📡 LIVE STREAMING
📖 *KITAB 3 LANDASAN POKOK (PERTEMUAN KE-11) : ALLAH MENGUTUS SEORANG RASUL KEPADA KITA*
🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*
TANGGAL :
SELASA, 01 SAFAR 1448 H / 14 JULI 2026
⏰ BA'DA MAGRIB - SELESAI
TEMPAT :
MASJID MUJAHIDDIN, JL. BENTENG PANCASILA, GG. GARUDA MAS, MOJOKERTO
Youtube :
https://www.youtube.com/live/BiyBkX0zcDU?si=pcacaeA0_IqVH2wB
.........
KITAB 3 LANDASAN POKOK
ALLAH MENGUTUS SEORANG RASUL KEPADA KITA
“Mengikuti Rasulullah ﷺ: Jalan Tazkiyatun Nufūs Menuju Cinta dan Ridha Allah”
A. MAKSUD
Allah سبحانه وتعالى tidak membiarkan manusia hidup tanpa petunjuk. Karena manusia memiliki akal, hawa nafsu, syahwat, ambisi, dan kecenderungan untuk tersesat, maka Allah mengutus para Rasul untuk menyampaikan wahyu, menjelaskan kebenaran, menyucikan jiwa, serta membimbing manusia menuju jalan keselamatan.
Rasulullah ﷺ adalah utusan Allah kepada seluruh umat manusia. Beliau bukan hanya membawa aturan lahiriah, tetapi juga membimbing manusia untuk membersihkan hati dari:
- syirik,
- riya,
- sombong,
- dengki,
- cinta dunia yang berlebihan,
- hawa nafsu,
- kebencian,
- dan penyakit batin lainnya.
Inilah hakikat Tazkiyatun Nufūs: membersihkan jiwa dengan tauhid, iman, taubat, ilmu, amal saleh, akhlak mulia, dan mengikuti Rasulullah ﷺ.
B. TUJUAN
Mempelajari landasan ini bertujuan:
- Mengetahui bahwa Rasulullah ﷺ benar-benar utusan Allah.
- Mengenal kedudukan dan kemuliaan Nabi Muhammad ﷺ.
- Menjadikan Rasulullah ﷺ sebagai teladan dalam akidah, ibadah, akhlak, dan kehidupan.
- Menyadari bahwa cinta kepada Allah harus dibuktikan dengan mengikuti Rasulullah ﷺ.
- Membersihkan jiwa dari sikap merasa paling benar tanpa ilmu.
- Menjadikan sunnah Rasulullah ﷺ sebagai jalan keselamatan di tengah zaman penuh fitnah dan informasi yang viral.
C. LANDASAN AL-QUR’AN
1. Rasulullah ﷺ diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.”
QS. Al-Anbiyā’: 107
Rasulullah ﷺ datang membawa rahmat. Maka orang yang benar-benar mengikuti Rasulullah ﷺ seharusnya menjadi manusia yang membawa rahmat, bukan menjadi sumber kerusakan, kebencian, fitnah, dan permusuhan.
2. Rasulullah ﷺ adalah teladan terbaik
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
“Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian.”
QS. Al-Ahzāb: 21
Tasawuf yang benar bukan meninggalkan syariat. Tasawuf yang benar adalah membersihkan hati agar mampu menjalankan syariat dengan ikhlas, penuh cinta, khusyuk, dan ihsan.
3. Bukti cinta kepada Allah adalah mengikuti Rasulullah ﷺ
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ
“Katakanlah: Jika kalian benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.”
QS. Āli ‘Imrān: 31
Ayat ini sangat jelas: cinta kepada Allah tidak cukup hanya dengan ucapan. Cinta harus dibuktikan dengan ittibā‘ kepada Rasulullah ﷺ.
4. Rasulullah ﷺ wajib ditaati
مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ
“Barang siapa menaati Rasul, maka sungguh dia telah menaati Allah.”
