Monday, April 27, 2026

kosong 09Nas. Takwa sebagai Modal Abadi, Dunia sebagai Ujian Hati

 Bismillahirahmanirrahim.

Senin,     Apr. 2025

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terkirim dari Peantren Darul Falah oleh oleh maghriban nyantri bareng Ust. Maskuri kupas tipis tipis kitab Nashaihul Ibad (Karya Nawawi bin Umar al-Bantani Al-Jawi Al-Indunisi) Edisi 02:

..............

BAB I: NASIHAT YANG BERISI DUA PERKARA

8. Takwa dan Dunia


Dari Al-A’masyi r.a.

“Barangsiapa yang modal pokoknya takwa, maka lidah-lidah menjadi kelu untuk menyifati keuntungan agamanya. Dan barangsiapa yang modal pokoknya dunia, maka lidah juga tidak mampu menjumlah kerugian agamanya.”

Orang yang memegangi prinsip ketakwaan, menjunjung tinggi perintah Allah dan menjauhi laku-durhaka, serta segala perbuatannya berasaskan norma syariat, maka akan memperoleh kebajikan yang tiada terhingga banyaknya. Sedangkan yang memegangi norma-norma yang berselisih dengan syarak akan memperoleh kerugian yang banyak, sehingga sulit dibilang berapa jumlahnya.

...........

Takwa sebagai Modal Abadi, Dunia sebagai Ujian Hati

Nasihat Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs

Al-A'masyi r.a. berkata:

"Barangsiapa yang modal pokoknya takwa, maka lidah-lidah menjadi kelu untuk menyifati keuntungan agamanya. Dan barangsiapa yang modal pokoknya dunia, maka lidah juga tidak mampu menjumlah kerugian agamanya."

Perkataan yang agung ini mengajarkan bahwa modal kehidupan seorang mukmin bukanlah harta, jabatan, atau kemasyhuran, melainkan takwa kepada Allah SWT. Dalam pandangan tasawuf, takwa adalah cahaya hati yang melahirkan keikhlasan, wara', sabar, syukur, tawakal, dan mahabbah kepada Allah.

Orang yang menjadikan takwa sebagai modal hidup akan senantiasa berhati-hati dalam setiap ucapan, langkah, dan keputusan. Ia tidak hanya bertanya, "Apakah ini menguntungkan bagiku?" tetapi lebih dahulu bertanya, "Apakah Allah meridhai perbuatan ini?"

Sebaliknya, orang yang menjadikan dunia sebagai tujuan utama akan mudah diperbudak oleh hawa nafsu. Demi dunia ia rela mengorbankan kejujuran, amanah, ibadah, bahkan hubungan dengan Allah. Kerugian semacam ini sering kali tidak terasa di dunia, tetapi akan tampak nyata ketika menghadap Allah SWT.

Para ulama tasawuf mengatakan, dunia hanyalah kendaraan menuju akhirat. Jika kendaraan dijadikan tujuan, maka perjalanan akan tersesat. Namun jika dunia dijadikan sarana untuk taat kepada Allah, maka dunia menjadi ladang pahala yang mengantarkan kepada kebahagiaan abadi.

Allah SWT berfirman:

"Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka."
(QS. At-Talaq: 2–3)

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada."
(HR. Tirmidzi)

Takwa bukan hanya menjaga diri dari dosa besar, tetapi juga membersihkan hati dari riya', sombong, hasad, cinta dunia yang berlebihan, dan segala penyakit hati. Inilah inti Tazkiyatun Nufūs: menyucikan hati agar hanya Allah yang menjadi tujuan.

Muhasabah Diri

Renungkanlah pertanyaan berikut:

  • Apakah keputusan hidup saya lebih sering dipengaruhi oleh ridha Allah atau kepentingan dunia?
  • Apakah saya rela meninggalkan keuntungan dunia demi menjaga kehalalan dan ketakwaan?
  • Apakah ibadah saya semakin mendekatkan hati kepada Allah atau hanya menjadi rutinitas?
  • Jika hari ini adalah hari terakhir kehidupan saya, apakah modal saya di hadapan Allah adalah takwa atau hanya tumpukan urusan dunia?

Cara Menumbuhkan Takwa

  1. Perbanyak membaca Al-Qur'an dan mentadabburinya setiap hari.
  2. Menjaga shalat tepat waktu dengan khusyuk.
  3. Memperbanyak istighfar, dzikir, dan shalawat.
  4. Menjauhi perkara syubhat dan maksiat, sekecil apa pun.
  5. Membiasakan ikhlas dalam setiap amal.
  6. Bergaul dengan orang-orang saleh yang mengingatkan kepada Allah.
  7. Jadikan setiap pekerjaan dunia sebagai ibadah dengan niat mencari ridha Allah.

Doa

Allahumma inni as'aluka hudan wa tuqan wa 'afafan wa ghina. Ya Allah, jadikanlah takwa sebagai modal terbesar dalam hidup kami. Bersihkan hati kami dari cinta dunia yang melalaikan, hiasilah jiwa kami dengan keikhlasan, kesabaran, wara', dan tawakal. Wafatkan kami dalam keadaan husnul khatimah dan kumpulkan kami bersama hamba-hamba-Mu yang bertakwa. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

Ucapan Terima Kasih

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan nasihat ini. Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang menjadikan takwa sebagai modal utama kehidupan, sehingga setiap langkah bernilai ibadah, setiap amal menjadi bekal akhirat, dan setiap hembusan napas semakin mendekatkan kita kepada ridha-Nya.

Barakallahu fikum. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing, menjaga, dan memberkahi kita semua. Aamiin.

..........

No comments: