSAK DALAM TAUHID ULUHIYAHNYA*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

KAMIS, 04 MUHARRAM 1448 H / 18 JUNI 2026


⏰  BA'DA MAGRIB - SELESAI 


TEMPAT  :

* DI MASJID SALMAN, JL. KELASI 33 SURABAYA


Youtube  :

https://youtube.com/live/JBWtu7hDheY?si=gKr5RVdOYjMnaBLT

........

KITAB KASYFU ASY-SYUBUHAT

Bertauhid Rububiyah, Namun Cacat dalam Tauhid Uluhiyah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Nasehat dan Motivasi (Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufus)

Tauhid Rububiyah adalah keyakinan bahwa Allah semata yang menciptakan, mengatur, menghidupkan, mematikan, dan memberi rezeki kepada seluruh makhluk. Namun, keyakinan ini saja belum cukup untuk menjadikan seseorang sebagai hamba yang bertauhid dengan benar apabila ia tidak mengesakan Allah dalam ibadah (Tauhid Uluhiyah).

Kaum musyrikin Arab pada masa Rasulullah ﷺ mengakui Allah sebagai Pencipta, tetapi mereka tetap mempersembahkan doa, nadzar, istighatsah, dan bentuk ibadah lainnya kepada selain Allah. Karena itulah, mereka dianggap belum bertauhid secara sempurna.

Dalam perspektif tasawuf (tazkiyatun nufus), syirik tidak hanya berupa penyembahan berhala, tetapi juga ketika hati bergantung kepada selain Allah secara berlebihan. Ketika hati lebih takut kepada manusia daripada kepada Allah, lebih berharap kepada jabatan daripada rahmat Allah, lebih mencintai dunia daripada akhirat, maka penyakit hati mulai menggerogoti kemurnian tauhid.

Tauhid Uluhiyah adalah perjalanan penyucian hati. Semakin bersih hati dari riya', ujub, sum'ah, takabbur, dan cinta dunia, semakin sempurna penghambaan kepada Allah.

Dalil Al-Qur'an

"Dan sungguh jika engkau bertanya kepada mereka: Siapakah yang menciptakan langit dan bumi? Niscaya mereka menjawab: Allah." (QS. Luqman: 25)

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56)

"Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan." (QS. Al-Fatihah: 5)

Hadis Rasulullah ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Hak Allah atas hamba-hamba-Nya ialah mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Beliau juga bersabda:

"Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil, yaitu riya'." (HR. Ahmad)

Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barang siapa melakukan suatu amal dengan mempersekutukan Aku dengan selain-Ku, maka Aku tinggalkan dia bersama sekutunya." (HR. Muslim)


Relevansi di Zaman Sekarang

Kemajuan teknologi merupakan nikmat Allah, namun dapat menjadi ujian tauhid apabila hati bergantung kepadanya melebihi ketergantungan kepada Allah.

Contohnya:

  • Menganggap kecerdasan buatan (AI) sebagai solusi mutlak tanpa doa dan tawakal.
  • Bergantung sepenuhnya pada media sosial untuk mencari pengakuan manusia.
  • Menganggap kekayaan digital, investasi, atau jabatan sebagai penjamin masa depan.
  • Mengandalkan kecanggihan kedokteran tetapi melupakan bahwa Allah adalah Asy-Syafi (Maha Penyembuh).
  • Mengandalkan kendaraan, pesawat, dan teknologi transportasi tanpa memperbanyak doa safar dan tawakal.

Seorang mukmin menggunakan seluruh sebab dunia, tetapi hatinya tetap bergantung hanya kepada Allah.


Amalan (Implementasi)

  1. Memperbaharui syahadat setiap hari dengan penuh penghayatan.
  2. Memurnikan niat sebelum setiap amal.
  3. Memperbanyak dzikir Laa ilaaha illallah.
  4. Memperbanyak doa dan tawakal kepada Allah.
  5. Menjauhi segala bentuk syirik besar maupun syirik kecil.
  6. Muhasabah hati setiap malam.
  7. Membaca Al-Qur'an dan mentadabburinya.
  8. Memperbanyak istighfar.
  9. Menghidupkan shalat malam.
  10. Menjadikan Allah sebagai tujuan utama seluruh aktivitas kehidupan.

