Wednesday, July 29, 2026

1316irs. MENUNTUT ILMU: JALAN PENYUCIAN JIWA MENUJU DEKAT KEPADA ALLAH

 Rasulullah saw bersabda:


عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِیَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ، طَلَبُ الْعِلْمِ سَاعَةً خَيْرٌ مِنْ قِيَامِ لَيْلَةٍ وَطَلَبُ الْعِلْمِ يَوْمًا خَيْرٌ مِنْ صِيَامِ ثَلَاثَةِ أَشْهُرٍ . رواه الديلمی


Artinya: “Dari Ibnu Abbas ra berkata: ‘Menuntut ilmu satu jam lebih baik dari salat semalam. Dan mencari ilmu sehari lebih baik daripada berpuasa selama tiga bulan.” (Addailami).

........

MENUNTUT ILMU: JALAN PENYUCIAN JIWA MENUJU DEKAT KEPADA ALLAH

Tazkiyatun Nufūs: Ilmu yang Menghidupkan Hati dan Mengangkat Derajat

Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: طَلَبُ الْعِلْمِ سَاعَةً خَيْرٌ مِنْ قِيَامِ لَيْلَةٍ، وَطَلَبُ الْعِلْمِ يَوْمًا خَيْرٌ مِنْ صِيَامِ ثَلَاثَةِ أَشْهُرٍ.

"Menuntut ilmu selama satu jam lebih baik daripada shalat malam semalam suntuk. Dan menuntut ilmu sehari lebih baik daripada berpuasa selama tiga bulan." (Diriwayatkan oleh Ad-Dailami)

Catatan: Riwayat ini dinilai lemah (dha'if) oleh banyak ulama hadis sehingga tidak dijadikan landasan hukum secara mandiri. Namun, keutamaan menuntut ilmu ditegaskan oleh banyak ayat Al-Qur'an dan hadis-hadis shahih, sehingga makna umum tentang kemuliaan ilmu tetap benar.


1. Maksud dan Tujuan

Dalam perspektif Tasawuf dan Tazkiyatun Nufūs, menuntut ilmu bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi merupakan proses membersihkan hati (tazkiyah), memperbaiki amal, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Ilmu adalah cahaya yang Allah masukkan ke dalam hati hamba-Nya. Tanpa ilmu, ibadah dapat kehilangan arah, bahkan dapat terjatuh ke dalam riya', bid'ah, atau kesesatan.

Tujuan menuntut ilmu ialah:

  • Mengenal Allah (ma'rifatullah).
  • Mengenal syariat-Nya agar ibadah benar.
  • Membersihkan hati dari kebodohan, ujub, takabbur, dan hawa nafsu.
  • Mengamalkan ilmu demi mencari ridha Allah.
  • Menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.

Imam Al-Ghazali رحمه الله menjelaskan bahwa ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang melahirkan rasa takut kepada Allah, memperbaiki akhlak, dan mengantarkan kepada kebahagiaan akhirat.


2. Ayat Al-Qur'an, Hadis Shahih, dan Hadis Qudsi yang Berkaitan

A. Al-Qur'an

Allah Ta'ala berfirman:

"Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat." (QS. Al-Mujadilah: 11)

Allah juga berfirman:

"Katakanlah: Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu." (QS. Thaha: 114)

Dan firman-Nya:

"Sesungguhnya yang benar-benar takut kepada Allah hanyalah para ulama." (QS. Fathir: 28)


B. Hadis Shahih

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim)

Beliau juga bersabda:

"Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah akan memahamkannya tentang agama." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)


C. Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman dalam hadis qudsi:

"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya." (HR. Al-Bukhari)

Ilmu menjadi petunjuk agar seseorang mengetahui amalan yang benar untuk mendekat kepada Allah.


3. Analisa, Argumentasi, dan Implementasi dalam Kehidupan

Dalam tasawuf, penyakit hati terbesar adalah kebodohan terhadap Allah. Orang yang tidak mengenal Rabb-nya mudah diperdaya syaitan dan hawa nafsu.

Sebaliknya, ilmu melahirkan:

  • Khusyuk dalam shalat.
  • Ikhlas dalam amal.
  • Sabar ketika diuji.
  • Tawadhu' ketika dipuji.
  • Zuhud terhadap dunia.

Contoh implementasi sehari-hari

  • Menyempatkan hadir di majelis ilmu meskipun hanya satu jam.
  • Membaca Al-Qur'an beserta tafsirnya setiap hari.
  • Mengkaji hadis dan fiqih sebelum beramal.
  • Mengamalkan ilmu sedikit demi sedikit secara istiqamah.
  • Mengajarkan ilmu kepada keluarga dan masyarakat.
  • Menjaga adab kepada guru, karena keberkahan ilmu sangat terkait dengan adab.

Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah. Sebaliknya, amal tanpa ilmu seperti berjalan dalam gelap.


4. Muhasabah dan Caranya

Renungkanlah beberapa pertanyaan berikut:

  • Sudahkah aku belajar agama secara rutin?
  • Apakah ilmuku membuatku semakin rendah hati?
  • Apakah aku mengamalkan ilmu yang telah kupelajari?
  • Apakah aku mencari ilmu karena Allah atau demi pujian manusia?
  • Sudahkah aku menyampaikan ilmu walaupun hanya satu ayat?

Cara bermuhasabah

  1. Luruskan niat sebelum belajar.
  2. Berdoa agar diberi ilmu yang bermanfaat.
  3. Catat ilmu yang diperoleh.
  4. Amalkan segera.
  5. Evaluasi diri setiap malam.
  6. Mohon ampun apabila lalai mengamalkan ilmu.

5. Doa

اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي، وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي، وَزِدْنِي عِلْمًا، وَارْزُقْنِي عَمَلًا صَالِحًا وَإِخْلَاصًا فِي الْقَوْلِ وَالْعَمَلِ.

Artinya:

"Ya Allah, berilah aku manfaat dari ilmu yang telah Engkau ajarkan kepadaku, ajarkanlah kepadaku ilmu yang bermanfaat, tambahkanlah ilmuku, karuniakanlah kepadaku amal yang saleh, serta keikhlasan dalam ucapan dan perbuatan."


6. Ucapan Terima Kasih

Jazakumullahu khairan katsiran kepada para ustadz, kyai, guru, dan seluruh pewaris para nabi yang dengan penuh kesabaran mengajarkan ilmu agama kepada umat.

Semoga Allah سبحانه وتعالى membalas setiap huruf yang diajarkan dengan pahala yang terus mengalir, meninggikan derajat mereka di dunia dan akhirat, serta menjadikan ilmu yang disampaikan sebagai cahaya yang menerangi hati para penuntut ilmu.

Kepada seluruh pembaca, semoga Allah memberikan keistiqamahan dalam menghadiri majelis ilmu, mengamalkan setiap ilmu yang dipelajari, dan menyebarkannya dengan penuh hikmah. Semoga kita termasuk golongan yang dipanggil Allah pada hari kiamat sebagai ahlul 'ilmi, hamba-hamba yang dimuliakan karena iman, ilmu, dan amalnya.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ النَّافِعِ، وَالْعَمَلِ الصَّالِحِ، وَالْقَلْبِ السَّلِيمِ، وَاخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ. آمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

..........

No comments: