tanbihul ghofilin. 1. bab. 18. hasud
Diriwayatkan bahwa, Rasulullah adalah senang pada optimis, dan membenci pesimis, ataupun licik, sebab sifat semacam itu adalah warisan jahiliyah, kita berharap dan berlindung hanya kepada Allah semata.
Ketika terdengar burung(hantu dan sebangsanya yang menegangkan), hendaklah berdoa, “Ya Allah tiada burung, kecuali Engkau pemiliknya, tiada kebaikan kecuali dariMu, Tiada Tuhan kecuali Engkau, dan tiada daya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah”.
Lalu sampaikan tujuanmu, karena tidak ada sesuatu yang dapat membahayakan dirimu, kecuali seizin Allah.
.......
Menyucikan Hati dengan Husnuzan kepada Allah: Menghapus Tathayyur, Menumbuhkan Tawakal
Bismillāhirraḥmānirraḥīm
Dalam perjalanan menuju Allah (suluk), hati yang bersih tidak mudah dikuasai oleh rasa takut terhadap pertanda, ramalan, suara burung, atau berbagai isyarat yang dianggap membawa kesialan. Seorang salik meyakini bahwa tidak ada yang mampu memberi manfaat atau mudarat kecuali Allah SWT.
Rasulullah ﷺ mencintai optimisme (al-fa'l) dan membenci tathayyur (pesimisme karena pertanda tertentu), karena kebiasaan tersebut merupakan sisa-sisa keyakinan jahiliah yang melemahkan tauhid. Tasawuf mengajarkan agar hati hanya bergantung kepada Allah, bukan kepada sebab-sebab yang tidak memiliki kekuatan apa pun tanpa izin-Nya.
Ketika mendengar suara burung atau melihat sesuatu yang membuat hati gelisah, jangan biarkan setan menguasai pikiran. Ingatlah bahwa semua makhluk hanyalah ciptaan Allah. Bacalah doa:
اللَّهُمَّ لَا طَيْرَ إِلَّا طَيْرُكَ، وَلَا خَيْرَ إِلَّا خَيْرُكَ، وَلَا إِلٰهَ غَيْرُكَ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
"Ya Allah, tiada burung (pertanda) kecuali milik-Mu, tiada kebaikan kecuali dari-Mu, tiada Tuhan selain Engkau, dan tiada daya serta kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."
Kemudian lanjutkan tujuanmu dengan penuh tawakal, sebab tidak ada sesuatu pun yang dapat membahayakanmu kecuali dengan izin Allah SWT.
Dalil Al-Qur'an
-
QS. At-Taghabun: 11
"Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah."
-
QS. At-Taubah: 51
"Katakanlah: Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami."
-
QS. Ali 'Imran: 159
"...Apabila engkau telah bertekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Hadis Terkait
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tidak ada penularan (yang berdiri sendiri), tidak ada tathayyur (anggapan sial karena pertanda), dan aku menyukai al-fa'l (optimisme)." (Hadis sahih, diriwayatkan dalam dan )
Beliau juga bersabda:
"Tathayyur adalah syirik." (HR. dan lainnya)
Hadis Qudsi
Allah Ta'ala berfirman:
"Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku." (Hadis Qudsi riwayat dan )
Hadis ini mengajarkan agar seorang mukmin selalu berbaik sangka kepada Allah dan berharap hanya kepada-Nya.
Relevansi dalam Kitab-Kitab Akhlak dan Tasawuf
Nasihat ini sejalan dengan pelajaran dalam , , , , dan yang mengingatkan agar seorang mukmin membersihkan hati dari syirik khafi, prasangka buruk, dan ketergantungan kepada selain Allah.
Muhasabah
Renungkanlah:
- Apakah hatiku masih mudah takut karena pertanda tertentu?
- Apakah aku lebih percaya kepada mitos daripada janji Allah?
- Apakah aku benar-benar bertawakal setelah berikhtiar?
- Apakah aku selalu berhusnuzan kepada Allah dalam setiap keadaan?
Cara Bermuhasabah
- Perbarui niat dan tauhid setiap hari.
- Perbanyak membaca "Hasbunallāhu wa ni'mal wakīl."
- Biasakan berzikir "Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh."
- Jangan menunda kebaikan hanya karena merasa mendapat pertanda buruk.
- Latih hati untuk selalu optimis terhadap rahmat Allah.
Doa
Ya Allah, sucikanlah hati kami dari syirik yang nyata maupun yang tersembunyi. Jadikanlah kami hamba-hamba yang selalu berbaik sangka kepada-Mu, bertawakal hanya kepada-Mu, serta tidak takut kepada apa pun selain Engkau. Karuniakanlah hati yang tenang, iman yang kokoh, amal yang ikhlas, dan husnul khatimah. Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.
Ucapan Terima Kasih
Jazakumullāhu khairan katsīrā kepada semua yang telah membaca, mengamalkan, dan menyebarkan nasihat ini. Semoga Allah SWT menjadikan setiap langkah kita sebagai jalan menuju keridaan-Nya, membersihkan hati kita dengan cahaya tauhid, serta mengumpulkan kita bersama Rasulullah ﷺ di surga-Nya. Āmīn.
.......
No comments:
Post a Comment