bab 22. menahan marah
Pada suatu saat Iblis datang menggoda Nabi Musa , katanya: Kamu pilihan Allah untuk risalah, dan kalimullah, sedang aku manusia biasa yang ingin bertaubat kepada Tuhan, cobalah kau membantuku agar diterima taubatku, Nabi Musa senang, ia berwudu, salat dan berdoa: Ya Tuhan, Iblis di antara makhlukMu bertaubat, maka terimalah taubatnya. Jawab Tuhan (dengan wahyuNya): Hai Musa, dia tiada bertaubat, Kata Musa: Ya Tuhan, ia minta taubat, Jawab Tuhan: Aku penuhi doamu Musa, serukan padanya bersujud di makam Adam, lalu Kuterima taubatnya. Nabi Musa dengan senang menyampaikannya pada Iblis, Tetapi apa jawabnya: Ketika hidupnya aku menolak sujud padanya, kenapa sesudah mati aku harus sujud kepadanya? Lalu katanya: Atas kebaikanmu padaku, maka 3 perkara kuhadiahkan padamu, yaitu:
1. Ketika marah, ingatlah padaku, karena aku masuk tubuhmu beredar dengan peredaran darah,
2. Di tengah peperangan, ingatlah padaku, karena aku menggugah ingatan mereka (sayang) terhadap keluarga (anak-istri) mereka, dan harta kekayaan yang ditinggalkan, sehingga mereka mundur,
3. Hati-hatilah berduaan dengan wanita bukan muhrim, karena akulah yang mendalangi mereka memuaskan syahwat mereka.
......
JUDUL: MENUNDUKKAN IBLIS DENGAN PENYUCIAN JIWA (TAZKIYATUN NUFUS)
Belajar dari Kisah Nabi Musa a.s. dan Kesombongan Iblis
Kisah di atas banyak ditemukan dalam kitab-kitab nasihat dan tasawuf sebagai kisah ibrah (pelajaran), bukan hadis sahih yang dapat dijadikan landasan hukum. Hikmah yang dapat diambil adalah bahwa kesombongan, kemarahan, syahwat, dan cinta dunia merupakan pintu-pintu utama yang digunakan setan untuk menyesatkan manusia.
Allah tidak menutup pintu taubat bagi siapa pun yang benar-benar bertaubat. Namun, Iblis tidak pernah benar-benar ingin bertaubat karena kesombongannya masih memenuhi hati. Ia tetap menolak bersujud kepada Nabi Adam a.s., padahal akar dosa pertama Iblis adalah takabur.
Tasawuf mengajarkan bahwa musuh terbesar bukan hanya setan di luar diri, tetapi juga nafsu yang belum disucikan. Selama hati dipenuhi kesombongan, amarah, riya', hasad, dan syahwat, setan akan mudah menguasai manusia.
Sebaliknya, hati yang dipenuhi dzikir, ikhlas, tawakal, sabar, dan muraqabah (merasa diawasi Allah) akan menjadi benteng yang sulit ditembus godaan setan.
Tiga Pintu Godaan Setan
1. Saat Marah Marah adalah pintu yang paling mudah dimasuki setan. Ketika marah, akal menjadi lemah, lisan mudah menyakiti, dan tangan mudah berbuat zalim.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Jangan marah." (HR. al-Bukhari)
Tasawuf mengajarkan agar ketika marah segera beristighfar, berwudu, diam, duduk atau berbaring, serta memperbanyak mengingat Allah.
2. Saat Cinta Dunia Mengalahkan Akhirat
Setan membisikkan rasa takut kehilangan harta, jabatan, keluarga, dan kenyamanan sehingga seseorang mundur dari perjuangan di jalan Allah.
Allah berfirman:
"Sesungguhnya setan itu menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan..." (QS. Al-Baqarah: 268)
Orang yang yakin kepada Allah akan lebih mengutamakan keridaan-Nya daripada kenikmatan dunia.