QS. An-Nisā’: 80
Maka mengikuti Rasulullah ﷺ bukan sekadar pilihan budaya, tetapi bagian dari ketaatan kepada Allah.
D. HADIS-HADIS SHAHIH
1. Kewajiban mengikuti Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ عَصَى اللَّهَ
“Barang siapa menaatiku, maka sungguh dia telah menaati Allah. Dan barang siapa mendurhakaiku, maka sungguh dia telah mendurhakai Allah.”
HR. Bukhari dan Muslim
2. Jalan keselamatan adalah berpegang kepada petunjuk Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara. Kalian tidak akan tersesat selama berpegang teguh kepada keduanya: Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya.”
Maknanya, umat Islam membutuhkan Al-Qur’an dan bimbingan Rasulullah ﷺ agar tidak tersesat dalam memahami agama.
3. Mencintai Rasulullah ﷺ adalah bagian dari kesempurnaan iman
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian sampai aku lebih dia cintai daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia.”
HR. Bukhari dan Muslim
Cinta kepada Rasulullah ﷺ bukan sekadar perasaan. Cinta itu melahirkan:
- penghormatan,
- kerinduan,
- banyak membaca shalawat,
- mempelajari sirah beliau,
- meneladani akhlaknya,
- dan mengikuti sunnahnya.
E. HADIS QUDSI YANG BERKAITAN
Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam Hadis Qudsi:
“Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan.”
HR. Bukhari
Maknanya bukan Allah menyatu dengan tubuh manusia. Namun, ketika seorang hamba dekat kepada Allah melalui kewajiban dan amalan sunnah, Allah membimbing pendengarannya, penglihatannya, tangannya, dan langkahnya agar digunakan dalam kebaikan.
Inilah buah Tazkiyatun Nufūs.
Hati yang bersih akan melahirkan:
- telinga yang tidak suka mendengar fitnah,
- mata yang tidak suka melihat maksiat,
- lisan yang tidak suka menyakiti,
- tangan yang tidak menzalimi,
- dan kaki yang tidak melangkah menuju kemaksiatan.
F. PERSPEKTIF TASAWUF DAN TAZKIYATUN NUFŪS
Dalam perjalanan menuju Allah, manusia membutuhkan tiga hal:
1. Syariat
Syariat mengajarkan:
- apa yang halal,
- apa yang haram,
- bagaimana shalat,
- bagaimana berpuasa,
- bagaimana bermuamalah,
- bagaimana menjaga hak manusia.
2. Tazkiyah
Tazkiyah membersihkan:
- niat,
- hati,
- akhlak,
- hawa nafsu,
- dan penyakit batin.
3. Ihsan
Ihsan menjadikan seorang hamba beribadah seolah-olah melihat Allah. Jika tidak mampu melihat Allah, dia sadar bahwa Allah selalu melihat dirinya.
Maka Rasulullah ﷺ adalah guru utama dalam ketiga perkara tersebut.
Beliau mengajarkan:
Tauhid yang benar, ibadah yang benar, hati yang bersih, dan akhlak yang mulia.
G. ANALISA DAN ARGUMENTASI RELEVAN DI DUNIA YANG VIRAL SAAT INI
Kita hidup di zaman ketika segala sesuatu dapat menjadi viral dalam hitungan detik.
Seseorang dapat menjadi terkenal karena:
- satu video,
- satu komentar,
- satu kontroversi,
- satu kesalahan,
- atau satu potongan ucapan.
Namun ada satu pertanyaan penting:
“Apakah yang viral itu selalu benar?”
Tidak.
Viral bukan berarti benar.
Banyak orang lebih cepat membagikan berita daripada memeriksa kebenarannya. Banyak orang lebih cepat menghukumi daripada memahami. Banyak orang lebih senang melihat aib orang lain daripada memperbaiki aib dirinya sendiri.
Di sinilah kita membutuhkan petunjuk Rasulullah ﷺ.
