nashaihul ibad 2/8.4
Tiga perkara yang menaikkan derajat: Pertama, mengucapkan salam antarmuslim, baik yang dikenal maupun yang tidak dikenal. Kedua, memberi makan kepada tamu dan orang yang lapar. Ketiga, salat Tahajud pada malam hari ketika orang lain tidur lelap.
.......
# Tiga Tangga Menuju Derajat Mulia di Sisi Allah
Menyucikan Jiwa (Tazkiyatun Nufūs) dengan Salam, Berbagi Makanan, dan Tahajud
Tiga amalan yang tampak sederhana ini sesungguhnya merupakan jalan penyucian hati. Orang yang mampu membiasakannya sedang mendidik jiwanya agar dipenuhi kasih sayang, keikhlasan, dan kedekatan kepada Allah. Derajat yang tinggi di sisi Allah bukan diukur dari harta, jabatan, atau popularitas, tetapi dari kebersihan hati dan ketaatan kepada-Nya.
1. Mengucapkan Salam kepada Semua Muslim
Salam adalah doa, kasih sayang, dan penghapus kesombongan. Mengucapkan salam kepada orang yang dikenal maupun tidak dikenal menunjukkan hati yang bersih dari kebencian dan merasa semua mukmin adalah saudara.
Firman Allah:
"Apabila kamu diberi penghormatan dengan suatu salam, maka balaslah dengan yang lebih baik atau yang sepadan." (QS. An-Nisā' : 86)
Hadis Rasulullah ﷺ:
"Sebarkanlah salam di antara kalian." (HR. Muslim)
Dalam tasawuf, salam bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi pancaran hati yang mendoakan keselamatan bagi sesama.
2. Memberi Makan Orang Lain
Memberi makan adalah bukti kelembutan hati. Orang yang gemar berbagi sedang membersihkan dirinya dari sifat kikir dan cinta dunia.
Firman Allah:
"Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan." (QS. Al-Insān : 8)
Hadis Rasulullah ﷺ:
"Wahai manusia, sebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah silaturahim, dan salatlah di malam hari ketika manusia sedang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat." (HR. At-Tirmidzi)
Memberi makan bukan soal banyaknya makanan, tetapi besarnya keikhlasan.
3. Tahajud Saat Manusia Terlelap
Tahajud adalah saat paling indah antara seorang hamba dengan Rabb-nya. Di saat manusia tertidur, para pecinta Allah berdiri menangis, bermunajat, memohon ampunan dan rahmat.
Firman Allah:
"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap." (QS. As-Sajdah : 16)
"Dan pada sebagian malam bertahajudlah sebagai ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (QS. Al-Isrā' : 79)
Hadis Rasulullah ﷺ:
"Salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam." (HR. Muslim)
Hadis Qudsi yang Berkaitan
Allah Ta'ala berfirman:
"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya..." (HR. Al-Bukhari)
Tahajud, memberi makan, dan menyebarkan salam termasuk amalan yang mendekatkan seorang hamba kepada cinta Allah.
Hikmah (Ibrah)
- Salam menumbuhkan persaudaraan.
- Berbagi makanan melembutkan hati.
- Tahajud menguatkan ruh dan keimanan.
- Ketiganya mengikis ego, riya', dan cinta dunia.
- Orang yang menjaga tiga amalan ini akan dicintai manusia dan lebih utama lagi dicintai Allah.
Relevansi Zaman Sekarang
Di era media sosial, banyak orang mengejar pengakuan manusia tetapi lupa mencari ridha Allah.
- Saat orang sibuk menyebarkan komentar kasar, sebarkanlah salam.
- Saat banyak orang memamerkan makanan, berbagilah kepada yang lapar.
- Saat banyak orang begadang untuk hiburan, bangunlah untuk tahajud.
Inilah jalan seorang mukmin yang ingin menjaga kebersihan hati di tengah fitnah zaman.
Muhasabah
Tanyakan kepada diri sendiri:
- Sudahkah aku membiasakan mengucapkan salam kepada setiap muslim?
- Berapa kali aku memberi makan orang lain karena Allah?
- Kapan terakhir kali aku menangis dalam tahajud?
- Apakah aku lebih senang dipuji manusia daripada dicintai Allah?
Cara Bermuhasabah
- Biasakan mengucapkan salam kepada siapa pun yang ditemui.
- Sisihkan sebagian rezeki setiap pekan untuk memberi makan fakir miskin, tamu, atau jamaah masjid.
- Mulailah tahajud dengan dua rakaat, meski hanya beberapa menit sebelum Subuh.
- Mohonlah kepada Allah agar diberi hati yang ikhlas dan istiqamah.
- Tutup setiap malam dengan istighfar dan evaluasi diri.
Doa
اللهم طهر قلوبنا من النفاق، وألسنتنا من الكذب، وأعمالنا من الرياء، وارزقنا حب السلام، ولذة قيام الليل، وسخاء الإنفاق في سبيلك، واجعلنا من عبادك الصالحين. آمين.
"Ya Allah, sucikanlah hati kami dari kemunafikan, lisan kami dari dusta, amal kami dari riya'. Anugerahkanlah kepada kami kecintaan menyebarkan salam, kenikmatan bangun malam untuk bertahajud, serta kemurahan hati untuk memberi makan karena-Mu. Jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh. Āmīn."
Ucapan Terima Kasih
Jazakumullāhu khairan katsīrā kepada semua yang telah meluangkan waktu membaca, mengamalkan, dan menyebarkan nasihat ini. Semoga Allah membalas setiap salam yang kita tebarkan, setiap makanan yang kita bagikan, dan setiap sujud tahajud yang kita dirikan dengan ampunan, keberkahan, serta derajat yang tinggi di dunia dan akhirat.
اللهم اجعلنا من أهل السلام، وأهل الإحسان، وأهل قيام الليل، وارفع درجاتنا في الدنيا والآخرة. آمين.
.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar