Suatu hari Abdullah bin Umar -rodhiallohu 'anhumaa- melihat seorang pemuda sedang sholat, dia memanjangkan sholatnya dan melamakannya, maka beliau bertanya: "siapa yang kenal orang itu..?" Maka ada yang menjawab: " saya.."
Beliaupun mengatakan: "seandainya aku mengenalnya, tentu aku akan menyuruhnya untuk MEMANJANGKAN ruku' dan sujudnya, karena aku pernah mendengar Nabi -shollallohu 'alaihi wasallam- bersabda:
Sungguh, jika seorang hamba berdiri untuk sholat, semua dosanya didatangkan, dan diletakkan di atas pundaknya. Maka setiap kali dia ruku' dan sujud, dosa-dosa tersebut menjadi berjatuhan.."
[Lihat Silsilah shohihah: 1398, sanadnya shohih].
..........
Tazkiyatun Nufūs: Panjangkan Rukuk dan Sujudmu, Agar Dosa-Dosamu Berguguran
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, beliau melihat seorang pemuda yang memanjangkan shalatnya. Beliau berkata:
"Seandainya aku mengenalnya, niscaya aku akan menyuruhnya memperpanjang rukuk dan sujudnya. Karena aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya apabila seorang hamba berdiri untuk shalat, didatangkan seluruh dosa-dosanya lalu diletakkan di atas kedua pundaknya. Setiap kali ia rukuk dan sujud, berguguranlah dosa-dosa itu."
(HR. Ath-Thabrani; dinyatakan sahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 1398)
Maksud
Shalat bukan sekadar gerakan badan, tetapi perjalanan ruh menuju Allah. Memperpanjang rukuk dan sujud dengan penuh kekhusyukan merupakan sarana penyucian jiwa (Tazkiyatun Nufūs), sehingga dosa-dosa berguguran karena hati tunduk sepenuhnya kepada Allah.
Tujuan
- Menumbuhkan kecintaan kepada shalat yang khusyuk.
- Membersihkan hati dari noda dosa.
- Melatih sifat tawadhu' di hadapan Allah.
- Menghidupkan sunnah memperlama rukuk dan sujud.
- Menjadikan shalat sebagai penyembuh hati yang gelisah.
Ayat Al-Qur'an
Allah Ta'ala berfirman:
وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ
"Dan bersujudlah serta dekatkanlah dirimu kepada Allah." (QS. Al-'Alaq: 19)
Allah juga berfirman:
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ
"Sungguh beruntung orang-orang beriman, yaitu mereka yang khusyuk dalam shalatnya." (QS. Al-Mu'minun: 1–2)
Hadis-Hadis Shahih yang Berkaitan
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan Rabbnya adalah ketika ia sedang sujud. Maka perbanyaklah doa ketika sujud." (HR. Muslim)
Beliau juga bersabda:
"Shalat lima waktu menjadi penghapus dosa di antara keduanya selama tidak melakukan dosa besar." (HR. Muslim)
Hadis Qudsi
Allah Ta'ala berfirman:
"Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat salah siang dan malam, dan Aku mengampuni seluruh dosa. Maka mintalah ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuni kalian."
(HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa shalat yang dipenuhi istighfar, rukuk, dan sujud merupakan jalan kembali kepada ampunan Allah.
Analisa Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs
Dalam pandangan tasawuf Ahlus Sunnah, rukuk bukan hanya membungkukkan badan, tetapi merendahkan kesombongan.
Sujud bukan sekadar menempelkan dahi ke bumi, tetapi menghancurkan ego (nafs).
Orang yang lama sujud belum tentu lama ibadahnya, tetapi orang yang khusyuk dalam sujud sedang membersihkan batinnya dari penyakit hati:
- riya'
- ujub
- sombong
- dengki
- cinta dunia yang berlebihan.
Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa setiap anggota badan memiliki ibadah lahir, sedangkan hati memiliki ibadah batin. Bila hati ikut sujud, maka seluruh diri menjadi dekat kepada Allah.
Karena itu Abdullah bin Umar tidak memuji panjang berdirinya, tetapi mengarahkan agar rukuk dan sujud diperpanjang, sebab di sanalah letak ketundukan yang paling nyata.