Allah berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepada kalian seorang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya.”
QS. Al-Hujurāt: 6
Maka seorang pengikut Rasulullah ﷺ tidak boleh menjadi manusia yang:
- mudah menyebarkan hoaks,
- mudah menghina,
- mudah mencaci,
- mudah menuduh,
- mudah membongkar aib,
- dan mudah membenci hanya karena potongan video.
Viral tanpa ilmu dapat menjadi fitnah.
Satu jempol yang menekan tombol “bagikan” bisa menjadi:
- pahala jika menyebarkan kebenaran,
- dosa jika menyebarkan kebohongan,
- atau menjadi fitnah jika merusak kehormatan seseorang.
Maka sebelum berbicara dan membagikan sesuatu, tanyakan kepada hati:
“Apakah ini benar?”
“Apakah ini bermanfaat?”
“Apakah Rasulullah ﷺ akan ridha dengan lisanku?”
“Apakah ini mendekatkan aku kepada Allah atau justru menambah dosa?”
Inilah Tazkiyatun Nufūs di era digital.
H. HUKUM (AHKAM)
1. Wajib beriman kepada Rasulullah ﷺ
Beriman kepada para Rasul adalah bagian dari rukun iman.
Allah berfirman:
“Rasul telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman.”
QS. Al-Baqarah: 285
2. Wajib menaati Rasulullah ﷺ
Ketaatan kepada Rasulullah ﷺ adalah bagian dari ketaatan kepada Allah.
3. Wajib membenarkan berita yang sahih dari Rasulullah ﷺ
Seorang mukmin tidak boleh menolak hadis sahih hanya karena tidak sesuai dengan hawa nafsu.
Namun memahami agama juga harus dilakukan dengan ilmu, adab, dan bimbingan ulama yang terpercaya.
4. Haram membuat kedustaan atas nama Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia menempati tempat duduknya di neraka.”
HR. Bukhari dan Muslim
Karena itu, jangan mudah menulis:
“Nabi bersabda…”
sebelum memastikan sumber dan kebenaran hadisnya.
5. Wajib menjaga adab kepada Rasulullah ﷺ
Cinta kepada Rasulullah ﷺ harus diwujudkan dengan penghormatan, shalawat, dan mengikuti ajarannya.
Namun cinta juga harus berada dalam koridor tauhid. Rasulullah ﷺ adalah hamba dan utusan Allah, bukan Tuhan.
I. SENTUHAN HATI — MUHASABAH
Saudaraku…
Kita mengaku mencintai Rasulullah ﷺ.
Tetapi mari kita bertanya kepada diri sendiri:
Ketika Rasulullah ﷺ mengajarkan shalat…
Apakah kita masih berat untuk mendirikan shalat?
Ketika Rasulullah ﷺ mengajarkan kejujuran…
Apakah kita masih suka berbohong?
Ketika Rasulullah ﷺ melarang ghibah…
Apakah lisan kita masih senang membicarakan keburukan orang lain?
Ketika Rasulullah ﷺ mengajarkan kasih sayang…
Apakah hati kita masih penuh kebencian?
Ketika Rasulullah ﷺ mengajarkan rendah hati…
Apakah kita masih senang merasa paling benar?
Ketika Rasulullah ﷺ mengajarkan memaafkan…
Apakah kita masih menyimpan dendam bertahun-tahun?
Jangan hanya mencintai Rasulullah ﷺ dengan ucapan.
Mari kita cintai beliau dengan perubahan akhlak.
Karena tanda cinta yang paling jujur adalah:
“Aku ingin menjadi seperti yang dicintai oleh orang yang aku cintai.”
Jika kita benar-benar mencintai Rasulullah ﷺ, maka sedikit demi sedikit:
- shalat kita diperbaiki,
- lisan kita dijaga,
- hati kita dibersihkan,
- akhlak kita diperindah,
- dan hidup kita diarahkan kepada Allah.
