Minggu, 20 September 2026

1589was. SYURGA TAK RIDHO SAMA HATI YANG SEMPIT



SYURGA TAK RIDHO SAMA HATI YANG SEMPIT

...............

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

...............

Bismillahirahmanirrahim.

Ahad, 20 Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh-oleh maghriban dari Masjid Nurul Huda, nyantri bareng ustadz KH. Habibul Mahbub, bedah tipis-tipis kitab Washiyat al-Musthofa li al-Imam Ali Karramallahu wajhah (karya Abdul Wahab Asy-Sya’rani):

---

FASAL: MENERANGKAN SHODAQOH (SEDEKAH)

............

Dalam kitab tersebut, Rasulullah ﷺ bersabda kepada Imam Ali:"Wahai Ali, aku melihat sebuah tulisan di atas pintu surga: 'Kamu (surga) diharamkan bagi setiap orang yang bakhil (pelit), orang yang durhaka/menyakiti hati kedua orang tua, dan tukang adu domba (provokator).'"

............

1. Rahasia Hikmah

Surga yang katanya luasnya seluas langit dan bumi, ternyata punya “filter” yang bikin kaget: yang pelit, yang nyakitin orang tua, dan yang suka ngadu domba, dilarang masuk. Ini bukan soal pinter ibadah atau rajin puasa, tapi soal hati yang bersih dari tiga penyakit sosial: kikir, durhaka, dan provokasi.

2. Nasehat

Qur’an:

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (Al-Isra’: 23) 

Hadis:

“Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.” (HR. Bukhari & Muslim) 

Hadis Qudsi:

“Wahai anak Adam, sesungguhnya jika dosa-dosamu setinggi awan lalu engkau meminta ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni. Wahai anak Adam, jika engkau datang kepada-Ku dengan dosa sepenuh bumi, dan engkau tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu pun, niscaya Aku akan memberikan ampunan sepenuh bumi pula.” (HR. Tirmidzi) 

3. Makrifat & Tarekah di Zaman Viral

Di era notifikasi dan komen pedas, “adu domba” naik level. Satu screenshot, satu pesan forwarded, satu cuitan, bisa hancurin silaturahmi. Hakekat namimah (adu domba) adalah membuka rahasia dan aib orang lain dengan cara menyampaikan ke pihak yang tidak suka . Tarekah praktisnya: jangan buru-buru percaya, jangan buru-buru share, jangan buru-buru baper. Kalau dengar gossip, diam itu emas, mengalihkan topik itu berlian.

4. Tasawuf & Muhasabah

Tazkiyatun Nufus itu bukan lomba jadi suci, tapi lomba jadi sadar. Muhasabah malam ini: berapa kali aku nahan uang padahal ada yang butuh? Berapa kali aku bales chat orang tua cuma pake sticker? Berapa kali aku ikut ramein drama orang padahal enggak perlu? Hati yang kotor bukan karena dosa besar aja, tapi karena dosa-dosa kecil yang dibiarin numpuk.

5. Doa

Allahumma inni a’udzu bika minal bukhli, wa a’udzu bika min an asyaqqa aw u’qaa walidayya, wa a’udzu bika min al-namimah.

Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari sifat pelit, dari menyakiti orang tua, dan dari adu domba.

6. Ucapan Terima Kasih & Maaf

Terima kasih buat semua yang pernah baca, yang pernah jadi cermin, yang pernah ingatkan dengan cara yang baik. Maaf kalau tulisan ini ada salah kata, ada nada yang kurang pas, ada pemahaman yang kurang dalam. Semua kekurangan datang dari aku, semua kebaikan datang dari Allah.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #RenunganHati #SyurgaTakRidho #Bakhil #Durhaka #Namimah #Muhasabah #JagaLisan #AdabSosial #HatiBersih #SelfReminder

.............

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfaat selalu.

— M. Djoko ekasanU —

Tidak ada komentar: