JAGA HATI, JAGA IMAN
..............
Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah
...............
Bismillāhirraḥmānirraḥīm.
Rabu, 23 Sep. 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh Isya' an dari Mushola Baitul Muksinin, nyantri bareng Ust. A. Zubaidi, kupas tipis tipis kitab Irsyadul Ibad (Karya Zainuddin Al-Malibari) :
.........
BAB: IMAN
FASAL : MURTAD (KELUAR DARI ISLAM)
Dalam riwayat Asysyafi'i dan Albaihaqi : Man ghayyara dinahu fadh ribu unuqahu (Siapa yang merubah agamanya Dalam riwayat Asysyafi'i dan Albaihaqi : Man ghayyara (murtad, keluar dari islam) maka penggallah lehernya. Semoga Allah melindungi kami dengan karunia dan ke semua yang dimurkai oleh Allah murahanNya, dari ta'ala. Ketahuilah, bahwa diantara macam murtad itu :
...atau berkata buat apa hadir dalam majlis pengajian, atau lebih baik makan daripada mencari ilmu, atau meniru cara seorang alim dengan maksud mengejek untuk tertawaan, atau mengutuk ulama', atau meremehkan suatu hukum syari'at, atau ketika ditanya : Apakah iman? Lalu menjawab saya tidak tahu, atau bukankah kamu seorang muslim? Lalu menjawab: Bukan, dengan sengaja. Atau mengejek orang yang membaca: La haula wala quwwata illa billah lalu ia berkata: Itu tidak dapat mengenyangkan. Atau berkata pada orang yang telah berbuat kekejian: Bagus engkau. Atau berkata pada isterinya: Aku lebih cinta padamu daripada Allah dan Rasulullah. Atau menyatakan bahwa kenabian itu dapat dicapai dengan usaha amal. Atau hujan ini karena bintang ini, atau mengejek peribadi nabi Muhammad s.a.w. Semoga Allah melindungi kami dari kekafiran dan yang mendorong kepadanya.
..................
1. Rahasia Hikmah
Iman itu bukan sekadar status di KTP. Dia hidup, bisa naik-turun, bisa tergelincir tanpa kita sadar. Kadang yang bikin murtad bukan cuma keluar dari Islam secara terang-terangan, tapi hati yang pelan-pelan mati rasa—meremehkan majelis ilmu, mengejek orang yang berzikir, atau merasa lebih hebat dari ulama. Hikmahnya sederhana: jaga hati sebelum dia yang pergi dari kita. Tujuan akhirnya bukan jadi sempurna, tapi terus balik ke Allah, sejelek apapun hari kita.
---
2. Nasehat
Allah berfirman:
“Katakanlah, ‘Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’ Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman.”
(QS. At-Taubah: 65-66)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa yang mengganti agamanya, maka bunuhlah dia.” (HR. Bukhari)
Hadis ini konteksnya hukum negara Islam, bukan main hakim sendiri. Yang penting buat kita: jangan sampai ucapan dan perbuatan kita masuk kategori merendahkan agama.
---
3. Makrifat, Hakekat, Tarekah di Zaman Viral
Zaman sekarang, murtad bisa lewat like, share, dan komentar. Nge-roast ulama di medsos, bikin konten “keluar dari Islam” biar viral, atau bilang “iman gue urusan gue.” Tarekah paling relevan: puasa medsos yang bikin hati keras. Ganti scroll dengan istighfar. Jangan share yang bikin ragu, share yang bikin tenang.
---
4. Tasawuf, Muhasabah dan Caranya
Muhasabah itu duduk sebentar, tanya diri sendiri: “Hari ini hatiku nambah deket ke Allah, atau makin jauh?” Caranya: satu malam seminggu, matikan HP, duduk sendiri, hitung dosa yang paling sering, lalu istighfar serius. Bukan buat nyiksa diri, tapi buat kenal diri.
---
5. Doa
Ya Allah, jangan biarkan hati ini mati rasa terhadap-Mu. Jaga lisan ini dari meremehkan agama-Mu. Kalau Engkau melihat kami tergelincir, tarik kami kembali sebelum ajal menjemput. Amin.
---
6. Ucapan Terima Kasih dan Maaf
Terima kasih buat semua yang pernah mengingatkan, langsung atau lewat tulisan. Maaf kalau ada salah kata, khilaf, atau nada yang kurang enak. Aku bukan siapa-siapa.
---
Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.
---
#TazkiyatunNufus #JagaIman #Muhasabah #Taubat #MenataHati #MendekatPadaAllah
...................
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga bermanfa'at selalu.
—M. Djoko ekasanU—

Tidak ada komentar:
Posting Komentar