J. AMALAN DAN IMPLEMENTASI
1. Membaca shalawat setiap hari
Perbanyak shalawat dengan penuh cinta dan penghormatan kepada Rasulullah ﷺ.
2. Mempelajari sirah Nabi ﷺ
Kenali kehidupan Rasulullah ﷺ.
Semakin kita mengenal beliau, semakin besar rasa cinta kita kepada beliau.
3. Mempelajari hadis dengan sanad dan sumber yang jelas
Jangan sembarangan menyebarkan hadis.
Biasakan bertanya:
“Hadis ini diriwayatkan oleh siapa?”
4. Meneladani akhlak Rasulullah ﷺ
Mulailah dari hal sederhana:
- jujur,
- amanah,
- sabar,
- santun,
- pemaaf,
- rendah hati,
- menyayangi keluarga,
- menghormati tetangga,
- dan membantu orang yang membutuhkan.
5. Tabayyun sebelum membagikan berita
Sebelum membagikan sesuatu di WhatsApp, Facebook, TikTok, atau media sosial lainnya:
Tahan sebentar. Periksa. Pikirkan.
Jangan sampai satu klik menjadi sebab dosa yang terus mengalir.
6. Menjadikan sunnah sebagai jalan pembentukan karakter
Sunnah bukan hanya pakaian dan penampilan.
Sunnah juga berarti:
- kejujuran,
- kasih sayang,
- amanah,
- kesabaran,
- kebersihan,
- menjaga lisan,
- menjaga kehormatan manusia,
- dan takut kepada Allah.
K. DOA
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ ﷺ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنَا إِلَى حُبِّكَ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ ﷺ حَقًّا، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَّبِعِينَ لِسُنَّتِهِ، الْمُحِبِّينَ لَهُ، الْمُكْثِرِينَ مِنَ الصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَيْهِ.
اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الشِّرْكِ وَالرِّيَاءِ وَالْكِبْرِ وَالْحَسَدِ وَالْحِقْدِ وَسُوْءِ الْأَخْلَاقِ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا أَشْخَاصًا يَحْمِلُونَ رَحْمَةَ نَبِيِّكَ، وَيَنْشُرُونَ الْخَيْرَ، وَيَكُفُّونَ الْأَذَى، وَيَدْعُونَ إِلَى الْحَقِّ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ.
اللَّهُمَّ احْشُرْنَا فِي زُمْرَةِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ ﷺ، وَاسْقِنَا مِنْ حَوْضِهِ شَرْبَةً لَا نَظْمَأُ بَعْدَهَا أَبَدًا، وَارْزُقْنَا شَفَاعَتَهُ، وَاجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ سُنَّتِهِ وَمَحَبَّتِهِ.
آمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
PENUTUP
Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para ustadz, guru, kyai, ulama, dan seluruh pembimbing umat yang telah mengajarkan ilmu, mengenalkan kita kepada Allah سبحانه وتعالى, serta membimbing kita untuk mencintai dan mengikuti Rasulullah ﷺ.
Semoga setiap ilmu yang disampaikan menjadi amal jariyah, setiap nasihat menjadi cahaya, dan setiap langkah dalam mengajarkan agama menjadi sebab turunnya rahmat Allah.
Terima kasih juga kepada seluruh pembaca yang telah meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan tulisan ini.
Semoga tulisan ini bukan hanya berhenti sebagai bacaan, tetapi menjadi:
ilmu yang diamalkan,
nasihat yang direnungkan,
akhlak yang diperbaiki,
dan jalan untuk semakin dekat kepada Allah سبحانه وتعالى serta mencintai Rasulullah ﷺ.
“Jangan hanya bertanya: Apakah aku mencintai Rasulullah ﷺ?”
Tetapi tanyakanlah:
“Apakah kehidupanku sudah menunjukkan bahwa aku benar-benar mencintai Rasulullah ﷺ?”
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
........
No comments:
Post a Comment