3. Saat Berduaan dengan yang Bukan Mahram
Syariat menutup semua pintu yang mengantarkan kepada zina.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tidaklah seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang wanita kecuali yang ketiganya adalah setan." (HR. at-Tirmidzi)
Tasawuf mengajarkan menjaga pandangan, menjaga hati, dan menjaga kehormatan diri sebagai bentuk penyucian jiwa.
Dalil Al-Qur'an
1. QS. Al-A'raf: 16–17
"Aku benar-benar akan menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus...."
2. QS. An-Nahl: 99
"Sesungguhnya setan tidak mempunyai kekuasaan atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya."
3. QS. Yusuf: 53
"Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan kecuali yang diberi rahmat oleh Tuhanku."
4. QS. Asy-Syams: 9–10
"Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya dan sungguh rugi orang yang mengotorinya."
Hadis Terkait
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya setan berjalan pada diri manusia melalui aliran darah." (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Beliau juga bersabda:
"Orang yang kuat bukanlah yang menang bergulat, tetapi orang yang mampu menahan dirinya ketika marah." (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Hadis Qudsi
Allah Ta'ala berfirman:
"Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat salah siang dan malam, dan Aku mengampuni semua dosa. Maka mintalah ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni kalian." (HR. Muslim)
Relevansi di Zaman Modern
Di era media sosial, kecerdasan buatan, dan komunikasi digital, godaan setan semakin mudah masuk melalui:
- Kemarahan yang dipicu komentar dan ujaran kebencian.
- Syahwat melalui konten digital yang tidak senonoh.
- Cinta dunia melalui pamer kekayaan, jabatan, dan popularitas.
- Kesombongan karena ilmu, harta, atau pengikut di media sosial.
- Lalai dari dzikir karena terlalu sibuk dengan gawai.
Karena itu, seorang mukmin perlu memperkuat dzikir, muraqabah, muhasabah, dan pengendalian nafsu agar teknologi menjadi sarana ibadah, bukan jalan maksiat.
Muhasabah
Renungkanlah setiap malam:
- Apakah hari ini aku marah karena Allah atau karena ego?
- Apakah lisanku menyakiti orang lain?
- Apakah pandanganku terjaga?
- Apakah hartaku mendekatkan atau menjauhkan aku dari Allah?
- Apakah hatiku dipenuhi tawaduk atau kesombongan?
- Sudahkah aku memperbanyak istighfar hari ini?
Cara Bermuhasabah
- Perbanyak istighfar minimal 100 kali setiap hari.
- Membaca Al-Qur'an dengan tadabbur.
- Menjaga shalat berjamaah tepat waktu.
- Berdzikir pagi dan petang.
- Menahan marah dengan diam dan berwudu.
- Menjaga pandangan dan pergaulan.
- Memperbanyak sedekah untuk melemahkan cinta dunia.
- Tidur setelah bertaubat dan memaafkan semua orang.
Doa
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ، وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ.
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung kepada-Mu ya Tuhanku agar mereka tidak mendekat kepadaku." (QS. Al-Mu'minun: 97–98)
Doa lain:
Ya Allah, sucikanlah hatiku dari kesombongan, riya', hasad, kemarahan, dan syahwat yang haram. Jadikanlah aku termasuk hamba-Mu yang ikhlas, sabar, bertawakal, serta istiqamah dalam ketaatan hingga akhir hayat. Aamiin.
Penutup
Janganlah kita merasa aman dari tipu daya setan. Musuh yang paling berbahaya adalah nafsu yang dibiarkan tanpa tazkiyah. Barang siapa senantiasa membersihkan hati dengan dzikir, taubat, ilmu, dan amal saleh, niscaya Allah akan menjaganya dari tipu daya Iblis.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bersih jiwanya, kuat imannya, lembut akhlaknya, dan istiqamah hingga husnul khatimah. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca dan mengamalkan nasihat ini. Semoga Allah SWT membalas setiap langkah dalam menuntut ilmu dengan pahala yang berlipat ganda, melimpahkan keberkahan kepada kita semua, serta menjadikan ilmu ini bermanfaat di dunia dan menjadi pemberat amal kebaikan di akhirat. Jazakumullahu khairan katsiran.
........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar