Bab 28 Panasnya Hari Kiamat.
Al Faqih berkata: “Lebih utama-utamanya amal adalah mengasihi para walinya Allah Ta’ala, serta memusuhi kepada seterunya Allah Ta’ala.” Dan atas pendapat ini telah datang sebuah hadits: Sesungguhnya Nabi Musa as. tatkala bermunajat kepada Allah Ta’ala. Maka Allah Ta’ala berfirman: “Apakah engkau telah melakukan untuk-Ku suatu amal perbuatan?” Nabi Musa menjawab: “Ya Tuhanku, kami melakukan shalat untuk-Mu, kami melakukan puasa untuk-Mu, kami melakukan sedekah ditujukan kepada-Mu, kami membaca kitab-Mu dan kami berdzikir kepada-Mu.” Lalu Allah Ta ala berfirman: “Hai Musa, adapun shalat bagimu merupakan suatu tanda, adapun puasa bagimu merupakan tameng (menjadi benteng), dan sedekah bagimu, itu menjadi naungan, dan tasbih bagimu, itu menjadi pepohonan didalam surga, adapun bacaan pada kitabKu itu, bagimu akan menjadi istana dan bidadari, adapun dzikirmu kepadaKu, akan menjadi nur (cahaya), maka ini semua adalah amalan untukmu ya Musa, mana amalan yang kamu lakukan untukKu?” Nabi Musa berkata: “Ya Tuhanku, tunjukkan kepadaku amal itu untuk Engkau!” Lalu Allah Ta’ala berfirman: “Ya Musa, apakah engkau mengasihi seorang wali karena Aku saja? Apakah engkau memusuhi seteru-Ku karena Aku saja?” Akhirnya Nabi Musa as. menjadi mengerti, bahwa lebih utama-utamanya amal perbuatan adalah mencintai yang disenangi Allah, dan membenci yang dimusuhi oleh Allah.
.......
Berikut buletin tauziah dalam perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs berdasarkan kisah dan atsar yang Anda sampaikan:
Cinta karena Allah: Puncak Amal Para Arifin
1. Makna (Tafsir) Isi Redaksi
Kisah dialog antara Nabi dan Allah Ta’ala menunjukkan satu hakikat yang sangat dalam:
Bahwa banyak amal lahiriah seperti:
- shalat
- puasa
- sedekah
- dzikir
- membaca Al-Qur’an
itu kembali manfaatnya kepada pelaku.
Namun Allah menanyakan:
“Apa yang engkau lakukan untuk-Ku?”
Jawabannya bukan lagi amal fisik, tetapi amal hati:
- mencintai wali Allah karena Allah
- membenci musuh Allah karena Allah
Inilah inti Tazkiyatun Nufūs (penyucian jiwa):
👉 hati bersih dari kepentingan selain Allah
👉 cinta dan benci hanya karena Allah
2. Hukum (Ahkam)
Dalam ilmu syariat dan tasawuf:
- Mencintai orang shalih karena Allah → wajib / sangat dianjurkan
- Membenci kekufuran, kemaksiatan karena Allah → wajib dalam hati
- Namun tetap wajib berakhlak baik kepada manusia
⚠️ Catatan penting: Membenci bukan berarti zalim, kasar, atau benci pribadi, tetapi:
- membenci perbuatannya
- tetap menjaga adab kepada pelakunya
3. Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)
- Amal lahir tanpa hati yang ikhlas belum mencapai puncak
- Ukuran kedekatan dengan Allah adalah arah cinta hati
- Wali Allah dicintai karena Allah, bukan karena dunia
- Musuh Allah dibenci karena prinsip, bukan karena ego
👉 Intinya: Agama bukan hanya gerakan, tapi arah hati
4. Dalil Qur’an, Hadis, Hadis Qudsi
Al-Qur’an:
“Kamu tidak akan mendapati kaum yang beriman mencintai orang yang memusuhi Allah…”
(QS. Al-Mujadilah: 22)
Hadis Nabi :
“Barangsiapa mencintai karena Allah, membenci karena Allah… maka sempurnalah imannya.”
(HR. Abu Dawud)
Hadis Qudsi:
“Barangsiapa memusuhi wali-Ku, maka Aku umumkan perang kepadanya…”
(HR. Bukhari)
5. Analisis dan Argumentasi (Tasawuf)
Dalam tasawuf, amal terbagi:
- Amal badan → shalat, puasa
- Amal lisan → dzikir
- Amal hati → cinta, ikhlas
👉 Amal hati adalah yang tertinggi
Mengapa?
Karena:
- badan bisa riya
- lisan bisa dusta
- hati adalah pusat keikhlasan
Maka cinta karena Allah adalah:
✔ tanda tauhid yang murni
✔ bukti hati telah bersih
6. Amalan (Implementasi)
Latihan praktis:
- Cintai orang shalih walau sederhana
- Berkumpul dengan majelis dzikir
- Doakan orang-orang baik
- Jauhi maksiat, bukan hanya orangnya
- Luruskan niat setiap interaksi:
👉 “Ini karena Allah atau karena nafsu?”
7. Relevansi di Zaman Sekarang
Di era sekarang (media sosial, viral, popularitas):
❌ Banyak cinta karena:
- manfaat
- followers
- popularitas
❌ Banyak benci karena:
- beda pendapat
- fanatisme kelompok
Padahal Islam mengajarkan:
✔ cinta karena iman
✔ benci karena maksiat, bukan karena ego
👉 Ini penyakit zaman: hati dipenuhi kepentingan, bukan keikhlasan
8. Motivasi
Jika engkau belum banyak amal: 👉 Mulailah dari hati
- cintai orang shalih
- hormati ulama
- benci maksiat
Karena bisa jadi: engkau masuk surga bukan karena amalmu, tapi karena hatimu
9. Muhasabah & Caranya
Tanya diri:
- Apakah aku mencintai orang karena Allah atau karena manfaat?
- Apakah aku membenci karena prinsip atau karena ego?
- Apakah aku iri kepada orang shalih?
Cara memperbaiki:
- Perbanyak dzikir
- Kurangi hasad
- Biasakan mendoakan orang lain
- Hadiri majelis ilmu
10. Kemuliaan & Kehinaan
Di Dunia:
✔ Dicintai orang shalih
✔ Hati tenang
❌ Jika salah:
- penuh iri
- mudah benci
- hati sempit
Di Alam Kubur:
✔ Dilapangkan kuburnya
✔ ditemani amal hati
❌ jika buruk:
- gelap
- sempit
Di Hari Kiamat:
✔ Dikumpulkan bersama orang yang dicintai
(HR. Bukhari: “Seseorang bersama yang ia cintai”)
❌ jika salah cinta:
- bersama orang fasik / ahli maksiat
Di Akhirat:
✔ Mendapat ridha Allah
✔ dekat dengan para wali
❌ jika menyimpang:
- jauh dari Allah
11. Doa
Ya Allah, bersihkanlah hati kami dari cinta selain kepada-Mu
Jadikan kami mencintai orang-orang yang Engkau cintai
Dan membenci apa yang Engkau benci
Tanpa kedzaliman dan tanpa kesombongan
Ya Allah, jadikan hati kami ikhlas hanya untuk-Mu
Aamiin
12. Ucapan Terima Kasih
Terima kasih kepada para pembaca yang telah meluangkan waktu untuk merenungi tauziah ini.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba yang:
✔ hatinya bersih
✔ cintanya lurus
✔ amalnya diterima
No comments:
Post a Comment