Argumentasi
Mengapa dosa berguguran ketika rukuk dan sujud?
Karena saat itu seorang hamba:
- mengakui kelemahannya,
- meninggalkan kesombongannya,
- menyerahkan dirinya kepada Allah,
- memohon ampun dengan penuh kerendahan.
Semakin dalam ketundukan hati, semakin besar peluang mendapatkan rahmat Allah.
Implementasi di Dunia yang Viral Saat Ini
Di zaman media sosial, manusia berlomba-lomba:
- mengejar followers,
- mengejar likes,
- mengejar pujian,
- mengejar popularitas.
Namun ketika shalat, semua gelar itu tidak berarti.
Saat dahi menyentuh sajadah:
- tidak ada pejabat,
- tidak ada orang kaya,
- tidak ada selebritas,
- semuanya hanyalah hamba Allah.
Ironisnya, banyak orang mampu menghabiskan berjam-jam menatap layar ponsel, tetapi merasa berat menambah beberapa detik dalam rukuk dan sujud.
Padahal mungkin beberapa detik itulah yang menjadi sebab diampuninya dosa-dosa dan diangkatnya derajat di sisi Allah.
Hukum (Ahkam)
- Memanjangkan rukuk dan sujud dalam shalat sendirian hukumnya disunnahkan, selama tidak berlebihan.
- Dalam shalat berjamaah, imam dianjurkan memperhatikan kondisi makmum dan tidak memberatkan mereka.
- Memperbanyak doa ketika sujud merupakan sunnah yang sangat dianjurkan.
- Khusyuk adalah tujuan besar dalam shalat, meskipun menghadirkannya memerlukan latihan terus-menerus.
Sentuhan Hati (Muhasabah)
Saudaraku...
Berapa kali kita shalat hanya agar cepat selesai?
Berapa kali kita rukuk tanpa benar-benar merendahkan hati?
Berapa kali kita sujud, tetapi pikiran masih sibuk memikirkan dunia?
Jangan-jangan dosa kita masih melekat karena hati belum benar-benar ikut bersujud.
Mungkin Allah belum meminta kita menjadi orang yang terkenal.
Mungkin Allah hanya ingin melihat dahi kita lebih lama menyentuh bumi.
Karena dari tanah kita diciptakan.
Di atas tanah kita bersujud.
Dan ke dalam tanah pula kita akan kembali.
Maka sebelum tubuh dibaringkan di liang kubur, biasakanlah dahi ini lama bersujud di hadapan Allah.
Semoga setiap sujud menjadi penghapus dosa, penyejuk hati, dan jalan menuju ridha-Nya.
Doa
اللهم اجعل صلاتنا قرة أعيننا، واجعل ركوعنا وسجودنا سببًا لمغفرة ذنوبنا، وطهر قلوبنا من الرياء والعجب والكبر والحسد، وارزقنا خشوعًا دائمًا، وحسن الخاتمة، واجعل آخر كلامنا لا إله إلا الله محمد رسول الله.
Artinya:
"Ya Allah, jadikanlah shalat kami sebagai penyejuk hati kami. Jadikan rukuk dan sujud kami sebagai sebab Engkau mengampuni dosa-dosa kami. Bersihkan hati kami dari riya, ujub, kesombongan, dan dengki. Anugerahkan kepada kami kekhusyukan yang terus-menerus, husnul khatimah, dan jadikan ucapan terakhir kami 'Lā ilāha illallāh Muḥammadur Rasūlullāh.' Āmīn."
Ucapan Terima Kasih
Jazakumullahu khairan katsīrā kepada para ustadz, guru, dan para pewaris ilmu para nabi yang dengan ikhlas membimbing umat menuju jalan Allah.
Terima kasih pula kepada seluruh pembaca yang telah meluangkan waktu untuk merenungi nasihat ini. Semoga setiap huruf yang dibaca menjadi cahaya ilmu, setiap sujud menjadi penghapus dosa, dan setiap langkah menuju kebaikan dicatat sebagai amal saleh yang mengantarkan kita kepada rahmat dan ridha Allah Subḥānahu wa Ta'ālā.
اللهم آمين يا رب العالمين.
........
No comments:
Post a Comment