Bab : Murtad.
Disyaratkan dalam mensahkan taubat orang yang menjalankan sesuatu yang mengkafirkannya harus membaca dua kalimat syahadat terlebih dahulu. Sebab apabila tidak membacanya maka masih belum dikatakan sebagai orang yang muslim. Jadi layaknya dia bagaikan seorang kafir yang asli.
.......
# TAUBAT YANG MENGEMBALIKAN CAHAYA IMAN
Tazkiyatun Nufūs: Kembali kepada Allah dengan Taubat yang Benar dan Memperbarui Syahadat
Maksud
Menjelaskan bahwa seseorang yang melakukan perbuatan atau mengucapkan sesuatu yang menyebabkan kekafiran (riddah), maka untuk kembali kepada Islam ia harus bertaubat dengan taubat yang sah. Menurut mayoritas ulama, ia harus mengucapkan kembali dua kalimat syahadat sebagai pintu masuk ke dalam Islam, disertai penyesalan, meninggalkan kekafiran tersebut, dan bertekad untuk tidak mengulanginya.
Dalam perspektif Tazkiyatun Nufūs, taubat bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi merupakan proses penyucian hati agar kembali dipenuhi cahaya tauhid.
Tujuan
- Menanamkan kemuliaan kalimat tauhid dalam hati.
- Mengingatkan agar tidak meremehkan ucapan atau perbuatan yang dapat mengeluarkan seseorang dari Islam.
- Mendorong setiap Muslim untuk segera bertaubat tanpa menunda.
- Membersihkan hati dari kesombongan, syirik, nifaq, dan keraguan.
- Menumbuhkan rasa takut kepada Allah dan harapan akan rahmat-Nya.
Ayat Al-Qur'an
1. QS. Az-Zumar: 53
"Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Ayat ini menunjukkan luasnya rahmat Allah bagi siapa saja yang kembali dengan taubat yang benar.
2. QS. At-Tahrim: 8
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya (taubatan nasuha)."
3. QS. Ali 'Imran: 85
"Barang siapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima darinya, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi."
Hadis Shahih
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Islam menghapus dosa-dosa yang telah lalu."
(HR. Muslim)
Beliau juga bersabda:
"Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawanya belum sampai di tenggorokan."
(HR. At-Tirmidzi, dinilai hasan)
Hadis Qudsi
Allah Ta'ala berfirman:
"Wahai anak Adam, selama engkau berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, Aku akan mengampunimu atas apa yang telah engkau lakukan, dan Aku tidak peduli."
(HR. At-Tirmidzi)
Analisa Tazkiyatun Nufūs
Perkara yang paling mahal dalam kehidupan bukanlah harta, jabatan, atau popularitas, melainkan iman.
Seseorang bisa kehilangan iman bukan hanya karena keyakinan yang rusak, tetapi juga karena ucapan yang menghina agama, memperolok ayat Allah, mengingkari sesuatu yang telah diketahui secara pasti dalam agama, atau meyakini kekufuran.
Tasawuf mengajarkan bahwa sebelum lidah tergelincir, hati terlebih dahulu sakit. Oleh sebab itu, penyucian hati adalah benteng utama agar seseorang tetap istiqamah dalam tauhid.
Mengucapkan kembali syahadat setelah riddah bukan sekadar formalitas. Ia adalah deklarasi bahwa hati telah kembali tunduk kepada Allah.
Argumentasi
Syahadat adalah pintu masuk Islam.
Apabila seseorang keluar dari pintu itu karena kekafiran, maka jalan kembali adalah melalui pintu yang sama, yaitu mengucapkan dua kalimat syahadat dengan penuh keyakinan, disertai taubat yang tulus.
Taubat yang benar mencakup:
- meninggalkan kekafiran,
- menyesali perbuatan,
- memperbarui syahadat,
- bertekad tidak mengulanginya,
- memperbanyak amal saleh.
Implementasi di Dunia yang Viral Saat Ini
Fenomena media sosial memperlihatkan banyak orang demi popularitas:
- membuat konten yang menghina agama,
- bercanda tentang ayat Al-Qur'an,
- mempermainkan syariat demi hiburan,
- mengikuti tren yang merendahkan akidah,
- menyebarkan ucapan kufur tanpa memahami bahayanya.
Sebagian menganggap semua itu hanya "konten". Padahal seorang Muslim wajib menjaga lisannya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang ia anggap remeh, namun karenanya ia terjerumus ke dalam neraka sejauh antara timur dan barat."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu, seorang mukmin hendaknya lebih takut kehilangan iman daripada kehilangan seluruh harta dunia.
Hukum (Ahkam)
Menurut pendapat mayoritas ulama:
- Orang yang melakukan riddah wajib segera bertaubat.
- Untuk kembali kepada Islam, ia mengucapkan dua kalimat syahadat dengan keyakinan yang benar, disertai penyesalan dan meninggalkan kekufuran.
- Jika kekufurannya berkaitan dengan pengingkaran suatu kewajiban agama, maka ia juga wajib meyakini kembali kewajiban tersebut.
- Menunda taubat adalah dosa besar.
- Haram mempermainkan agama, ayat Al-Qur'an, Rasulullah ﷺ, maupun syariat Islam.
Sentuhan Hati (Muhasabah)
Saudaraku...
Barangkali selama ini kita sangat takut kehilangan uang.
Takut kehilangan pekerjaan.
Takut kehilangan rumah.
Namun sudahkah kita takut kehilangan iman?
Jangan sampai kita tertawa karena sebuah candaan, tetapi Allah murka kepada kita.
Jangan sampai kita mengejar jutaan penonton, namun kehilangan ridha Allah.
Setiap pagi, perbaruilah syahadat dalam hati.
Mohonlah kepada Allah agar diwafatkan dalam keadaan membawa kalimat:
Lā ilāha illallāh Muḥammadur Rasūlullāh.
Karena sebaik-baik penutup kehidupan adalah husnul khatimah.
Doa
اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلوبنا على دينك، اللهم إنا نعوذ بك من الكفر والشرك والنفاق والردة، ونسألك توبة نصوحًا قبل الموت، ورحمة عند الموت، ومغفرة بعد الموت، واجعل آخر كلامنا من الدنيا لا إله إلا الله محمد رسول الله. آمين.
Artinya:
"Ya Allah, Dzat Yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu. Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari kekafiran, kesyirikan, kemunafikan, dan kemurtadan. Anugerahkanlah kepada kami taubat yang tulus sebelum kematian, rahmat saat kematian, dan ampunan setelah kematian. Jadikanlah kalimat terakhir kami di dunia: Lā ilāha illallāh Muḥammadur Rasūlullāh. Aamiin."
Ucapan Terima Kasih
Jazakumullāhu khairan katsīrā kepada para ustadz dan guru yang senantiasa membimbing umat dengan ilmu yang bersumber dari Al-Qur'an, As-Sunnah, dan penjelasan para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah. Semoga Allah menjaga keikhlasan, memanjangkan umur dalam ketaatan, serta menjadikan setiap ilmu yang diajarkan sebagai amal jariyah yang terus mengalir.
Terima kasih pula kepada seluruh pembaca. Semoga Allah menjadikan tulisan ini sebagai wasilah untuk memperkuat tauhid, memperbaharui taubat, menyucikan jiwa (Tazkiyatun Nufūs), dan mengakhiri kehidupan kita dengan iman yang sempurna dan husnul khatimah. Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.
..........
No comments:
Post a Comment