Nasehat Para Ulama dan Sufi

Hasan Al-Bashri berkata:

"Dunia hanyalah persinggahan. Jadikanlah hatimu milik Allah, bukan milik dunia."

Rabi'ah al-Adawiyah berkata:

"Aku menyembah Allah bukan karena takut neraka atau mengharap surga, tetapi karena cinta kepada-Nya."

Abu Yazid al-Bistami mengajarkan bahwa perjalanan menuju Allah dimulai dengan menghancurkan ego.

Junaid al-Baghdadi berkata:

"Tauhid adalah memisahkan Yang Maha Qadim dari segala yang baru."

Al-Hallaj mengingatkan bahwa kecintaan kepada Allah harus menghapus seluruh ketergantungan kepada selain-Nya.

Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa hati adalah raja; apabila hati bertauhid, seluruh anggota badan akan istiqamah.

Syekh Abdul Qadir al-Jailani berkata:

"Jangan meminta kepada selain Allah, karena semua makhluk sama-sama membutuhkan Allah."

Jalaluddin Rumi berkata:

"Segala yang membuatmu jauh dari Allah adalah hijab."

Ibnu 'Arabi menegaskan pentingnya mengenal Allah sehingga seluruh kehidupan menjadi ibadah.

Ahmad al-Tijani menekankan pentingnya dzikir dan istiqamah sebagai jalan penyucian hati.


Testimoni Para Ulama Kontemporer

Gus Baha sering menjelaskan bahwa inti tauhid adalah menggantungkan hati hanya kepada Allah, sedangkan usaha hanyalah sebab.

Ustadz Adi Hidayat menegaskan bahwa Rububiyah harus melahirkan Uluhiyah; pengakuan bahwa Allah adalah Pencipta harus diwujudkan dengan ibadah hanya kepada-Nya.

Buya Yahya mengingatkan agar seseorang tidak bergantung kepada benda, orang saleh, maupun makhluk, tetapi hanya kepada Allah.

Ustadz Abdul Somad sering menekankan bahwa syirik merupakan dosa terbesar yang harus dijauhi dalam segala bentuknya.

Buya Arrazy Hasyim menjelaskan bahwa tazkiyatun nufus bertujuan membersihkan hati agar tauhid menjadi hidup, bukan sekadar teori di lisan.


Daftar Pustaka

  1. Al-Qur'an al-Karim.
  2. Shahih al-Bukhari.
  3. Shahih Muslim.
  4. Kasyfu Asy-Syubuhat – .
  5. Ihya' 'Ulum ad-Din – .
  6. Madarij as-Salikin – .
  7. Risalah al-Qusyairiyah – .
  8. Al-Hikam – .

Doa

اللَّهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُخْلِصِينَ، وَطَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الشِّرْكِ وَالرِّيَاءِ وَالْعُجْبِ، وَارْزُقْنَا تَوْحِيدًا خَالِصًا، وَحُسْنَ الْخَاتِمَةِ. آمِينَ.

Artinya:

"Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu. Jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang ikhlas. Bersihkan hati kami dari syirik, riya', ujub, dan segala penyakit hati. Karuniakanlah kepada kami tauhid yang murni serta akhir kehidupan yang husnul khatimah. Aamiin."


Ucapan Terima Kasih

Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin.

Semoga tulisan ini menjadi pengingat bagi penulis dan pembaca untuk terus memurnikan tauhid, membersihkan hati, memperbaiki amal, serta semakin dekat kepada Allah Ta'ala. Terima kasih kepada seluruh guru, ulama, dan kaum muslimin yang senantiasa menjaga kemurnian akidah dan mengajarkan ilmu dengan penuh keikhlasan.

Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengokohkan tauhid kita, menyucikan hati kita, dan mengumpulkan kita bersama Nabi Muhammad ﷺ serta orang-orang saleh di surga-Nya. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.

..........

No comments: